Zverev Menang di US Open Setelah Final Empat Set
Zverev menjadi juara US Open 2026 setelah mengalahkan pemain dari Amerika Serikat, Ben Shelton, dalam pertandingan final yang sangat ketat di Arthur Ashe Stadium, New York, pada hari Minggu, 13 September 2026. Pemain asal Jerman itu meraih kemenangan dengan skor 6-3, 7-6(7-2), 5-7, 6-2, yang memastikan gelar US Open pertamanya. Kemenangan ini juga merupakan gelar Grand Slam kedua bagi Zverev setelah sebelumnya menang di French Open 2026. Final berlangsung dengan tempo tinggi karena kedua pemain memiliki gaya bermain yang agresif dan mengandalkan servis sebagai senjata utama. Zverev berhasil memanfaatkan pengalamannya dan tetap tenang saat pertandingan memasuki momen-momen crucial.
Di sisi lain, Shelton memberikan perlawanan hebat dengan memenangkan set ketiga, membuat pertandingan kembali terbuka. Namun, Zverev segera merespons dan mengendalikan permainan di set keempat. Gelar ini sangat berarti bagi Zverev karena US Open adalah salah satu turnamen Grand Slam yang belum pernah dimenangkannya. Sebelumnya, ia mencapai final US Open pada 2020, tetapi harus menelan kekalahan setelah pertandingan berlangsung selama lima set. Lima tahun kemudian, Zverev kembali mencapai final dan kali ini berhasil menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan. Kesuksesan ini menjadi penambah catatan penting dalam karirnya di level Grand Slam dan menunjukkan kemajuan mentalnya dalam menghadapi pertandingan besar.
Zverev Menguasai Set Pertama Final US Open
Pertandingan final dimulai dengan permainan agresif dari Zverev. Pemain Jerman itu berusaha mengambil alih kontrol sejak awal dengan servis keras dan pukulan yang konsisten dari garis dasar. Strategi ini memaksa Shelton bekerja lebih keras untuk mempertahankan setiap servisnya. Zverev kemudian mendapatkan momentum yang cukup untuk meraih set pertama dengan skor 6-3. Keunggulan ini menjadi modal penting karena tekanan dalam final Grand Slam biasanya meningkat ketika salah satu pemain memimpin. Shelton tidak menyerah meski kalah di set pertama. Pemain dari Amerika Serikat itu meningkatkan intensitas permainannya dan mencoba menggunakan servis serta pukulan forehand untuk menyerang pertahanan Zverev. Set kedua pun berlangsung jauh lebih ketat dibandingkan set pertama.
Kedua pemain berhasil mempertahankan servis mereka hingga skor harus ditentukan melalui tiebreak. Dalam situasi ini, Zverev menunjukkan ketenangan yang menjadi faktor penting dalam kemenangannya. Ia mampu mengendalikan poin-poin penting dan akhirnya memenangkan tiebreak dengan skor 7-2. Dengan keunggulan dua set, Zverev hanya memerlukan satu set lagi untuk meraih gelar. Namun, Shelton menunjukkan mental yang kuat dan tidak membiarkan pertandingan berakhir dengan mudah. Ia terus memberikan tekanan dan mencari celah dalam permainan Zverev. Situasi ini membuat final menjadi semakin menarik karena Shelton berhasil mengubah arah pertandingan setelah tertinggal dua set. Zverev harus kembali menjaga konsentrasi karena satu set tambahan berarti pertandingan masuk ke fase yang semakin menegangkan.
Shelton Kembali dan Menang di Set Ketiga
Ben Shelton berhasil memberikan reaksi positif setelah tertinggal dua set. Pada set ketiga, permainannya menjadi lebih berimbang dan Shelton tampak semakin yakin saat menyerang. Dukungan dari penonton di Arthur Ashe Stadium juga menciptakan suasana yang berbeda karena Shelton adalah pemain lokal. Ia berusaha memanfaatkan momen ini dengan bermain lebih berani dan mengambil risiko pada poin-poin penting. Zverev berusaha keras untuk tetap mempertahankan gaya permainan yang membawanya unggul di dua set awal. Namun, Shelton dapat menemukan cara untuk mengurangi tekanan dari lawannya. Pertarungan yang ketat itu membawa set ketiga menuju momen krusial.
