Teknologi
Google Assistant Pensiun, Gemini Ambil Alih Android
Published
1 month agoon
By
admin lintas
Google Assistant Pensiun, Gemini Ambil Alih Android
Google Assistant akan menghentikan layanannya pada sebagian besar perangkat mobile mulai 4 September 2026. Setelah hampir sepuluh tahun menjadi salah satu elemen penting dalam pengalaman Android. Petinggi Google mengonfirmasi bahwa setelah tanggal tersebut. Mayoritas pengguna tidak akan dapat menggunakan atau kembali ke Google Assistant di smartphone dan tablet mereka. Proses penonaktifan akan berlangsung secara bertahap dalam beberapa minggu, bukan secara instan. Ini berarti beberapa pengguna mungkin masih dapat mengakses Assistant untuk beberapa waktu setelah tanggal tersebut. Sedangkan perangkat lain mungkin sudah sepenuhnya beralih ke Gemini. Keputusan ini sebenarnya telah menjadi rencana yang matang sejak lama.
Pada Maret 2025, Google mengumumkan rencananya untuk meningkatkan pengalaman Assistant di perangkat mobile dengan migrasi ke Gemini. Karena perusahaan melihat teknologi AI generatif sebagai masa depan untuk asisten digital. Jutaan pengguna bahkan telah beralih sebelum pengumuman resmi mengenai penghentian ini. Untuk perangkat yang kompatibel, Gemini kini dioptimalkan sebagai asisten utama dalam menjawab pertanyaan, melaksanakan perintah suara, mencari informasi, mengelola tugas, hingga menangani interaksi yang lebih rumit. Namun, istilah “pensiun” tidak berarti bahwa semua produk bernama Google Assistant akan langsung hilang dari perangkat Google pada bulan September. Langkah ini berfokus pada ponsel, tablet, Wear OS, perangkat yang terhubung dengan ponsel, dan beberapa fitur Android Auto. Perangkat rumah dan sistem kendaraan tertentu akan mengikuti jadwal transisi yang berbeda.
Gemini Sebagai Alternatif dengan Fitur AI Generatif
Perubahan paling signifikan yang akan dirasakan pengguna adalah cara asisten menginterpretasikan permintaan. Selama bertahun-tahun, Google Assistant sangat efisien dalam menjalankan arahan langsung seperti mengatur timer, melakukan panggilan, mengirim pesan, membuka aplikasi, atau memutar lagu. Gemini masih dirancang untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut, namun kemampuannya kini ditingkatkan melalui model AI generatif yang lebih memahami konteks dan percakapan yang lebih panjang. Pengguna tidak perlu lagi mengingat perintah yang sangat khusus. Sebuah pertanyaan dapat ditindaklanjuti dengan pertanyaan baru tanpa perlu mengulang semua informasi dari awal. Gemini juga dapat membantu dalam penulisan, menjelaskan informasi yang rumit, merangkum, melakukan brainstorming, dan berinteraksi dengan berbagai jenis data.
Google menyatakan pengembangan Gemini sebagai langkah untuk menciptakan asisten yang lebih personal, memahami lingkungan pengguna, serta mampu terhubung dengan aplikasi dan layanan yang sudah ada. Pergeseran ini menjelaskan mengapa perusahaan memutuskan untuk mengganti Assistant ketimbang hanya menambah fitur pada platform lama. Gemini dirancang dengan AI generatif sebagai dasar utamanya, sedangkan Google Assistant lahir pada era ketika pengenalan suara dan pemrosesan bahasa alami menjadi prioritas utama. Walaupun menawarkan fitur yang lebih luas, Gemini masih bisa melakukan kesalahan seperti sistem AI generatif lainnya. Oleh karena itu, penting untuk memverifikasi jawaban yang diberikan, terutama ketika berkaitan dengan informasi penting atau keputusan yang memerlukan ketepatan tinggi.
Perintah “Hey Google” Akan Tetap Ada
Bagi para pengguna yang sudah akrab dengan ungkapan “Hey Google,” tidak perlu mengubah kebiasaan itu meskipun ada perubahan pada asisten yang digunakan. Frasa aktif yang sama masih bisa digunakan untuk memanggil Gemini di semua perangkat yang sesuai. Dengan cara ini, transisi menjadi lebih mudah karena pengguna tidak perlu belajar kata pemicu baru. Perubahan paling signifikan akan terlihat setelah asisten diaktifkan. Gemini mampu memberikan jawaban yang lebih mendalam dan menangkap pertanyaan lanjutan dalam konteks diskusi. Dalam penerapan Gemini for Home, Google bahkan masih mempertahankan penggunaan “Hey Google” untuk memulai interaksi, yang memungkinkan pengguna untuk melanjutkan percakapan dengan cara yang lebih intuitif.
