Teknologi
iPhone Lipat Apple Disebut Akan Usung Pendekatan Mirip iPad
Published
2 weeks agoon
By
admin lintas
iPhone Lipat Apple Disebut Akan Usung Pendekatan Mirip iPad
iPhone lipat dari Apple kembali menarik perhatian setelah berita terbaru mengungkapkan cara perangkat lunak yang sedang dirancang untuk alat ini. Alih-alih hanya membuat iPhone biasa dengan layar yang bisa dilipat, Apple kabarnya ingin memanfaatkan layar bagian dalam seperti sebuah iPad kecil. Bloomberg melalui Mark Gurman melaporkan bahwa mereka yang sudah mencoba perangkat versi awal memberikan pujian pada desain aplikasi yang menyerupai iPad saat ponsel dibuka. Layar dalam diperkirakan berukuran sekitar 7,8 inci dan memiliki bentuk yang lebih lebar dibandingkan dengan layar smartphone biasa.
Ketika tertutup, pengguna masih bisa menggunakan layar luar yang berukuran sekitar 5,5 inci, sehingga perangkat ini dapat berfungsi seperti iPhone kecil. Saat dibuka, ruang tambahan akan digunakan untuk mengubah tampilan aplikasi, bukan hanya memperbesar keseluruhan antarmuka tanpa perbaikan. Perangkat ini dilaporkan dikenal sebagai iPhone Ultra di kalangan internal, tetapi Apple belum memberikan konfirmasi mengenai nama resmi. Karena produk ini juga belum diluncurkan secara resmi hingga 26 Agustus 2026, semua spesifikasi, nama, harga, dan jadwal penjualannya masih harus dianggap sebagai informasi pra-peluncuran. Meski demikian, kesan dari beberapa orang yang diduga sudah menggunakan perangkat ini memberi gambaran bahwa Apple kini tidak hanya menguji perangkat keras, tetapi juga bagaimana iOS bisa beradaptasi dengan bentuk layar yang benar-benar baru.
Layar Dalam 7,8 Inci Dikabarkan Mendekati Ukuran iPad Mini
Salah satu alasan Apple memilih desain seperti iPad adalah ukuran panel bagian dalam yang jauh lebih besar dibandingkan dengan iPhone tradisional. Banyak laporan terbaru menyebutkan ukurannya berkisar antara 7,7 hingga 7,8 inci, dengan rasio yang lebih lebar saat perangkat dibuka. Ukuran ini sudah mendekati tablet kecil dan memungkinkan aplikasi menampilkan lebih banyak informasi tanpa membuat tombol atau teks terlihat terlalu kecil. MacRumors menyebutkan bahwa Apple selama bertahun-tahun menguji beberapa desain lipat. Mulai dari clamshell seperti Galaxy Z Flip hingga desain buku. Laporan sepanjang 2025 dan 2026 kemudian semakin konsisten mengarah ke bentuk seperti buku yang membuka secara horizontal dengan layar hampir sebesar iPad mini.
Pendekatan ini juga menjelaskan mengapa Apple tidak hanya memperpanjang layar iPhone dua kali lipat. Jika layar bagian dalam memiliki proporsi yang lebih lebar. Aplikasi dapat memiliki panel samping, informasi tambahan, atau data yang sebelumnya harus diletakkan di halaman berbeda. Layar semacam ini juga lebih praktis untuk membaca dokumen, browsing, melihat foto, menonton video, atau menggunakan aplikasi produktivitas. Namun, perangkat ini tetap bukan iPad mini dalam bentuk yang dapat dilipat. Apple dilaporkan masih menggunakan iOS sebagai sistem operasinya. Sehingga filosofi perangkat lunaknya tetap merujuk pada iPhone meskipun beberapa tampilan mengadopsi gaya iPad.
iOS Tetap Digunakan, Bukan iPadOs
Salah satu hal menarik adalah keputusan Apple untuk tetap menggunakan iOS, bukan langsung mengadopsi iPadOS untuk perangkat ini. Laporan sebelumnya menyebutkan bahwa Apple telah mengembangkan perubahan pada iOS agar bisa menampilkan tata letak yang lebih sesuai untuk layar yang lebih besar. Saat dibuka, beberapa aplikasi akan memiliki struktur yang mirip dengan aplikasi di iPad. Tetapi perangkat ini masih mempertahankan karakteristik iPhone. Pendekatan ini memberikan Apple keseimbangan yang unik. Pengguna mendapatkan smartphone kecil ketika layar tertutup dan pengalaman hampir tablet saat membukanya. Tetapi tidak perlu beralih ke sistem operasi yang sama sekali berbeda.