Shelton akhirnya memenangkan set tersebut dengan skor 7-5. Hasil ini mengganti skor pertandingan menjadi 2-1 dan membuka peluang untuk comeback. Zverev yang sebelumnya nyaman dalam posisi harus berjuang keras untuk mempertahankan gelar. Bagi Shelton, keberhasilan mengambil set ketiga menunjukkan bahwa ia masih bisa melawan meskipun melawan pemain yang lebih berpengalaman di final Grand Slam. Namun, Zverev tidak membiarkan semangat Shelton berkembang terlalu jauh. Di set keempat, ia kembali meningkatkan serangannya dan berusaha menekan sejak awal. Perubahan ini membuat Shelton sulit untuk menjaga ritme permainan seperti di set sebelumnya. Zverev akhirnya menguasai set keempat dan menyelesaikan pertandingan dengan skor 6-2. Dengan kemenangan ini, perjalanan Shelton di final berakhir sebagai juara kedua, sementara Zverev berhasil mengamankan gelar yang sudah menjadi salah satu tujuan besar dalam kariernya.
Zverev Menang di US Open dengan Statistik Servis Kuat
Zverev menjadi juara US Open 2026 bukan hanya karena mampu meraih empat set, tetapi juga berkat servis yang efektif sepanjang pertandingan. Dalam pertarungan ini, Zverev mencatat sembilan ace dan memenangkan sekitar 85 persen poin dari servis pertamanya. Statistik ini menunjukkan bagaimana servis menjadi elemen penting dalam strategi Zverev menghadapi permainan agresif Shelton. Dengan servis pertama yang kuat, Zverev bisa mengontrol permainan sejak awal setiap poin. Ini sangat penting saat melawan Shelton yang juga dikenal memiliki servis keras dan kemampuan menyerang dari garis belakang. Pertandingan berjalan selama sekitar 3 jam 37 menit, mencerminkan betapa ketatnya persaingan antara kedua pemain meskipun Zverev akhirnya menang dalam empat set.
Durasi pertandingan ini juga mencerminkan bagaimana Shelton mampu memberikan tekanan di beberapa titik permainan. Zverev harus tetap menjaga kebugaran dan fokus karena final Grand Slam membutuhkan kemampuan bertahan dalam permainan panjang. Pengalamannya dalam pertandingan besar membantunya mengelola situasi saat Shelton berhasil mengambil set ketiga. Alih-alih kehilangan kendali, Zverev meningkatkan intensitas permainannya dan memastikan tidak ada set kelima. Kemenangan ini menunjukkan bahwa Zverev bisa menggabungkan kekuatan servis, konsistensi pukulan dari belakang, serta pengambilan keputusan yang lebih tenang di saat-saat penting. Gabungan ini menjadi salah satu alasan mengapa ia bisa menyelesaikan final dengan sukses dan mengangkat trofi US Open untuk pertama kalinya.
Gelar US Open Jadi Penebus Kekalahan 2020
Kemenangan Zverev di US Open 2026 memiliki kisahnya sendiri sebab turnamen itu mengingatkannya pada pengalaman pahit di final 2020. Saat itu, Zverev sebenarnya berada dalam posisi yang sangat baik melawan Dominic Thiem. Ia sempat memimpin dengan dua set dan hanya butuh satu set lagi untuk menang. Namun, pertandingan berbalik dan Thiem berhasil bangkit hingga memenangkan laga setelah melewati lima set. Kekalahan ini menjadi salah satu momen tersulit dalam perjalanan Zverev di Grand Slam. Setelah beberapa tahun berlalu, Zverev mendapatkan kesempatan lagi untuk menjadi juara di turnamen yang sama. Kali ini, situasinya berbeda. Ia kembali memimpin dua set setelah mengalahkan Shelton pada dua set awal.
Ketika lawannya mendapatkan set ketiga, pengalaman dari laga-laga sebelumnya menjadi sangat berarti. Zverev mampu fokus dan tidak membiarkan hal ini terjadi lagi seperti final 2020. Ia bermain lebih tenang di set keempat dan menutup pertandingan dengan skor 6-2. Keberhasilannya ini membuat perjalanan panjang Zverev di US Open akhirnya berbuah gelar juara. Trofi tersebut juga menunjukkan bahwa kegagalan di masa lalu tidak menghalanginya untuk bersaing di level tertinggi lagi. Setelah meraih kemenangan di French Open 2026, keberhasilannya di New York semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu petenis top di Grand Slam. Gelar US Open menjadi pencapaian yang melengkapi perjalanan kariernya dan sekaligus menjawab penantian panjang sejak kalah di final lima tahun yang lalu.