Di perangkat mobile, Gemini berupaya mengembalikan beragam fungsi praktis yang mendorong beberapa pengguna bertahan dengan Assistant. Google secara khusus menyoroti dukungan untuk memutar musik, mengatur pengatur waktu, dan menjalankan tugas dari layar kunci sebagai beberapa fitur yang ditingkatkan menjelang proses perpindahan. Hal ini sangat penting, terutama karena pada tahap awal Gemini, banyak fungsi dasar yang sudah jamak di Assistant tidak selalu tersedia. Google tampaknya berupaya menyempurnakan aspek ini sebelum membatasi akses ke Assistant secara lebih luas. Namun, kemampuan Gemini dapat bervariasi berdasarkan bahasa, negara, jenis akun, perangkat yang digunakan, dan aplikasi yang terhubung. Oleh karena itu, sebaiknya pengguna memeriksa pengaturan Gemini di perangkat mereka sebelum tanggal penghentian untuk memastikan fungsi yang sering mereka gunakan sudah tersedia.
Gemini Live Membuat Percakapan Lebih Alami
Salah satu fitur yang paling mencolok dari Gemini dibandingkan Google Assistant adalah Gemini Live. Mode ini memberikan ruang untuk percakapan timbal balik yang lebih bebas dibandingkan dengan pola perintah serta respons singkat. Pengguna bisa mendalami suatu topik, mengajukan pertanyaan tambahan, memotong respons untuk memperjelas arah pembicaraan, dan melanjutkan tanpa perlu memulai dari nol. Google memandang pola ini sebagai elemen penting dalam generasi asisten baru, di mana pengguna tidak sekadar meminta perangkat untuk melakukan satu tindakan. Mereka dapat memanfaatkan AI sebagai mitra dalam brainstorming, proses pembelajaran, merencanakan aktivitas, atau menyelesaikan masalah. Konsep serupa juga telah diintegrasikan Google ke dalam perangkat rumah melalui Gemini for Home.
Dalam sistem tersebut, pengguna dapat memulai dengan “Hey Google, mari bercerita,” setelah itu berlangsung komunikasi tanpa perlu mengulangi kata pemicu. Gemini juga bisa memanfaatkan kemampuan pencarian dan penalaran untuk membantu menjawab pertanyaan yang memerlukan penjelasan lebih mendalam. Bagi pengguna Android, peralihan ke Gemini berarti tombol asisten atau perintah suara tidak lagi hanya membuka antarmuka untuk memberikan perintah sederhana. Perangkat kini dapat berubah menjadi pintu gerbang menuju pengalaman chatbot AI yang lebih menyeluruh. Namun, percakapan yang lebih panjang menuntut pengguna untuk memahami pengaturan aktivitas dan privasi Gemini. Percakapan bisa tersimpan sesuai dengan konfigurasi akun, dan pengguna memiliki kontrol penuh untuk mengelola riwayat dan pengaturan data melalui Gemini Apps.
Wear OS, Headphone, dan Android Auto Juga Berubah
Perubahan Google Assistant tidak hanya terjadi pada ponsel. Google sudah memastikan bahwa tablet, mobil, serta perangkat yang terhubung dengan ponsel seperti headphone dan smartwatch juga akan diperbarui ke Gemini. Pengumuman terbaru menginformasikan bahwa 4 September 2026 akan menjadi tanggal penting bagi kebanyakan pengguna Assistant dalam ekosistem mobile tersebut. Wear OS semakin mendekati Gemini dengan menggunakan perangkat terbaru, sedangkan Android Auto juga dalam proses beralih ke asisten AI tersebut. Perubahan di mobil memiliki tantangan tersendiri karena fungsi suara harus tetap sederhana dan aman saat pengemudi berkendara. Gemini dapat membantu mencari informasi, mengatur komunikasi, memberi arah, atau melakukan aksi melalui suara tanpa perlu membuat pengguna terus melihat layar.
Namun, kendaraan dengan Google bawaan memiliki jalur transisi yang berbeda, dan Google Assistant mungkin bertahan lebih lama di beberapa sistem tersebut. Hal yang sama juga berlaku untuk perangkat yang tidak memenuhi syarat minimum Gemini. Ketika Google pertama kali mengumumkan rencana pindah pada 2025. Perusahaan menyatakan bahwa fungsi Assistant tidak langsung berubah di perangkat mobile yang tidak memenuhi syarat minimum untuk menggunakan Gemini. Ini berarti pemilik perangkat Android lama perlu memeriksa dukungan secara spesifik. Jadwal dan cara transisi bisa berbeda tergantung pada perangkat keras, versi Android, negara, dan bagaimana produsen menerapkan layanan Google pada perangkatnya.
Google Home dan Google TV Tidak Segera Kehilangan Assistant
Tanggal 4 September bukanlah batas waktu yang sama untuk semua perangkat dalam ekosistem Google. Google Home, speaker pintar, layar pintar, dan Google TV memiliki proses migrasi yang berbeda. Untuk rumah, Google memperkenalkan Gemini for Home, asisten suara baru yang secara perlahan menggantikan Google Assistant pada speaker dan layar pintar yang ada. Program ini dimulai dengan tahap akses awal sebelum diperluas ke lebih banyak pengguna dan negara. Gemini for Home tetap mempertahankan kemampuan dasar seperti mengendalikan lampu, mengatur timer, membuat jadwal, atau memutar media, tetapi dengan pemahaman bahasa yang lebih baik.
