Honda terus memperluas pilihan kendaraan elektrifikasinya melalui pendekatan yang berbeda. Dua model yang menarik perhatian adalah Honda Super-ONE dan Honda Prelude. Keduanya sama-sama membawa semangat berkendara yang lebih menyenangkan di era elektrifikasi, tetapi menggunakan teknologi penggerak yang berbeda.
Super-ONE hadir sebagai mobil listrik kompak dengan konsep “e: Dash BOOSTER”, sedangkan Prelude kembali sebagai mobil sport hybrid yang mengandalkan teknologi e:HEV.
Lantas, seperti apa perbedaan keduanya? Berikut perbandingan teknologi Honda Super-ONE dan Prelude.
1. Super-ONE Mengandalkan Tenaga Listrik Penuh
Honda Super-ONE merupakan mobil listrik kompak yang dikembangkan dari pengalaman Honda menghadirkan kendaraan listrik kecil. Model ini menggunakan platform khusus dan dirancang untuk memberikan sensasi berkendara yang lebih menyenangkan dibandingkan citra mobil EV mungil yang hanya mengutamakan efisiensi.
Honda bahkan menyebut Super-ONE sebagai “FUN EV”. Fokus pengembangannya bukan hanya pada mobilitas sehari-hari, tetapi juga bagaimana kendaraan listrik dapat memberikan pengalaman berkendara yang lebih menggugah.
2. Prelude Memilih Teknologi Hybrid
Berbeda dari Super-ONE, Honda Prelude menggunakan sistem e:HEV, teknologi hybrid milik Honda.
Prelude dirancang sebagai mobil sport yang menggabungkan pengalaman berkendara dengan efisiensi kendaraan elektrifikasi. Honda menyebut model ini sebagai specialty hybrid sports model yang membawa kembali nama Prelude ke era elektrifikasi.
Artinya, Prelude tidak sepenuhnya meninggalkan mesin pembakaran internal. Sistem hybrid menjadi jembatan antara karakter mobil sport konvensional dan teknologi elektrifikasi.
3. Super-ONE Punya Fitur BOOST Mode
Salah satu teknologi menarik pada Super-ONE adalah BOOST Mode.
Fitur ini dirancang untuk memberikan sensasi berkendara yang lebih agresif. Honda menggabungkan peningkatan output tenaga dengan simulasi perpindahan tujuh tingkat rasio serta Active Sound Control.
Dengan pendekatan tersebut, Super-ONE mencoba menghadirkan sensasi seperti mobil bermesin konvensional, tetapi tetap mempertahankan karakter akselerasi kendaraan listrik.
Ini menjadi salah satu cara Honda membuat EV kecil terasa lebih emosional ketika dikendarai.
4. Prelude Lebih Mengutamakan Sensasi Mobil Sport
Prelude memiliki pendekatan berbeda. Honda mengembangkan mobil ini dengan konsep “Unlimited Glide”, yang terinspirasi dari gerakan glider saat melayang di udara.
Desainnya dibuat rendah dan lebar dengan garis bodi yang halus. Honda juga mengembangkan interior yang berorientasi pada pengalaman pengemudi sekaligus memberikan kenyamanan bagi penumpang.
Karena itu, Prelude lebih diarahkan kepada konsumen yang menginginkan mobil sport dengan teknologi elektrifikasi tanpa kehilangan kenyamanan untuk penggunaan sehari-hari.
5. Sama-Sama Mengejar Fun to Drive
Meskipun teknologi penggeraknya berbeda, Super-ONE dan Prelude memiliki satu persamaan penting: keduanya tidak ingin kendaraan elektrifikasi terasa membosankan.
Super-ONE mencoba mewujudkannya melalui ukuran kompak, karakter EV, dan BOOST Mode. Honda bahkan secara khusus mengembangkan respons kendaraan agar pengemudi dapat merasakan kondisi mobil secara lebih intuitif.
Sementara Prelude membawa filosofi tersebut ke segmen mobil sport. Sistem hybrid dikembangkan bukan hanya untuk efisiensi, tetapi juga untuk mempertahankan kesenangan berkendara.
6. Mana yang Lebih Futuristis?
Jika dilihat dari konsep elektrifikasinya, Super-ONE terasa lebih futuristis karena merupakan EV murni. Tidak ada ketergantungan pada mesin bensin sebagai bagian dari sistem penggeraknya.
Namun, Prelude menawarkan pendekatan yang lebih kompromistis. Teknologi hybrid memungkinkan Honda mempertahankan karakter mobil sport sekaligus meningkatkan efisiensi.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa Honda belum memilih satu jalur saja untuk masa depan kendaraan elektrifikasi. EV dan hybrid masih dikembangkan dengan karakter masing-masing.
7. Super-ONE untuk Mobilitas Harian, Prelude untuk Penggemar Mobil Sport
Super-ONE lebih cocok diposisikan sebagai kendaraan kompak untuk penggunaan sehari-hari. Ukurannya yang kecil membuatnya sesuai dengan kebutuhan mobilitas perkotaan, sementara karakter EV memberikan pengalaman berkendara yang berbeda.
Prelude memiliki sasaran yang lebih spesifik. Mobil ini ditujukan bagi mereka yang menginginkan kendaraan dengan desain sporty dan pengalaman berkendara yang lebih emosional, tetapi tetap membutuhkan kepraktisan.
Dengan kata lain, Super-ONE lebih menonjolkan fun EV, sedangkan Prelude menawarkan fun hybrid sports car.
8. Teknologi Honda Mulai Bergerak ke Arah Software
Persaingan kendaraan elektrifikasi saat ini tidak hanya mengenai motor listrik, baterai, atau mesin hybrid. Software juga semakin penting.
Honda dan Nissan pada 2026 bahkan mengumumkan rencana mengembangkan arsitektur elektronik dan software kendaraan bersama untuk model generasi berikutnya mulai tahun fiskal 2029. Perkembangan ini menunjukkan bahwa kendaraan Honda ke depan akan semakin bergantung pada teknologi software-defined vehicle.
Dengan demikian, Super-ONE dan Prelude dapat dilihat sebagai bagian dari perjalanan Honda menuju era kendaraan yang semakin terhubung dan berbasis teknologi.
Jadi, Super-ONE vs Prelude, Mana yang Lebih Menarik?
Keduanya menawarkan filosofi berbeda.
Honda Super-ONE unggul dari sisi konsep EV murni, ukuran kompak, dan teknologi yang dirancang untuk membuat mobil listrik terasa lebih menyenangkan.
Sementara Honda Prelude menawarkan perpaduan antara performa mobil sport, teknologi hybrid e:HEV, kenyamanan, dan efisiensi.
Jika menginginkan EV kompak yang unik dan menyenangkan, Super-ONE lebih menarik. Jika mencari mobil sport elektrifikasi dengan pendekatan hybrid, Prelude memiliki daya tarik yang lebih kuat.
Pada akhirnya, keduanya menunjukkan bagaimana Honda mencoba mempertahankan satu hal yang menjadi ciri khas mereknya: kesenangan berkendara, meski teknologi kendaraan terus berubah.