Keamanan akun media sosial semakin penting di tengah maraknya pencurian data, phishing, dan pembajakan akun. Hanya mengandalkan username dan password kini tidak lagi cukup untuk melindungi akun dari berbagai ancaman digital. Tips Bikin Password Kuat dan Aktifkan 2FA, Akun Medsos Makin Aman Salah Satunya Dengan Menggunakan 2FA.
Salah satu langkah paling sederhana yang bisa dilakukan adalah membuat password yang kuat dan mengaktifkan two-factor authentication (2FA). Kombinasi keduanya dapat memberikan lapisan perlindungan tambahan sehingga akun media sosial menjadi jauh lebih sulit diakses oleh orang yang tidak berwenang.
Badan keamanan siber seperti NIST juga merekomendasikan penggunaan autentikasi multifaktor dan password yang panjang serta unik untuk meningkatkan keamanan akun.
Mengapa Password Kuat Sangat Penting?
Password merupakan salah satu pertahanan pertama ketika seseorang mencoba masuk ke sebuah akun. Masalahnya, masih banyak pengguna yang menggunakan password sederhana seperti tanggal lahir, nama, nomor telepon, atau kombinasi angka yang mudah ditebak.
Penggunaan password yang sama di banyak platform juga sangat berisiko. Jika salah satu layanan mengalami kebocoran data, password tersebut berpotensi digunakan untuk mencoba masuk ke akun lain.
Karena itu, setiap akun sebaiknya memiliki password yang berbeda. NIST menyarankan password yang digunakan sebagai autentikasi satu faktor memiliki panjang minimal 15 karakter. Penggunaan passphrase yang panjang dan mudah diingat juga bisa menjadi pilihan.
Tips Membuat Sandi yang Sulit Ditebak
Ada beberapa cara sederhana untuk membuat password lebih aman.
1. Gunakan Password yang Panjang
Panjang password menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan keamanan. Daripada menggunakan kombinasi pendek yang rumit tetapi mudah ditebak, lebih baik menggunakan password atau passphrase yang panjang dan unik.
Contohnya, gunakan beberapa kata yang tidak berkaitan satu sama lain dan susun menjadi sebuah passphrase yang hanya diketahui oleh Anda.
Jangan menggunakan contoh password yang ditampilkan di artikel sebagai password sungguhan karena sudah diketahui publik.
2. Jangan Gunakan Password yang Sama
Hindari menggunakan satu password untuk Instagram, Facebook, TikTok, email, dan layanan lainnya.
Jika satu akun berhasil diretas, password yang sama dapat dicoba pada berbagai akun lain. Inilah alasan penggunaan password berbeda untuk setiap layanan sangat penting.
3. Hindari Informasi Pribadi
Jangan membuat password berdasarkan informasi yang mudah ditemukan orang lain, seperti nama lengkap, tanggal lahir, nama pasangan, nama hewan peliharaan, atau nomor telepon.
Informasi semacam itu terkadang dapat ditemukan melalui profil media sosial atau sumber publik lainnya.
4. Gunakan Password Manager
Jika sulit mengingat banyak password yang berbeda, password manager dapat membantu.
Password manager dapat membuat dan menyimpan password unik sehingga pengguna tidak perlu menghafal semuanya. NIST juga merekomendasikan password manager sebagai salah satu cara untuk membantu mengelola password yang panjang dan unik.
Aktifkan 2FA untuk Perlindungan Tambahan
Setelah membuat password yang kuat, langkah berikutnya adalah mengaktifkan 2FA atau two-factor authentication.
2FA menambahkan faktor autentikasi kedua setelah password. Artinya, seseorang yang mengetahui password Anda belum tentu bisa masuk ke akun karena masih membutuhkan faktor kedua untuk menyelesaikan proses login.
Sebagai contoh, ketika login dari perangkat baru, platform dapat meminta kode dari aplikasi autentikator selain username dan password.
Dengan cara tersebut, apabila password diketahui orang lain, masih terdapat penghalang tambahan sebelum akun dapat diakses.
Pilih Metode 2FA yang Lebih Aman
Tidak semua metode autentikasi multifaktor memiliki tingkat perlindungan yang sama.
Jika tersedia, pengguna dapat mempertimbangkan aplikasi autentikator atau metode autentikasi yang lebih tahan terhadap phishing. NIST menjelaskan bahwa kode melalui SMS memiliki kelemahan tertentu terhadap serangan phishing, sedangkan autentikator berbasis kriptografi seperti standar FIDO menawarkan perlindungan yang lebih kuat terhadap phishing.
Namun, jika sebuah platform hanya menyediakan 2FA melalui SMS, mengaktifkannya tetap dapat memberikan lapisan keamanan tambahan dibandingkan hanya menggunakan password.
Jangan Sembarangan Memberikan Kode 2FA
Satu hal yang sering dilupakan adalah kode 2FA tetap harus dirahasiakan.
Jangan memberikan kode verifikasi kepada siapa pun, termasuk orang yang mengaku sebagai petugas platform, teman, atau pihak yang menawarkan bantuan pemulihan akun.
Penipu dapat menggunakan teknik phishing untuk membuat korban memberikan password maupun kode autentikasi. NIST menyebut phishing sebagai salah satu cara umum yang digunakan penyerang untuk mendapatkan kredensial pengguna.
Waspadai Link Login Palsu
Password yang kuat sekalipun tidak akan banyak membantu jika pengguna memasukkannya ke situs palsu.
Karena itu, jangan sembarangan membuka link login yang dikirim melalui pesan pribadi, email, atau komentar. Periksa alamat situs sebelum memasukkan username dan password.
Jika mendapatkan pesan yang mengaku berasal dari sebuah platform dan meminta Anda login melalui sebuah link, lebih aman membuka aplikasi atau situs resminya secara langsung.
Periksa Perangkat yang Terhubung
Tips Bikin Password Selain 2FA, periksa secara berkala perangkat yang sedang login ke akun media sosial.
Jika menemukan perangkat atau lokasi login yang tidak dikenali, segera keluarkan perangkat tersebut dan ganti password.
Langkah ini penting terutama jika akun pernah digunakan pada komputer umum, perangkat orang lain, atau perangkat yang sudah tidak digunakan.
Aktifkan Semua Fitur Keamanan yang Tersedia
Setiap platform memiliki fitur keamanan yang berbeda. Selain 2FA, pengguna sebaiknya memanfaatkan fitur seperti peringatan login, pemeriksaan aktivitas akun, perangkat terpercaya, serta opsi pemulihan akun.
CISA juga memasukkan pengelolaan kredensial, MFA, pengaturan privasi, perangkat terpercaya, dan pemantauan ancaman sebagai bagian dari perlindungan akun media sosial.
Kesimpulan
Tips Bikin Password Untuk Melindungi akun media sosial sebenarnya tidak harus rumit. Langkah awal yang bisa dilakukan adalah menggunakan password yang panjang dan unik untuk setiap akun, kemudian mengaktifkan 2FA.
Selain itu, pengguna perlu berhati-hati terhadap phishing, tidak membagikan kode verifikasi, menghindari link login mencurigakan, dan rutin memeriksa perangkat yang memiliki akses ke akun.
Dengan kebiasaan tersebut, risiko akun media sosial dibajak dapat ditekan. Keamanan digital bukan hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kebiasaan pengguna dalam menjaga informasi pribadi dan kredensial.