Misalnya, pengguna dapat memberikan beberapa perintah untuk smart home dalam satu kalimat atau menjelaskan media yang ingin diputar tanpa harus mengingat judulnya. Google TV juga mulai mendapatkan pengalaman Gemini yang ditujukan untuk mencari tontonan dan interaksi melalui layar besar. Karena jalur pengembangan perangkat rumah dan televisi berbeda, pengguna sebaiknya tidak berpikir bahwa speaker Nest atau televisi akan kehilangan fungsi Assistant persis pada saat ponsel berpindah pada bulan September. Google dengan jelas menyatakan bahwa Gemini for Home akan menggantikan Assistant secara bertahap pada perangkat-rumah yang sudah ada. Rencana ini menunjukkan bahwa perusahaan ingin mengalihkan seluruh ekosistem ke Gemini, tetapi akan menyesuaikan waktu berdasarkan jenis perangkat dan keperluan pengguna.
Pengguna Bisa Beralih ke Gemini Sebelum September.
Tidak perlu menunggu hingga 4 September untuk mulai memakai Gemini. Di banyak ponsel Android yang cocok, Gemini sudah bisa jadi asisten digital utama. Pengguna bisa menginstal aplikasi Gemini jika belum ada, masuk dengan akun Google, lalu mengikuti langkah-langkah untuk menjadikannya sebagai asisten di perangkat. Setelah aktif, pengguna bisa memanggil Gemini dengan tombol tertentu, gerakan, atau mengatakan “Hey Google”. Beralih lebih awal bisa jadi pilihan yang bagus bagi mereka yang sangat tergantung pada asisten suara setiap hari, karena ini memberi mereka waktu untuk melihat apakah rutinitas tertentu perlu disesuaikan.
Pengguna bisa mencoba mengatur alarm, mengirim pesan, melakukan panggilan, mengakses kalender, membuat pengingat, membuka aplikasi, dan mengecek apakah layanan musik yang digunakan berjalan sesuai harapan. Google sendiri terus meningkatkan pengalaman harian Gemini. Karena mereka sadar bahwa pengguna Assistant mempunyai harapan tinggi terhadap fungsi sederhana yang sudah ada selama bertahun-tahun. Gemini juga dapat terhubung dengan aplikasi dan layanan Google untuk melakukan tindakan dengan izin pengguna. Namun, tidak semua akun mendapatkan fitur yang sama persis. Beberapa kemampuan memerlukan versi aplikasi terbaru. Jika aplikasi Terhubung tertentu, daerah atau bahasa yang mendukung, dan terkadang juga syarat usia serta jenis akun. Mencoba Gemini lebih awal memberikan kesempatan untuk menyesuaikan sebelum pilihan untuk kembali. Kepada Google Assistant benar-benar hilang bagi sebagian besar perangkat yang terkena.
Akhir dari Assistant Menandai Perubahan Besar di Android
Google Assistant pertama kali muncul pada tahun 2016 ketika interaksi suara menjadi salah satu inovasi terbesar dalam teknologi seluler. Sepuluh tahun kemudian, Google melihat AI generatif sebagai perubahan berikutnya dan memilih Gemini sebagai dasar untuk asisten baru. Perubahan ini jauh lebih besar daripada sekedar ganti nama. Assistant telah dirancang terutama sebagai sistem yang memahami permintaan dan menjalankan perintah atau memberikan jawaban. Gemini dirancang agar bisa memahami konteks, melakukan penalaran, berdebat, bekerja dengan aplikasi, dan membantu membuat konten.
Oleh karena itu, penghentian Assistant menandakan perubahan dalam konsep apa yang disebut “asisten” di smartphone. Pengguna tidak lagi hanya meminta alarm dibunyikan atau cuaca dibacakan. Tetapi bisa berdiskusi tentang rencana perjalanan, meminta bantuan memahami dokumen, melakukan brainstorming, atau melanjutkan percakapan dengan berbagai cara. Google juga terus mengembangkan Gemini ke Android Auto, Wear OS, smart home, televisi, headphone, dan perangkat baru lainnya. Sehingga sistem AI ini semakin mendalam dalam ekosistem Android. Meskipun begitu, masa peralihan ini tetap membutuhkan perhatian karena pengguna memiliki kebiasaan dan kebutuhan yang berbeda. Fitur yang lebih pintar belum tentu lebih mudah digunakan untuk setiap tugas. Mulai 4 September 2026. Mayoritas pengguna ponsel tidak akan lagi mempunyai pilihan untuk balik ke Google Assistant. Sehingga kemampuan Gemini dalam menjalankan tugas sehari-hari akan jadi ukuran utama apakah pergantian ini benar-benar terasa sebagai peningkatan.