Hal ini juga menunjukkan bahwa iPhone lipat mungkin tidak langsung mendapatkan semua fitur multitasking rumit yang ada di iPadOS. Sebelumnya, laporan dari Bloomberg menyebutkan bahwa sistem ini tidak akan menawarkan mode banyak jendela seperti pada iPad modern. Tetapi masih dapat menampilkan dua aplikasi secara berdampingan. Untuk perangkat dengan ukuran 7,8 inci, kemampuan ini sudah cukup bermanfaat untuk berbagai kegiatan. Pengguna dapat membuka browser sambil mencatat, memeriksa pesan sambil melihat kalender, atau memutar video di satu sisi sambil menggunakan aplikasi yang lain. Pendekatan yang lebih sederhana mungkin memang dipilih oleh Apple agar pengalaman tetap mudah dipahami bagi pengguna iPhone yang belum terbiasa dengan manajemen jendela seperti di tablet atau komputer.
Dua Aplikasi Berdampingan Bisa Mengubah Cara Menggunakan iPhone
Kemampuan untuk membuka dua aplikasi secara berdampingan bisa jadi merupakan perubahan terbesar dalam cara penggunaan iPhone sejak layar menjadi lebih besar beberapa generasi lalu. Pada iPhone biasa, multitasking biasanya berarti beralih dengan cepat dari satu aplikasi ke aplikasi lain. Layar lipat memberikan ruang untuk menampilkan kedua aplikasi secara bersamaan. Sebagai contoh, pengguna bisa membuka Mail di satu sisi dan Calendar di sisi lainnya, menyeret informasi dari Safari ke Notes, atau mengikuti rapat sambil melihat dokumen. Ini menjadikan perangkat lebih mirip tablet mini tanpa perlu membawa alat kedua.
Orang-orang yang sudah mencoba prototype juga memberikan umpan balik positif terhadap tata letak aplikasi yang mirip dengan iPad. Berdasarkan laporan terbaru, tata letak ini dianggap berhasil memanfaatkan ruang layar bagian dalam, bukan sekadar memperbesar versi aplikasi iPhone. Pengalaman ini dirasakan menarik untuk produktivitas, menonton video, bermain game, hingga melihat hasil dari kamera. Jika Apple bisa membuat perpindahan aplikasi dari layar luar ke layar dalam berjalan lancar, iPhone lipat bisa memiliki daya tarik yang lebih besar daripada hanya fitur “layar yang dapat dilipat”. Tantangan sesungguhnya terletak pada kontinuitas. Aplikasi harus mampu mengubah tata letak secara instan saat perangkat dibuka, ditutup, atau diputar tanpa kehilangan posisi atau data yang sedang digunakan.
Layar Besar Juga Dikenal Cocok Sebagai Viewfinder Kamera
Cara penggunaan mirip iPad ternyata tidak hanya bermanfaat untuk bekerja. Beberapa pengguna yang dilaporkan sudah memakai perangkat ini juga menganggap layar besar di dalamnya sebagai alat pandang kamera. Dengan panel berukuran sekitar 7,8 inci, area melihat untuk penyusunan, ekspresi subjek, fokus, dan rincian foto jauh lebih luas daripada layar iPhone biasanya. Saat merekam video atau mengambil gambar dengan komposisi yang lebih baik, pengalaman ini bisa terasa seperti memakai monitor kecil yang langsung terhubung dengan kamera.
Namun, kualitas kamera justru disebut sebagai salah satu batasan terbesar. Menurut laporan terbaru, iPhone Ultra kemungkinan hanya memiliki dua kamera belakang dan tidak ada lensa telefoto. Ini cukup mengejutkan karena perangkat ini diperkirakan memiliki harga di atas US$2. 000. Para pengguna mungkin akan mendapatkan viewfinder yang jauh lebih besar, tetapi kemampuan zoom optiknya justru lebih rendah dibandingkan iPhone Pro dari generasi yang sama. Gurman bahkan menyatakan bahwa kamera adalah kelemahan terbesar dari perangkat generasi pertama ini. Apple mungkin harus melakukan penyesuaian internal karena desain foldable memiliki ruang terbatas untuk baterai, engsel, layar ganda, dan modul kamera.
Desain Buku Membuatnya Berubah dari iPhone menjadi Tablet Kecil
Berbagai kebocoran informasi sekarang menunjukkan bahwa perangkat ini memakai desain buku, bukan clamshell. Ketika ditutup, iPhone lipat memiliki layar luar sekitar 5,4 hingga 5,5 inci. Ukuran ini lebih kecil daripada banyak iPhone modern sehingga bodinya terasa lebih ringkas saat dimasukkan ke saku. Ketika dibuka, panel utama menjadi sekitar 7,8 inci. Beberapa laporan bahkan menyebut bentuknya mirip paspor ketika tertutup karena proporsi bodinya yang lebih lebar dan pendek.
Konsep ini berbeda dari perangkat lipat yang mengusahakan layar luar yang sangat tinggi dan sempit. Apple tampaknya ingin kedua mode memiliki fungsi yang jelas. Layar depan digunakan untuk aktivitas cepat seperti mengirim pesan, menjawab panggilan, mengambil gambar, bernavigasi, dan mengecek pemberitahuan. Layar bagian dalam berfungsi untuk pengalaman yang lebih mendalam saat membaca, bermain game, mengedit, atau melakukan multitasking. Para penguji yang dikutip oleh Gurman bahkan mengungkapkan suka bagaimana perangkat ini tetap mudah dimasukkan ke saku meskipun bisa dibuka menjadi ukuran layar tablet kecil. Mekanisme engsel juga mendapat umpan balik positif karena terasa kokoh dan tahan lama. Ini menjadi penting karena engsel adalah bagian yang paling krusial pada perangkat lipat dan menjadi alasan banyak orang masih ragu berpindah dari smartphone biasa.