Shelton Cetak Sejarah Meski Gagal Juara
Walaupun gagal mengalahkan Zverev, perjalanan Ben Shelton di US Open 2026 tetap menjadi salah satu pencapaian terbesarnya dalam karier. Final tersebut adalah final Grand Slam pertama untuk petenis Amerika ini. Sebelum mencapai tahap akhir, Shelton melewati beberapa pertandingan sulit dan berhasil mengalahkan lawan-lawan tangguh. Salah satu kemenangan paling menonjol terjadi di perempat final ketika ia mengalahkan Carlos Alcaraz dalam pertandingan lima set yang menegangkan. Setelah itu, Shelton kembali menang atas Frances Tiafoe di semifinal untuk memastikan tempat di final. Keberhasilannya mencapai final memberinya kesempatan tampil di depan publik tuan rumah dalam laga terbesar sepanjang kariernya.
Ia juga mencatat sejarah sebagai petenis pria kulit hitam Amerika pertama yang mencapai final US Open sejak Arthur Ashe di tahun 1972. Rekor tersebut memberikan arti tersendiri bagi perjalanan Shelton meskipun ia akhirnya harus menerima kekalahan. Dalam laga final, Shelton menunjukkan semangat juang dengan merebut set ketiga setelah tertinggal dua set. Namun, konsistensi Zverev di set keempat membuat peluangnya untuk bangkit menjadi tertutup. Shelton tetap mendapatkan pelajaran berharga dari pertandingan tersebut. Mencapai final Grand Slam di usia muda memberikannya peluang untuk bersaing merebut gelar besar di masa yang akan datang. Kekalahannya dari Zverev tidak menghapus pencapaian yang diraihnya sepanjang turnamen, terutama setelah berhasil mengalahkan beberapa pemain papan atas menuju final.
Zverev Juara US Open dan Raih Grand Slam Kedua
Gelar US Open 2026 menjadikan Zverev memiliki dua gelar Grand Slam dalam satu tahun. Sebelum bertanding di New York, petenis asal Jerman itu telah meraih kemenangan di French Open 2026. Keberhasilan mendapatkan dua gelar besar di tahun yang sama merupakan pencapaian yang signifikan dalam kariernya. Zverev juga menjadi petenis asal Jerman kedua yang berhasil menang di kategori tunggal putra US Open setelah Boris Becker. Becker sebelumnya berhasil meraih gelar di Flushing Meadows pada tahun 1989. Pencapaian ini menempatkan nama Zverev di dalam catatan penting sejarah tenis Jerman. Selain prestasi di lapangan, keberhasilan menjadi juara US Open juga memberikan hadiah uang yang sangat besar. Zverev menerima hadiah sebesar 5,5 juta dolar Amerika Serikat sebagai juara tunggal putra.
Jumlah tersebut merupakan salah satu hadiah terbesar dalam sejarah turnamen Grand Slam. Kemenangan atas Shelton juga menunjukkan perkembangan Zverev dalam menghadapi final. Setelah sebelumnya gagal di final US Open 2020, ia berhasil memanfaatkan pengalaman tersebut untuk tampil lebih tenang pada kesempatan kedua. Kini, Zverev tidak hanya dikenal sebagai pemain yang bisa mencapai babak akhir Grand Slam, tetapi juga sebagai juara dari dua turnamen besar. Sementara itu, Shelton meninggalkan turnamen sebagai runner-up dengan catatan sejarah yang juga penting. Final US Open 2026 akhirnya menjadi pertandingan yang menyatukan pengalaman Zverev dan semangat serta ambisi Shelton. Zverev berhasil keluar sebagai pemenang dan mengangkat trofi setelah menyelesaikan pertandingan dalam empat set.
Hasil Final US Open 2026
Final US Open 2026 mempertemukan Alexander Zverev dan Ben Shelton dalam pertandingan yang berlangsung selama empat set. Zverev menang di set pertama dengan skor 6-3, kemudian mengamankan set kedua lewat tiebreak dengan skor 7-2. Shelton sempat memperpanjang pertandingan dengan merebut set ketiga dengan skor 7-5. Namun, Zverev kembali mengambil alih kendali di set keempat dan menang 6-2. Hasil ini memastikan Zverev menjadi juara US Open 2026 dan mengakhiri pertandingan tanpa harus bermain di set kelima. Bagi Zverev, kemenangan ini menjadi gelar US Open pertama dan Grand Slam kedua dalam kariernya. Untuk Shelton, hasil ini tetap menjadi pencapaian penting karena ini adalah pertama kalinya ia mencapai final Grand Slam. Pertandingan ini juga menunjukkan persaingan antara generasi baru dalam tenis putra, dengan Zverev berhasil memanfaatkan pengalaman untuk menghadapi tekanan di pertandingan puncak.