You may like
Teknologi
Tips Bikin Password Kuat dan Aktifkan 2FA, Akun Medsos Makin Aman
Published
16 hours agoon
September 11, 2026By
admin lintas
Keamanan akun media sosial semakin penting di tengah maraknya pencurian data, phishing, dan pembajakan akun. Hanya mengandalkan username dan password kini tidak lagi cukup untuk melindungi akun dari berbagai ancaman digital. Tips Bikin Password Kuat dan Aktifkan 2FA, Akun Medsos Makin Aman Salah Satunya Dengan Menggunakan 2FA.
Salah satu langkah paling sederhana yang bisa dilakukan adalah membuat password yang kuat dan mengaktifkan two-factor authentication (2FA). Kombinasi keduanya dapat memberikan lapisan perlindungan tambahan sehingga akun media sosial menjadi jauh lebih sulit diakses oleh orang yang tidak berwenang.
Badan keamanan siber seperti NIST juga merekomendasikan penggunaan autentikasi multifaktor dan password yang panjang serta unik untuk meningkatkan keamanan akun.
Mengapa Password Kuat Sangat Penting?
Password merupakan salah satu pertahanan pertama ketika seseorang mencoba masuk ke sebuah akun. Masalahnya, masih banyak pengguna yang menggunakan password sederhana seperti tanggal lahir, nama, nomor telepon, atau kombinasi angka yang mudah ditebak.
Penggunaan password yang sama di banyak platform juga sangat berisiko. Jika salah satu layanan mengalami kebocoran data, password tersebut berpotensi digunakan untuk mencoba masuk ke akun lain.
Karena itu, setiap akun sebaiknya memiliki password yang berbeda. NIST menyarankan password yang digunakan sebagai autentikasi satu faktor memiliki panjang minimal 15 karakter. Penggunaan passphrase yang panjang dan mudah diingat juga bisa menjadi pilihan.
Tips Membuat Sandi yang Sulit Ditebak
Ada beberapa cara sederhana untuk membuat password lebih aman.
1. Gunakan Password yang Panjang
Panjang password menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan keamanan. Daripada menggunakan kombinasi pendek yang rumit tetapi mudah ditebak, lebih baik menggunakan password atau passphrase yang panjang dan unik.
Contohnya, gunakan beberapa kata yang tidak berkaitan satu sama lain dan susun menjadi sebuah passphrase yang hanya diketahui oleh Anda.
Jangan menggunakan contoh password yang ditampilkan di artikel sebagai password sungguhan karena sudah diketahui publik.
2. Jangan Gunakan Password yang Sama
Hindari menggunakan satu password untuk Instagram, Facebook, TikTok, email, dan layanan lainnya.
Jika satu akun berhasil diretas, password yang sama dapat dicoba pada berbagai akun lain. Inilah alasan penggunaan password berbeda untuk setiap layanan sangat penting.
3. Hindari Informasi Pribadi
Jangan membuat password berdasarkan informasi yang mudah ditemukan orang lain, seperti nama lengkap, tanggal lahir, nama pasangan, nama hewan peliharaan, atau nomor telepon.
Informasi semacam itu terkadang dapat ditemukan melalui profil media sosial atau sumber publik lainnya.
4. Gunakan Password Manager
Jika sulit mengingat banyak password yang berbeda, password manager dapat membantu.
Password manager dapat membuat dan menyimpan password unik sehingga pengguna tidak perlu menghafal semuanya. NIST juga merekomendasikan password manager sebagai salah satu cara untuk membantu mengelola password yang panjang dan unik.
Aktifkan 2FA untuk Perlindungan Tambahan
Setelah membuat password yang kuat, langkah berikutnya adalah mengaktifkan 2FA atau two-factor authentication.
2FA menambahkan faktor autentikasi kedua setelah password. Artinya, seseorang yang mengetahui password Anda belum tentu bisa masuk ke akun karena masih membutuhkan faktor kedua untuk menyelesaikan proses login.
Sebagai contoh, ketika login dari perangkat baru, platform dapat meminta kode dari aplikasi autentikator selain username dan password.
Dengan cara tersebut, apabila password diketahui orang lain, masih terdapat penghalang tambahan sebelum akun dapat diakses.
Pilih Metode 2FA yang Lebih Aman
Tidak semua metode autentikasi multifaktor memiliki tingkat perlindungan yang sama.
Jika tersedia, pengguna dapat mempertimbangkan aplikasi autentikator atau metode autentikasi yang lebih tahan terhadap phishing. NIST menjelaskan bahwa kode melalui SMS memiliki kelemahan tertentu terhadap serangan phishing, sedangkan autentikator berbasis kriptografi seperti standar FIDO menawarkan perlindungan yang lebih kuat terhadap phishing.
Namun, jika sebuah platform hanya menyediakan 2FA melalui SMS, mengaktifkannya tetap dapat memberikan lapisan keamanan tambahan dibandingkan hanya menggunakan password.
Jangan Sembarangan Memberikan Kode 2FA
Satu hal yang sering dilupakan adalah kode 2FA tetap harus dirahasiakan.