Apple Berusaha Mengurangi Lipatan pada Layar
Salah satu masalah yang membuat Apple dikatakan menunda masuk ke pasar perangkat lipat adalah hadirnya garis lipatan pada layar. Smartphone lipat generasi awal dikenal dengan garis tengah yang jelas terlihat dan bisa dirasakan saat tangan menyentuh permukaan panel. Laporan tentang perkembangan Apple menyebut perusahaan ini melihat garis lipatan yang terlihat serta bentuk layar dalam yang terlalu sempit sebagai dua kelemahan utama dari produk lipat yang ada. Apple kemudian mengembangkan sistem panel dan engsel baru untuk mengatasi masalah ini.
Meskipun ada beberapa spekulasi yang menyebut layar tanpa lipatan, laporan yang lebih cermat menyatakan bahwa teknologi Apple mungkin hanya mampu mengurangi, bukan menghapus sepenuhnya, garis lipatan. Tujuannya adalah untuk membuat lipatan menjadi jauh lebih sulit terlihat saat layar digunakan secara normal. Engsel juga merupakan aspek penting karena tekanan harus dibagi rata agar panel fleksibel tidak mengalami tekanan berlebih pada titik tertentu. Kesan awal terhadap engsel yang tampak kokoh memberikan sinyal positif, tetapi daya tahan sesungguhnya baru bisa dievaluasi setelah perangkat produksi digunakan selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Untuk perangkat dengan harga tinggi, daya tahan lipatan akan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan apakah generasi pertama dari perangkat lipat Apple bisa diterima oleh banyak pengguna.
Kembalinya Touch ID karena Kesulitan Mengintegrasikan Face ID
Perubahan desain dikabarkan juga membuat Apple harus melakukan kompromi dalam sistem biometrik. iPhone lipat disebut tidak akan menggunakan Face ID dan malah kembali mengandalkan Touch ID yang diletakkan di tombol samping. Pendekatan ini mengingatkan kita pada beberapa model iPad yang memakai sensor sidik jari yang terintegrasi pada tombol daya. Jika kabar ini benar, koneksi dengan iPad akan terasa tidak hanya dari software. Tetapi juga dari cara perangkat diakses dan diamankan.
Mungkin alasannya berhubungan dengan ruang di dalam perangkat dan ketebalan. Sistem Face ID memerlukan beberapa komponen sensor yang memakan ruang di bagian depan perangkat. Perangkat lipat harus memberikan ruang untuk dua layar, engsel, baterai, kamera, dan berbagai komponen lainnya, sambil tetap mempertahankan ketipisan bodi. Touch ID di tombol samping memberikan cara yang jauh lebih ringkas untuk autentikasi biometrik. Bagi pengguna iPhone lama, kembalinya Touch ID mungkin terasa menarik, namun perangkat berharga lebih dari US$2. 000 tanpa Face ID tentu dapat memunculkan kontroversi. Sampai Apple memberikan pengumuman resmi, konfigurasi autentikasi ini masih sebatas spekulasi dan bisa saja berubah pada model produksi.
Diperkirakan iPhone Lipat Pertama Akan Diluncurkan pada September 2026
Apple belum memberikan pengumuman resmi mengenai iPhone lipat, namun laporan terbaru menunjukkan peluncurannya akan berlangsung pada September 2026. Kemungkinan bersamaan dengan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Beberapa sumber memperkirakan acara akan diselenggarakan sekitar 9 September. Tetapi tanggal tersebut belum bisa dianggap final sebelum Apple mengirim undangan atau mengumumkannya secara resmi. Nama “iPhone Ultra” juga belum resmi. Gurman menyatakan bahwa nama itu digunakan secara internal, sementara laporan lain masih memakai istilah iPhone Fold atau iPhone lipat.
Perkiraan harga kemungkinan akan menempatkan produk ini di puncak jajaran iPhone. Berbagai laporan menyebutkan kisaran harga antara US$2. 000 hingga US$2. 500, jauh lebih tinggi dibandingkan model Pro biasa. Jika angka tersebut benar, Apple perlu memberikan lebih dari sekadar daya tarik baru. Pendekatan yang mirip dengan iPad bisa menjadi solusinya. Layar besar harus benar-benar menciptakan pengalaman baru untuk multitasking, aplikasi, permainan, video, dan produktivitas agar harga yang tinggi terasa masuk akal. Menurut laporan dari orang-orang yang telah mencoba unit awal. Software dengan tata letak bergaya iPad ternyata menjadi salah satu fitur yang paling disukai. Jadi, daya tarik utama iPhone lipat Apple mungkin di masa depan bukan hanya karena perangkat ini bisa dilipat. Nilai terbesar mungkin terletak pada kemampuannya untuk beralih dari iPhone kompak menjadi perangkat yang mirip iPad mini hanya dengan membuka layarnya.
