Teknologi medis terus berkembang untuk membantu pasien yang mengalami gagal jantung berat. Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah BiVACOR Total Artificial Heart (TAH), sebuah Jantung Buatan yang dirancang untuk menggantikan fungsi kedua bilik jantung dengan perangkat mekanis berukuran relatif ringkas.
Berbeda dari Jantung Buatan konvensional yang menggunakan mekanisme pompa pneumatik, BiVACOR mengandalkan rotor yang melayang secara magnetis untuk mengalirkan darah. Perangkat ini juga menggunakan struktur berbahan titanium, yang menjadi salah satu bagian penting dari desainnya.
Teknologi tersebut membuat BiVACOR menjadi salah satu kandidat penting dalam perkembangan jantung buatan generasi baru.
Apa Itu Jantung Buatan BiVACOR?
BiVACOR Total Artificial Heart merupakan perangkat yang dirancang untuk menggantikan fungsi jantung manusia secara keseluruhan, khususnya ketika kedua ventrikel tidak lagi mampu memompa darah secara memadai.
Dalam konsep jantung buatan total, ventrikel jantung yang mengalami kerusakan digantikan dengan pompa mekanis. Perangkat kemudian membantu mengalirkan darah menuju paru-paru dan seluruh tubuh.
BiVACOR memiliki pendekatan yang berbeda karena menggunakan satu rotor sentrifugal yang dilayang secara magnetis. Rotor tersebut tidak membutuhkan kontak mekanis seperti poros dan bantalan konvensional.
Mengapa Menggunakan Titanium?
Titanium menjadi salah satu material penting dalam desain BiVACOR karena karakteristiknya yang sesuai untuk perangkat medis yang harus berada di dalam tubuh.
Dalam penelitian mengenai kesesuaian anatomi BiVACOR, model perangkat dibuat menggunakan titanium untuk mengevaluasi bagaimana perangkat tersebut dapat ditempatkan di dalam rongga dada pasien.
Penggunaan material tersebut juga membantu menciptakan perangkat yang kuat dan tahan terhadap kondisi penggunaan jangka panjang.
Namun, menyebut BiVACOR sebagai “jantung titanium” bukan berarti seluruh perangkat hanya terdiri dari titanium. BiVACOR merupakan sistem mekanis kompleks yang dirancang untuk bekerja sebagai pengganti fungsi jantung.
Cara Kerja Rotor Magnetis
Salah satu teknologi utama BiVACOR adalah magnetic levitation atau levitasi magnetis.
Rotor di dalam perangkat dibuat melayang menggunakan gaya magnet sehingga dapat berputar tanpa kontak langsung dengan komponen mekanis tertentu. Putaran tersebut kemudian digunakan untuk memompa darah.
Desain ini penting karena komponen yang saling bergesekan dapat mengalami keausan. BiVACOR dirancang tanpa bagian mekanis yang saling bergesekan pada rotor, sehingga secara teori dapat mengurangi masalah keausan komponen. Program penelitian yang didanai NIH juga menyebut bahwa perangkat ini tidak memiliki bagian yang dirancang untuk mengalami keausan seperti mekanisme mekanis tradisional.
Bisa Menghasilkan Aliran Darah Berdenyut
Meskipun menggunakan pompa berputar, BiVACOR tidak hanya dirancang untuk menghasilkan aliran darah yang konstan.
Rotor dapat diatur kecepatannya sehingga menghasilkan perubahan aliran yang menciptakan tekanan berdenyut. Penelitian laboratorium menunjukkan bahwa BiVACOR dapat menghasilkan pulse pressure yang bermakna secara klinis.
Kemampuan tersebut menjadi bagian menarik dari teknologi BiVACOR karena sistemnya berusaha menggabungkan keunggulan pompa mekanis dengan karakteristik aliran darah yang lebih menyerupai fungsi jantung alami.
BiVACOR Sudah Pernah Diimplantasikan pada Manusia
BiVACOR bukan sekadar konsep futuristik. Perangkat ini telah menjalani penggunaan pada manusia dalam konteks penelitian klinis.
Pada 2024, publikasi medis melaporkan keberhasilan implantasi BiVACOR pada seorang pasien di Baylor St. Luke’s Medical Center, Texas. Pasien tersebut bertahan dengan perangkat selama delapan hari sebelum menerima transplantasi jantung.