Jangan memberikan kode verifikasi kepada siapa pun, termasuk orang yang mengaku sebagai petugas platform, teman, atau pihak yang menawarkan bantuan pemulihan akun.
Penipu dapat menggunakan teknik phishing untuk membuat korban memberikan password maupun kode autentikasi. NIST menyebut phishing sebagai salah satu cara umum yang digunakan penyerang untuk mendapatkan kredensial pengguna.
Waspadai Link Login Palsu
Password yang kuat sekalipun tidak akan banyak membantu jika pengguna memasukkannya ke situs palsu.
Karena itu, jangan sembarangan membuka link login yang dikirim melalui pesan pribadi, email, atau komentar. Periksa alamat situs sebelum memasukkan username dan password.
Jika mendapatkan pesan yang mengaku berasal dari sebuah platform dan meminta Anda login melalui sebuah link, lebih aman membuka aplikasi atau situs resminya secara langsung.
Periksa Perangkat yang Terhubung
Tips Bikin Password Selain 2FA, periksa secara berkala perangkat yang sedang login ke akun media sosial.
Jika menemukan perangkat atau lokasi login yang tidak dikenali, segera keluarkan perangkat tersebut dan ganti password.
Langkah ini penting terutama jika akun pernah digunakan pada komputer umum, perangkat orang lain, atau perangkat yang sudah tidak digunakan.
Aktifkan Semua Fitur Keamanan yang Tersedia
Setiap platform memiliki fitur keamanan yang berbeda. Selain 2FA, pengguna sebaiknya memanfaatkan fitur seperti peringatan login, pemeriksaan aktivitas akun, perangkat terpercaya, serta opsi pemulihan akun.
CISA juga memasukkan pengelolaan kredensial, MFA, pengaturan privasi, perangkat terpercaya, dan pemantauan ancaman sebagai bagian dari perlindungan akun media sosial.
Kesimpulan
Tips Bikin Password Untuk Melindungi akun media sosial sebenarnya tidak harus rumit. Langkah awal yang bisa dilakukan adalah menggunakan password yang panjang dan unik untuk setiap akun, kemudian mengaktifkan 2FA.
Selain itu, pengguna perlu berhati-hati terhadap phishing, tidak membagikan kode verifikasi, menghindari link login mencurigakan, dan rutin memeriksa perangkat yang memiliki akses ke akun.
Dengan kebiasaan tersebut, risiko akun media sosial dibajak dapat ditekan. Keamanan digital bukan hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kebiasaan pengguna dalam menjaga informasi pribadi dan kredensial.
Teknologi
Honda Super-ONE vs Prelude, Adu Teknologi EV dan Hybrid
Published
2 days agoon
September 10, 2026By
admin lintas
Honda terus memperluas pilihan kendaraan elektrifikasinya melalui pendekatan yang berbeda. Dua model yang menarik perhatian adalah Honda Super-ONE dan Honda Prelude. Keduanya sama-sama membawa semangat berkendara yang lebih menyenangkan di era elektrifikasi, tetapi menggunakan teknologi penggerak yang berbeda.
Super-ONE hadir sebagai mobil listrik kompak dengan konsep “e: Dash BOOSTER”, sedangkan Prelude kembali sebagai mobil sport hybrid yang mengandalkan teknologi e:HEV.
Lantas, seperti apa perbedaan keduanya? Berikut perbandingan teknologi Honda Super-ONE dan Prelude.
1. Super-ONE Mengandalkan Tenaga Listrik Penuh
Honda Super-ONE merupakan mobil listrik kompak yang dikembangkan dari pengalaman Honda menghadirkan kendaraan listrik kecil. Model ini menggunakan platform khusus dan dirancang untuk memberikan sensasi berkendara yang lebih menyenangkan dibandingkan citra mobil EV mungil yang hanya mengutamakan efisiensi.
Honda bahkan menyebut Super-ONE sebagai “FUN EV”. Fokus pengembangannya bukan hanya pada mobilitas sehari-hari, tetapi juga bagaimana kendaraan listrik dapat memberikan pengalaman berkendara yang lebih menggugah.
2. Prelude Memilih Teknologi Hybrid
Berbeda dari Super-ONE, Honda Prelude menggunakan sistem e:HEV, teknologi hybrid milik Honda.
Prelude dirancang sebagai mobil sport yang menggabungkan pengalaman berkendara dengan efisiensi kendaraan elektrifikasi. Honda menyebut model ini sebagai specialty hybrid sports model yang membawa kembali nama Prelude ke era elektrifikasi.
Artinya, Prelude tidak sepenuhnya meninggalkan mesin pembakaran internal. Sistem hybrid menjadi jembatan antara karakter mobil sport konvensional dan teknologi elektrifikasi.
3. Super-ONE Punya Fitur BOOST Mode
Salah satu teknologi menarik pada Super-ONE adalah BOOST Mode.