Teknologi
Tips Bikin Password Kuat dan Aktifkan 2FA, Akun Medsos Makin Aman
Published
20 hours agoon
September 11, 2026By
admin lintas
Keamanan akun media sosial semakin penting di tengah maraknya pencurian data, phishing, dan pembajakan akun. Hanya mengandalkan username dan password kini tidak lagi cukup untuk melindungi akun dari berbagai ancaman digital. Tips Bikin Password Kuat dan Aktifkan 2FA, Akun Medsos Makin Aman Salah Satunya Dengan Menggunakan 2FA.
Salah satu langkah paling sederhana yang bisa dilakukan adalah membuat password yang kuat dan mengaktifkan two-factor authentication (2FA). Kombinasi keduanya dapat memberikan lapisan perlindungan tambahan sehingga akun media sosial menjadi jauh lebih sulit diakses oleh orang yang tidak berwenang.
Badan keamanan siber seperti NIST juga merekomendasikan penggunaan autentikasi multifaktor dan password yang panjang serta unik untuk meningkatkan keamanan akun.
Mengapa Password Kuat Sangat Penting?
Password merupakan salah satu pertahanan pertama ketika seseorang mencoba masuk ke sebuah akun. Masalahnya, masih banyak pengguna yang menggunakan password sederhana seperti tanggal lahir, nama, nomor telepon, atau kombinasi angka yang mudah ditebak.
Penggunaan password yang sama di banyak platform juga sangat berisiko. Jika salah satu layanan mengalami kebocoran data, password tersebut berpotensi digunakan untuk mencoba masuk ke akun lain.
Karena itu, setiap akun sebaiknya memiliki password yang berbeda. NIST menyarankan password yang digunakan sebagai autentikasi satu faktor memiliki panjang minimal 15 karakter. Penggunaan passphrase yang panjang dan mudah diingat juga bisa menjadi pilihan.
Tips Membuat Sandi yang Sulit Ditebak
Ada beberapa cara sederhana untuk membuat password lebih aman.
1. Gunakan Password yang Panjang
Panjang password menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan keamanan. Daripada menggunakan kombinasi pendek yang rumit tetapi mudah ditebak, lebih baik menggunakan password atau passphrase yang panjang dan unik.
Contohnya, gunakan beberapa kata yang tidak berkaitan satu sama lain dan susun menjadi sebuah passphrase yang hanya diketahui oleh Anda.
Jangan menggunakan contoh password yang ditampilkan di artikel sebagai password sungguhan karena sudah diketahui publik.
2. Jangan Gunakan Password yang Sama
Hindari menggunakan satu password untuk Instagram, Facebook, TikTok, email, dan layanan lainnya.
Jika satu akun berhasil diretas, password yang sama dapat dicoba pada berbagai akun lain. Inilah alasan penggunaan password berbeda untuk setiap layanan sangat penting.
3. Hindari Informasi Pribadi
Jangan membuat password berdasarkan informasi yang mudah ditemukan orang lain, seperti nama lengkap, tanggal lahir, nama pasangan, nama hewan peliharaan, atau nomor telepon.
Informasi semacam itu terkadang dapat ditemukan melalui profil media sosial atau sumber publik lainnya.
4. Gunakan Password Manager
Jika sulit mengingat banyak password yang berbeda, password manager dapat membantu.
Password manager dapat membuat dan menyimpan password unik sehingga pengguna tidak perlu menghafal semuanya. NIST juga merekomendasikan password manager sebagai salah satu cara untuk membantu mengelola password yang panjang dan unik.
Aktifkan 2FA untuk Perlindungan Tambahan
Setelah membuat password yang kuat, langkah berikutnya adalah mengaktifkan 2FA atau two-factor authentication.
2FA menambahkan faktor autentikasi kedua setelah password. Artinya, seseorang yang mengetahui password Anda belum tentu bisa masuk ke akun karena masih membutuhkan faktor kedua untuk menyelesaikan proses login.
Sebagai contoh, ketika login dari perangkat baru, platform dapat meminta kode dari aplikasi autentikator selain username dan password.
Dengan cara tersebut, apabila password diketahui orang lain, masih terdapat penghalang tambahan sebelum akun dapat diakses.
Pilih Metode 2FA yang Lebih Aman
Tidak semua metode autentikasi multifaktor memiliki tingkat perlindungan yang sama.
Jika tersedia, pengguna dapat mempertimbangkan aplikasi autentikator atau metode autentikasi yang lebih tahan terhadap phishing. NIST menjelaskan bahwa kode melalui SMS memiliki kelemahan tertentu terhadap serangan phishing, sedangkan autentikator berbasis kriptografi seperti standar FIDO menawarkan perlindungan yang lebih kuat terhadap phishing.
Namun, jika sebuah platform hanya menyediakan 2FA melalui SMS, mengaktifkannya tetap dapat memberikan lapisan keamanan tambahan dibandingkan hanya menggunakan password.