Perkembangan berikutnya juga menunjukkan penggunaan BiVACOR dalam penelitian manusia sebagai jembatan menuju transplantasi jantung. Sebuah tinjauan ilmiah melaporkan bahwa pada 2025 perangkat tersebut berhasil digunakan pada pasien di Australia selama 100 hari sebelum pasien menerima transplantasi.
Apakah BiVACOR Bisa Menggantikan Jantung Selamanya?
Inilah bagian yang perlu dipahami. Meskipun BiVACOR memiliki desain yang menjanjikan, teknologi ini belum berarti manusia sudah memiliki jantung buatan yang dapat digunakan secara permanen tanpa batas.
Saat ini, jantung buatan total secara umum masih banyak digunakan sebagai bridge to transplant, yaitu menjaga pasien tetap mendapatkan aliran darah yang cukup sambil menunggu donor jantung yang sesuai. NIH juga menjelaskan bahwa jantung buatan total masih terutama digunakan sebagai solusi sementara menuju transplantasi, sementara para peneliti terus mengembangkan teknologi untuk penggunaan jangka panjang.
Karena itu, BiVACOR lebih tepat dipandang sebagai teknologi yang sedang dikembangkan menuju kemungkinan penggunaan jangka panjang, bukan sebagai pengganti transplantasi yang sudah tersedia secara luas.
Tantangan Terbesar Jantung Buatan
Menciptakan jantung buatan bukan hanya persoalan membuat pompa yang mampu mengalirkan darah. Perangkat harus bekerja di dalam tubuh dengan aman dan konsisten.
Salah satu tantangannya adalah menjaga agar darah tidak mengalami kerusakan ketika melewati perangkat. Penelitian terbaru terhadap BiVACOR menguji hemokompatibilitasnya pada kondisi aliran rendah dan tinggi. Hasil penelitian tersebut menunjukkan performa yang menjanjikan, meskipun perangkat tetap harus terus dievaluasi dalam berbagai kondisi operasi.
Risiko lain yang harus diperhatikan pada teknologi jantung buatan antara lain pembekuan darah dan infeksi. Pada teknologi total artificial heart secara umum, pasien juga dapat membutuhkan obat antikoagulan selama perangkat digunakan.
Masa Depan Teknologi Jantung Buatan
BiVACOR menunjukkan bagaimana teknologi mekanis, material modern, dan sistem kontrol dapat digabungkan untuk menciptakan alternatif bagi pasien dengan gagal jantung berat.
Desain rotor magnetis menjadi salah satu inovasi paling menarik karena mengurangi kontak mekanis dan memungkinkan pengaturan aliran darah. Sementara penggunaan titanium membantu menghadirkan struktur yang kuat untuk perangkat yang harus bekerja di dalam tubuh.
Jika penelitian klinis terus menunjukkan keamanan dan efektivitas, teknologi seperti BiVACOR berpotensi mengubah cara dunia medis menangani pasien dengan gagal jantung tahap akhir.
Namun, masih diperlukan penelitian lebih panjang untuk menentukan seberapa aman, efektif, dan tahan lama perangkat tersebut dalam penggunaan jangka panjang.
Kesimpulan
BiVACOR Total Artificial Heart merupakan salah satu inovasi menarik dalam perkembangan Jantung Buatan. Dengan menggunakan rotor yang melayang secara magnetis dan desain berbasis titanium, perangkat ini menawarkan pendekatan berbeda dibandingkan teknologi jantung buatan konvensional.
Keberhasilan implantasi pada manusia menunjukkan bahwa teknologi ini telah melewati tahap konsep dan memasuki fase pengujian klinis yang lebih serius.
Meski begitu, BiVACOR belum dapat dianggap sebagai jantung buatan permanen yang tersedia secara umum. Penelitian mengenai keamanan, daya tahan, aliran darah, dan penggunaan jangka panjang masih terus berlangsung.
Jika pengembangan teknologi ini berhasil, BiVACOR bisa menjadi salah satu langkah penting menuju masa depan ketika keterbatasan donor jantung tidak lagi menjadi satu-satunya pilihan bagi pasien dengan gagal jantung berat.