Fitur ini dirancang untuk memberikan sensasi berkendara yang lebih agresif. Honda menggabungkan peningkatan output tenaga dengan simulasi perpindahan tujuh tingkat rasio serta Active Sound Control.
Dengan pendekatan tersebut, Super-ONE mencoba menghadirkan sensasi seperti mobil bermesin konvensional, tetapi tetap mempertahankan karakter akselerasi kendaraan listrik.
Ini menjadi salah satu cara Honda membuat EV kecil terasa lebih emosional ketika dikendarai.
4. Prelude Lebih Mengutamakan Sensasi Mobil Sport
Prelude memiliki pendekatan berbeda. Honda mengembangkan mobil ini dengan konsep “Unlimited Glide”, yang terinspirasi dari gerakan glider saat melayang di udara.
Desainnya dibuat rendah dan lebar dengan garis bodi yang halus. Honda juga mengembangkan interior yang berorientasi pada pengalaman pengemudi sekaligus memberikan kenyamanan bagi penumpang.
Karena itu, Prelude lebih diarahkan kepada konsumen yang menginginkan mobil sport dengan teknologi elektrifikasi tanpa kehilangan kenyamanan untuk penggunaan sehari-hari.
5. Sama-Sama Mengejar Fun to Drive
Meskipun teknologi penggeraknya berbeda, Super-ONE dan Prelude memiliki satu persamaan penting: keduanya tidak ingin kendaraan elektrifikasi terasa membosankan.
Super-ONE mencoba mewujudkannya melalui ukuran kompak, karakter EV, dan BOOST Mode. Honda bahkan secara khusus mengembangkan respons kendaraan agar pengemudi dapat merasakan kondisi mobil secara lebih intuitif.
Sementara Prelude membawa filosofi tersebut ke segmen mobil sport. Sistem hybrid dikembangkan bukan hanya untuk efisiensi, tetapi juga untuk mempertahankan kesenangan berkendara.
6. Mana yang Lebih Futuristis?
Jika dilihat dari konsep elektrifikasinya, Super-ONE terasa lebih futuristis karena merupakan EV murni. Tidak ada ketergantungan pada mesin bensin sebagai bagian dari sistem penggeraknya.
Namun, Prelude menawarkan pendekatan yang lebih kompromistis. Teknologi hybrid memungkinkan Honda mempertahankan karakter mobil sport sekaligus meningkatkan efisiensi.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa Honda belum memilih satu jalur saja untuk masa depan kendaraan elektrifikasi. EV dan hybrid masih dikembangkan dengan karakter masing-masing.
7. Super-ONE untuk Mobilitas Harian, Prelude untuk Penggemar Mobil Sport
Super-ONE lebih cocok diposisikan sebagai kendaraan kompak untuk penggunaan sehari-hari. Ukurannya yang kecil membuatnya sesuai dengan kebutuhan mobilitas perkotaan, sementara karakter EV memberikan pengalaman berkendara yang berbeda.
Prelude memiliki sasaran yang lebih spesifik. Mobil ini ditujukan bagi mereka yang menginginkan kendaraan dengan desain sporty dan pengalaman berkendara yang lebih emosional, tetapi tetap membutuhkan kepraktisan.
Dengan kata lain, Super-ONE lebih menonjolkan fun EV, sedangkan Prelude menawarkan fun hybrid sports car.
8. Teknologi Honda Mulai Bergerak ke Arah Software
Persaingan kendaraan elektrifikasi saat ini tidak hanya mengenai motor listrik, baterai, atau mesin hybrid. Software juga semakin penting.
Honda dan Nissan pada 2026 bahkan mengumumkan rencana mengembangkan arsitektur elektronik dan software kendaraan bersama untuk model generasi berikutnya mulai tahun fiskal 2029. Perkembangan ini menunjukkan bahwa kendaraan Honda ke depan akan semakin bergantung pada teknologi software-defined vehicle.
Dengan demikian, Super-ONE dan Prelude dapat dilihat sebagai bagian dari perjalanan Honda menuju era kendaraan yang semakin terhubung dan berbasis teknologi.
Jadi, Super-ONE vs Prelude, Mana yang Lebih Menarik?
Keduanya menawarkan filosofi berbeda.
Honda Super-ONE unggul dari sisi konsep EV murni, ukuran kompak, dan teknologi yang dirancang untuk membuat mobil listrik terasa lebih menyenangkan.
Sementara Honda Prelude menawarkan perpaduan antara performa mobil sport, teknologi hybrid e:HEV, kenyamanan, dan efisiensi.
Jika menginginkan EV kompak yang unik dan menyenangkan, Super-ONE lebih menarik. Jika mencari mobil sport elektrifikasi dengan pendekatan hybrid, Prelude memiliki daya tarik yang lebih kuat.
Pada akhirnya, keduanya menunjukkan bagaimana Honda mencoba mempertahankan satu hal yang menjadi ciri khas mereknya: kesenangan berkendara, meski teknologi kendaraan terus berubah.