Jangan Sembarangan Memberikan Kode 2FA
Satu hal yang sering dilupakan adalah kode 2FA tetap harus dirahasiakan.
Jangan memberikan kode verifikasi kepada siapa pun, termasuk orang yang mengaku sebagai petugas platform, teman, atau pihak yang menawarkan bantuan pemulihan akun.
Penipu dapat menggunakan teknik phishing untuk membuat korban memberikan password maupun kode autentikasi. NIST menyebut phishing sebagai salah satu cara umum yang digunakan penyerang untuk mendapatkan kredensial pengguna.
Waspadai Link Login Palsu
Password yang kuat sekalipun tidak akan banyak membantu jika pengguna memasukkannya ke situs palsu.
Karena itu, jangan sembarangan membuka link login yang dikirim melalui pesan pribadi, email, atau komentar. Periksa alamat situs sebelum memasukkan username dan password.
Jika mendapatkan pesan yang mengaku berasal dari sebuah platform dan meminta Anda login melalui sebuah link, lebih aman membuka aplikasi atau situs resminya secara langsung.
Periksa Perangkat yang Terhubung
Tips Bikin Password Selain 2FA, periksa secara berkala perangkat yang sedang login ke akun media sosial.
Jika menemukan perangkat atau lokasi login yang tidak dikenali, segera keluarkan perangkat tersebut dan ganti password.
Langkah ini penting terutama jika akun pernah digunakan pada komputer umum, perangkat orang lain, atau perangkat yang sudah tidak digunakan.
Aktifkan Semua Fitur Keamanan yang Tersedia
Setiap platform memiliki fitur keamanan yang berbeda. Selain 2FA, pengguna sebaiknya memanfaatkan fitur seperti peringatan login, pemeriksaan aktivitas akun, perangkat terpercaya, serta opsi pemulihan akun.
CISA juga memasukkan pengelolaan kredensial, MFA, pengaturan privasi, perangkat terpercaya, dan pemantauan ancaman sebagai bagian dari perlindungan akun media sosial.
Kesimpulan
Tips Bikin Password Untuk Melindungi akun media sosial sebenarnya tidak harus rumit. Langkah awal yang bisa dilakukan adalah menggunakan password yang panjang dan unik untuk setiap akun, kemudian mengaktifkan 2FA.
Selain itu, pengguna perlu berhati-hati terhadap phishing, tidak membagikan kode verifikasi, menghindari link login mencurigakan, dan rutin memeriksa perangkat yang memiliki akses ke akun.
Dengan kebiasaan tersebut, risiko akun media sosial dibajak dapat ditekan. Keamanan digital bukan hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kebiasaan pengguna dalam menjaga informasi pribadi dan kredensial.
Teknologi
Honda Super-ONE vs Prelude, Adu Teknologi EV dan Hybrid
Published
2 days agoon
September 10, 2026By
admin lintas
Honda terus memperluas pilihan kendaraan elektrifikasinya melalui pendekatan yang berbeda. Dua model yang menarik perhatian adalah Honda Super-ONE dan Honda Prelude. Keduanya sama-sama membawa semangat berkendara yang lebih menyenangkan di era elektrifikasi, tetapi menggunakan teknologi penggerak yang berbeda.
Super-ONE hadir sebagai mobil listrik kompak dengan konsep “e: Dash BOOSTER”, sedangkan Prelude kembali sebagai mobil sport hybrid yang mengandalkan teknologi e:HEV.
Lantas, seperti apa perbedaan keduanya? Berikut perbandingan teknologi Honda Super-ONE dan Prelude.
1. Super-ONE Mengandalkan Tenaga Listrik Penuh
Honda Super-ONE merupakan mobil listrik kompak yang dikembangkan dari pengalaman Honda menghadirkan kendaraan listrik kecil. Model ini menggunakan platform khusus dan dirancang untuk memberikan sensasi berkendara yang lebih menyenangkan dibandingkan citra mobil EV mungil yang hanya mengutamakan efisiensi.
Honda bahkan menyebut Super-ONE sebagai “FUN EV”. Fokus pengembangannya bukan hanya pada mobilitas sehari-hari, tetapi juga bagaimana kendaraan listrik dapat memberikan pengalaman berkendara yang lebih menggugah.
2. Prelude Memilih Teknologi Hybrid
Berbeda dari Super-ONE, Honda Prelude menggunakan sistem e:HEV, teknologi hybrid milik Honda.
Prelude dirancang sebagai mobil sport yang menggabungkan pengalaman berkendara dengan efisiensi kendaraan elektrifikasi. Honda menyebut model ini sebagai specialty hybrid sports model yang membawa kembali nama Prelude ke era elektrifikasi.
Artinya, Prelude tidak sepenuhnya meninggalkan mesin pembakaran internal. Sistem hybrid menjadi jembatan antara karakter mobil sport konvensional dan teknologi elektrifikasi.
3. Super-ONE Punya Fitur BOOST Mode
Salah satu teknologi menarik pada Super-ONE adalah BOOST Mode.
Fitur ini dirancang untuk memberikan sensasi berkendara yang lebih agresif. Honda menggabungkan peningkatan output tenaga dengan simulasi perpindahan tujuh tingkat rasio serta Active Sound Control.
Dengan pendekatan tersebut, Super-ONE mencoba menghadirkan sensasi seperti mobil bermesin konvensional, tetapi tetap mempertahankan karakter akselerasi kendaraan listrik.
Ini menjadi salah satu cara Honda membuat EV kecil terasa lebih emosional ketika dikendarai.
4. Prelude Lebih Mengutamakan Sensasi Mobil Sport
Prelude memiliki pendekatan berbeda. Honda mengembangkan mobil ini dengan konsep “Unlimited Glide”, yang terinspirasi dari gerakan glider saat melayang di udara.
Desainnya dibuat rendah dan lebar dengan garis bodi yang halus. Honda juga mengembangkan interior yang berorientasi pada pengalaman pengemudi sekaligus memberikan kenyamanan bagi penumpang.
Karena itu, Prelude lebih diarahkan kepada konsumen yang menginginkan mobil sport dengan teknologi elektrifikasi tanpa kehilangan kenyamanan untuk penggunaan sehari-hari.
5. Sama-Sama Mengejar Fun to Drive
Meskipun teknologi penggeraknya berbeda, Super-ONE dan Prelude memiliki satu persamaan penting: keduanya tidak ingin kendaraan elektrifikasi terasa membosankan.
Super-ONE mencoba mewujudkannya melalui ukuran kompak, karakter EV, dan BOOST Mode. Honda bahkan secara khusus mengembangkan respons kendaraan agar pengemudi dapat merasakan kondisi mobil secara lebih intuitif.
Sementara Prelude membawa filosofi tersebut ke segmen mobil sport. Sistem hybrid dikembangkan bukan hanya untuk efisiensi, tetapi juga untuk mempertahankan kesenangan berkendara.
6. Mana yang Lebih Futuristis?
Jika dilihat dari konsep elektrifikasinya, Super-ONE terasa lebih futuristis karena merupakan EV murni. Tidak ada ketergantungan pada mesin bensin sebagai bagian dari sistem penggeraknya.
Namun, Prelude menawarkan pendekatan yang lebih kompromistis. Teknologi hybrid memungkinkan Honda mempertahankan karakter mobil sport sekaligus meningkatkan efisiensi.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa Honda belum memilih satu jalur saja untuk masa depan kendaraan elektrifikasi. EV dan hybrid masih dikembangkan dengan karakter masing-masing.
7. Super-ONE untuk Mobilitas Harian, Prelude untuk Penggemar Mobil Sport
Super-ONE lebih cocok diposisikan sebagai kendaraan kompak untuk penggunaan sehari-hari. Ukurannya yang kecil membuatnya sesuai dengan kebutuhan mobilitas perkotaan, sementara karakter EV memberikan pengalaman berkendara yang berbeda.
Prelude memiliki sasaran yang lebih spesifik. Mobil ini ditujukan bagi mereka yang menginginkan kendaraan dengan desain sporty dan pengalaman berkendara yang lebih emosional, tetapi tetap membutuhkan kepraktisan.
Dengan kata lain, Super-ONE lebih menonjolkan fun EV, sedangkan Prelude menawarkan fun hybrid sports car.
8. Teknologi Honda Mulai Bergerak ke Arah Software
Persaingan kendaraan elektrifikasi saat ini tidak hanya mengenai motor listrik, baterai, atau mesin hybrid. Software juga semakin penting.
Honda dan Nissan pada 2026 bahkan mengumumkan rencana mengembangkan arsitektur elektronik dan software kendaraan bersama untuk model generasi berikutnya mulai tahun fiskal 2029. Perkembangan ini menunjukkan bahwa kendaraan Honda ke depan akan semakin bergantung pada teknologi software-defined vehicle.
Dengan demikian, Super-ONE dan Prelude dapat dilihat sebagai bagian dari perjalanan Honda menuju era kendaraan yang semakin terhubung dan berbasis teknologi.
Jadi, Super-ONE vs Prelude, Mana yang Lebih Menarik?
Keduanya menawarkan filosofi berbeda.
Honda Super-ONE unggul dari sisi konsep EV murni, ukuran kompak, dan teknologi yang dirancang untuk membuat mobil listrik terasa lebih menyenangkan.
Sementara Honda Prelude menawarkan perpaduan antara performa mobil sport, teknologi hybrid e:HEV, kenyamanan, dan efisiensi.
Jika menginginkan EV kompak yang unik dan menyenangkan, Super-ONE lebih menarik. Jika mencari mobil sport elektrifikasi dengan pendekatan hybrid, Prelude memiliki daya tarik yang lebih kuat.
Pada akhirnya, keduanya menunjukkan bagaimana Honda mencoba mempertahankan satu hal yang menjadi ciri khas mereknya: kesenangan berkendara, meski teknologi kendaraan terus berubah.