Teknologi
Jantung Buatan BiVACOR, Teknologi Titanium Masa Depan
Published
3 days agoon
September 9, 2026By
admin lintas
Teknologi medis terus berkembang untuk membantu pasien yang mengalami gagal jantung berat. Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah BiVACOR Total Artificial Heart (TAH), sebuah Jantung Buatan yang dirancang untuk menggantikan fungsi kedua bilik jantung dengan perangkat mekanis berukuran relatif ringkas.
Berbeda dari Jantung Buatan konvensional yang menggunakan mekanisme pompa pneumatik, BiVACOR mengandalkan rotor yang melayang secara magnetis untuk mengalirkan darah. Perangkat ini juga menggunakan struktur berbahan titanium, yang menjadi salah satu bagian penting dari desainnya.
Teknologi tersebut membuat BiVACOR menjadi salah satu kandidat penting dalam perkembangan jantung buatan generasi baru.
Apa Itu Jantung Buatan BiVACOR?
BiVACOR Total Artificial Heart merupakan perangkat yang dirancang untuk menggantikan fungsi jantung manusia secara keseluruhan, khususnya ketika kedua ventrikel tidak lagi mampu memompa darah secara memadai.
Dalam konsep jantung buatan total, ventrikel jantung yang mengalami kerusakan digantikan dengan pompa mekanis. Perangkat kemudian membantu mengalirkan darah menuju paru-paru dan seluruh tubuh.
BiVACOR memiliki pendekatan yang berbeda karena menggunakan satu rotor sentrifugal yang dilayang secara magnetis. Rotor tersebut tidak membutuhkan kontak mekanis seperti poros dan bantalan konvensional.
Mengapa Menggunakan Titanium?
Titanium menjadi salah satu material penting dalam desain BiVACOR karena karakteristiknya yang sesuai untuk perangkat medis yang harus berada di dalam tubuh.
Dalam penelitian mengenai kesesuaian anatomi BiVACOR, model perangkat dibuat menggunakan titanium untuk mengevaluasi bagaimana perangkat tersebut dapat ditempatkan di dalam rongga dada pasien.
Penggunaan material tersebut juga membantu menciptakan perangkat yang kuat dan tahan terhadap kondisi penggunaan jangka panjang.
Namun, menyebut BiVACOR sebagai “jantung titanium” bukan berarti seluruh perangkat hanya terdiri dari titanium. BiVACOR merupakan sistem mekanis kompleks yang dirancang untuk bekerja sebagai pengganti fungsi jantung.
Cara Kerja Rotor Magnetis
Salah satu teknologi utama BiVACOR adalah magnetic levitation atau levitasi magnetis.
Rotor di dalam perangkat dibuat melayang menggunakan gaya magnet sehingga dapat berputar tanpa kontak langsung dengan komponen mekanis tertentu. Putaran tersebut kemudian digunakan untuk memompa darah.
Desain ini penting karena komponen yang saling bergesekan dapat mengalami keausan. BiVACOR dirancang tanpa bagian mekanis yang saling bergesekan pada rotor, sehingga secara teori dapat mengurangi masalah keausan komponen. Program penelitian yang didanai NIH juga menyebut bahwa perangkat ini tidak memiliki bagian yang dirancang untuk mengalami keausan seperti mekanisme mekanis tradisional.
Bisa Menghasilkan Aliran Darah Berdenyut
Meskipun menggunakan pompa berputar, BiVACOR tidak hanya dirancang untuk menghasilkan aliran darah yang konstan.
Rotor dapat diatur kecepatannya sehingga menghasilkan perubahan aliran yang menciptakan tekanan berdenyut. Penelitian laboratorium menunjukkan bahwa BiVACOR dapat menghasilkan pulse pressure yang bermakna secara klinis.
Kemampuan tersebut menjadi bagian menarik dari teknologi BiVACOR karena sistemnya berusaha menggabungkan keunggulan pompa mekanis dengan karakteristik aliran darah yang lebih menyerupai fungsi jantung alami.
BiVACOR Sudah Pernah Diimplantasikan pada Manusia
BiVACOR bukan sekadar konsep futuristik. Perangkat ini telah menjalani penggunaan pada manusia dalam konteks penelitian klinis.
Pada 2024, publikasi medis melaporkan keberhasilan implantasi BiVACOR pada seorang pasien di Baylor St. Luke’s Medical Center, Texas. Pasien tersebut bertahan dengan perangkat selama delapan hari sebelum menerima transplantasi jantung.
Perkembangan berikutnya juga menunjukkan penggunaan BiVACOR dalam penelitian manusia sebagai jembatan menuju transplantasi jantung. Sebuah tinjauan ilmiah melaporkan bahwa pada 2025 perangkat tersebut berhasil digunakan pada pasien di Australia selama 100 hari sebelum pasien menerima transplantasi.
Apakah BiVACOR Bisa Menggantikan Jantung Selamanya?
Inilah bagian yang perlu dipahami. Meskipun BiVACOR memiliki desain yang menjanjikan, teknologi ini belum berarti manusia sudah memiliki jantung buatan yang dapat digunakan secara permanen tanpa batas.
Saat ini, jantung buatan total secara umum masih banyak digunakan sebagai bridge to transplant, yaitu menjaga pasien tetap mendapatkan aliran darah yang cukup sambil menunggu donor jantung yang sesuai. NIH juga menjelaskan bahwa jantung buatan total masih terutama digunakan sebagai solusi sementara menuju transplantasi, sementara para peneliti terus mengembangkan teknologi untuk penggunaan jangka panjang.
Karena itu, BiVACOR lebih tepat dipandang sebagai teknologi yang sedang dikembangkan menuju kemungkinan penggunaan jangka panjang, bukan sebagai pengganti transplantasi yang sudah tersedia secara luas.
Tantangan Terbesar Jantung Buatan
Menciptakan jantung buatan bukan hanya persoalan membuat pompa yang mampu mengalirkan darah. Perangkat harus bekerja di dalam tubuh dengan aman dan konsisten.
Salah satu tantangannya adalah menjaga agar darah tidak mengalami kerusakan ketika melewati perangkat. Penelitian terbaru terhadap BiVACOR menguji hemokompatibilitasnya pada kondisi aliran rendah dan tinggi. Hasil penelitian tersebut menunjukkan performa yang menjanjikan, meskipun perangkat tetap harus terus dievaluasi dalam berbagai kondisi operasi.
Risiko lain yang harus diperhatikan pada teknologi jantung buatan antara lain pembekuan darah dan infeksi. Pada teknologi total artificial heart secara umum, pasien juga dapat membutuhkan obat antikoagulan selama perangkat digunakan.
Masa Depan Teknologi Jantung Buatan
BiVACOR menunjukkan bagaimana teknologi mekanis, material modern, dan sistem kontrol dapat digabungkan untuk menciptakan alternatif bagi pasien dengan gagal jantung berat.
Desain rotor magnetis menjadi salah satu inovasi paling menarik karena mengurangi kontak mekanis dan memungkinkan pengaturan aliran darah. Sementara penggunaan titanium membantu menghadirkan struktur yang kuat untuk perangkat yang harus bekerja di dalam tubuh.
Jika penelitian klinis terus menunjukkan keamanan dan efektivitas, teknologi seperti BiVACOR berpotensi mengubah cara dunia medis menangani pasien dengan gagal jantung tahap akhir.
Namun, masih diperlukan penelitian lebih panjang untuk menentukan seberapa aman, efektif, dan tahan lama perangkat tersebut dalam penggunaan jangka panjang.
Kesimpulan
BiVACOR Total Artificial Heart merupakan salah satu inovasi menarik dalam perkembangan Jantung Buatan. Dengan menggunakan rotor yang melayang secara magnetis dan desain berbasis titanium, perangkat ini menawarkan pendekatan berbeda dibandingkan teknologi jantung buatan konvensional.
Keberhasilan implantasi pada manusia menunjukkan bahwa teknologi ini telah melewati tahap konsep dan memasuki fase pengujian klinis yang lebih serius.
Meski begitu, BiVACOR belum dapat dianggap sebagai jantung buatan permanen yang tersedia secara umum. Penelitian mengenai keamanan, daya tahan, aliran darah, dan penggunaan jangka panjang masih terus berlangsung.
Jika pengembangan teknologi ini berhasil, BiVACOR bisa menjadi salah satu langkah penting menuju masa depan ketika keterbatasan donor jantung tidak lagi menjadi satu-satunya pilihan bagi pasien dengan gagal jantung berat.
3 ASN Ditembak di Jayawijaya, Ini Langkah BKN untuk Keluarga Korban
Tips Belanja Baju di E-Commerce Biar Nggak Samaan dengan Orang Lain
10 Hidden Gem Manga yang Jarang Diketahui, Wajib Dibaca !
Emas Perdana Panjat Tebing Indonesia Ukir Rekor Dunia di Asian Beach Games 2026
Lagu Justin Bieber Viral Lagi Usai Coachella 2026
10 Film Action Netflix Terbaik 2026 yang Bikin Adrenalin Meledak
Trending
-
Olahraga4 months agoEmas Perdana Panjat Tebing Indonesia Ukir Rekor Dunia di Asian Beach Games 2026
-
Entertainment5 months agoLagu Justin Bieber Viral Lagi Usai Coachella 2026
-
Entertainment4 months ago10 Film Action Netflix Terbaik 2026 yang Bikin Adrenalin Meledak
-
Olahraga5 months agoTransfer Rashford Buntu, MU Tolak Skema Barcelona
-
Entertainment5 months agoLagu Kicau Mania NDX: Sound Trend yang Viral
-
Teknologi5 months agoAplikasi Tring Pegadaian Raih Penghargaan Nasional 2026
-
Teknologi4 months agoWhatsApp Plus Berbayar 2026 Hadir dengan Fitur Premium
-
Nasional4 months agoPutusan MK 2026: Tafsir Kerugian Negara Kini Lebih Tegas