Teknologi
Jantung Buatan BiVACOR, Teknologi Titanium Masa Depan
Published
3 days agoon
September 9, 2026By
admin lintas
Teknologi medis terus berkembang untuk membantu pasien yang mengalami gagal jantung berat. Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah BiVACOR Total Artificial Heart (TAH), sebuah Jantung Buatan yang dirancang untuk menggantikan fungsi kedua bilik jantung dengan perangkat mekanis berukuran relatif ringkas.
Berbeda dari Jantung Buatan konvensional yang menggunakan mekanisme pompa pneumatik, BiVACOR mengandalkan rotor yang melayang secara magnetis untuk mengalirkan darah. Perangkat ini juga menggunakan struktur berbahan titanium, yang menjadi salah satu bagian penting dari desainnya.
Teknologi tersebut membuat BiVACOR menjadi salah satu kandidat penting dalam perkembangan jantung buatan generasi baru.
Apa Itu Jantung Buatan BiVACOR?
BiVACOR Total Artificial Heart merupakan perangkat yang dirancang untuk menggantikan fungsi jantung manusia secara keseluruhan, khususnya ketika kedua ventrikel tidak lagi mampu memompa darah secara memadai.
Dalam konsep jantung buatan total, ventrikel jantung yang mengalami kerusakan digantikan dengan pompa mekanis. Perangkat kemudian membantu mengalirkan darah menuju paru-paru dan seluruh tubuh.
BiVACOR memiliki pendekatan yang berbeda karena menggunakan satu rotor sentrifugal yang dilayang secara magnetis. Rotor tersebut tidak membutuhkan kontak mekanis seperti poros dan bantalan konvensional.
Mengapa Menggunakan Titanium?
Titanium menjadi salah satu material penting dalam desain BiVACOR karena karakteristiknya yang sesuai untuk perangkat medis yang harus berada di dalam tubuh.
Dalam penelitian mengenai kesesuaian anatomi BiVACOR, model perangkat dibuat menggunakan titanium untuk mengevaluasi bagaimana perangkat tersebut dapat ditempatkan di dalam rongga dada pasien.
Penggunaan material tersebut juga membantu menciptakan perangkat yang kuat dan tahan terhadap kondisi penggunaan jangka panjang.
Namun, menyebut BiVACOR sebagai “jantung titanium” bukan berarti seluruh perangkat hanya terdiri dari titanium. BiVACOR merupakan sistem mekanis kompleks yang dirancang untuk bekerja sebagai pengganti fungsi jantung.
Cara Kerja Rotor Magnetis
Salah satu teknologi utama BiVACOR adalah magnetic levitation atau levitasi magnetis.
Rotor di dalam perangkat dibuat melayang menggunakan gaya magnet sehingga dapat berputar tanpa kontak langsung dengan komponen mekanis tertentu. Putaran tersebut kemudian digunakan untuk memompa darah.
Desain ini penting karena komponen yang saling bergesekan dapat mengalami keausan. BiVACOR dirancang tanpa bagian mekanis yang saling bergesekan pada rotor, sehingga secara teori dapat mengurangi masalah keausan komponen. Program penelitian yang didanai NIH juga menyebut bahwa perangkat ini tidak memiliki bagian yang dirancang untuk mengalami keausan seperti mekanisme mekanis tradisional.
Bisa Menghasilkan Aliran Darah Berdenyut
Meskipun menggunakan pompa berputar, BiVACOR tidak hanya dirancang untuk menghasilkan aliran darah yang konstan.
Rotor dapat diatur kecepatannya sehingga menghasilkan perubahan aliran yang menciptakan tekanan berdenyut. Penelitian laboratorium menunjukkan bahwa BiVACOR dapat menghasilkan pulse pressure yang bermakna secara klinis.
Kemampuan tersebut menjadi bagian menarik dari teknologi BiVACOR karena sistemnya berusaha menggabungkan keunggulan pompa mekanis dengan karakteristik aliran darah yang lebih menyerupai fungsi jantung alami.
BiVACOR Sudah Pernah Diimplantasikan pada Manusia
BiVACOR bukan sekadar konsep futuristik. Perangkat ini telah menjalani penggunaan pada manusia dalam konteks penelitian klinis.
Pada 2024, publikasi medis melaporkan keberhasilan implantasi BiVACOR pada seorang pasien di Baylor St. Luke’s Medical Center, Texas. Pasien tersebut bertahan dengan perangkat selama delapan hari sebelum menerima transplantasi jantung.
Perkembangan berikutnya juga menunjukkan penggunaan BiVACOR dalam penelitian manusia sebagai jembatan menuju transplantasi jantung. Sebuah tinjauan ilmiah melaporkan bahwa pada 2025 perangkat tersebut berhasil digunakan pada pasien di Australia selama 100 hari sebelum pasien menerima transplantasi.
Apakah BiVACOR Bisa Menggantikan Jantung Selamanya?
Inilah bagian yang perlu dipahami. Meskipun BiVACOR memiliki desain yang menjanjikan, teknologi ini belum berarti manusia sudah memiliki jantung buatan yang dapat digunakan secara permanen tanpa batas.
Saat ini, jantung buatan total secara umum masih banyak digunakan sebagai bridge to transplant, yaitu menjaga pasien tetap mendapatkan aliran darah yang cukup sambil menunggu donor jantung yang sesuai. NIH juga menjelaskan bahwa jantung buatan total masih terutama digunakan sebagai solusi sementara menuju transplantasi, sementara para peneliti terus mengembangkan teknologi untuk penggunaan jangka panjang.
Karena itu, BiVACOR lebih tepat dipandang sebagai teknologi yang sedang dikembangkan menuju kemungkinan penggunaan jangka panjang, bukan sebagai pengganti transplantasi yang sudah tersedia secara luas.
Tantangan Terbesar Jantung Buatan
Menciptakan jantung buatan bukan hanya persoalan membuat pompa yang mampu mengalirkan darah. Perangkat harus bekerja di dalam tubuh dengan aman dan konsisten.
Salah satu tantangannya adalah menjaga agar darah tidak mengalami kerusakan ketika melewati perangkat. Penelitian terbaru terhadap BiVACOR menguji hemokompatibilitasnya pada kondisi aliran rendah dan tinggi. Hasil penelitian tersebut menunjukkan performa yang menjanjikan, meskipun perangkat tetap harus terus dievaluasi dalam berbagai kondisi operasi.
Risiko lain yang harus diperhatikan pada teknologi jantung buatan antara lain pembekuan darah dan infeksi. Pada teknologi total artificial heart secara umum, pasien juga dapat membutuhkan obat antikoagulan selama perangkat digunakan.
Masa Depan Teknologi Jantung Buatan
BiVACOR menunjukkan bagaimana teknologi mekanis, material modern, dan sistem kontrol dapat digabungkan untuk menciptakan alternatif bagi pasien dengan gagal jantung berat.
Desain rotor magnetis menjadi salah satu inovasi paling menarik karena mengurangi kontak mekanis dan memungkinkan pengaturan aliran darah. Sementara penggunaan titanium membantu menghadirkan struktur yang kuat untuk perangkat yang harus bekerja di dalam tubuh.
Jika penelitian klinis terus menunjukkan keamanan dan efektivitas, teknologi seperti BiVACOR berpotensi mengubah cara dunia medis menangani pasien dengan gagal jantung tahap akhir.
Namun, masih diperlukan penelitian lebih panjang untuk menentukan seberapa aman, efektif, dan tahan lama perangkat tersebut dalam penggunaan jangka panjang.
Kesimpulan
BiVACOR Total Artificial Heart merupakan salah satu inovasi menarik dalam perkembangan Jantung Buatan. Dengan menggunakan rotor yang melayang secara magnetis dan desain berbasis titanium, perangkat ini menawarkan pendekatan berbeda dibandingkan teknologi jantung buatan konvensional.
Keberhasilan implantasi pada manusia menunjukkan bahwa teknologi ini telah melewati tahap konsep dan memasuki fase pengujian klinis yang lebih serius.
Meski begitu, BiVACOR belum dapat dianggap sebagai jantung buatan permanen yang tersedia secara umum. Penelitian mengenai keamanan, daya tahan, aliran darah, dan penggunaan jangka panjang masih terus berlangsung.
Jika pengembangan teknologi ini berhasil, BiVACOR bisa menjadi salah satu langkah penting menuju masa depan ketika keterbatasan donor jantung tidak lagi menjadi satu-satunya pilihan bagi pasien dengan gagal jantung berat.
3 ASN Ditembak di Jayawijaya, Ini Langkah BKN untuk Keluarga Korban
Tips Belanja Baju di E-Commerce Biar Nggak Samaan dengan Orang Lain
10 Hidden Gem Manga yang Jarang Diketahui, Wajib Dibaca !
Emas Perdana Panjat Tebing Indonesia Ukir Rekor Dunia di Asian Beach Games 2026
Lagu Justin Bieber Viral Lagi Usai Coachella 2026
10 Film Action Netflix Terbaik 2026 yang Bikin Adrenalin Meledak
Trending
-
Olahraga4 months agoEmas Perdana Panjat Tebing Indonesia Ukir Rekor Dunia di Asian Beach Games 2026
-
Entertainment5 months agoLagu Justin Bieber Viral Lagi Usai Coachella 2026
-
Entertainment4 months ago10 Film Action Netflix Terbaik 2026 yang Bikin Adrenalin Meledak
-
Olahraga5 months agoTransfer Rashford Buntu, MU Tolak Skema Barcelona
-
Entertainment5 months agoLagu Kicau Mania NDX: Sound Trend yang Viral
-
Teknologi5 months agoAplikasi Tring Pegadaian Raih Penghargaan Nasional 2026
-
Teknologi4 months agoWhatsApp Plus Berbayar 2026 Hadir dengan Fitur Premium
-
Nasional4 months agoPutusan MK 2026: Tafsir Kerugian Negara Kini Lebih Tegas
