Willem Dafoe Pakai Prada America’s Cup, Sneakers Ikonik 1990-an
Prada America’s Cup kembali mencuri perhatian setelah Willem Dafoe terlihat mengenakan sneakers tersebut ketika berada di New York pada awal Agustus 2026. Aktor Poor Things dan Kinds of Kindness itu memilih varian serba hitam yang terlihat sudah cukup sering dipakai. Beberapa bagian sepatunya bahkan tampak memiliki bekas penggunaan, sesuatu yang justru memberikan karakter berbeda dibandingkan sepasang sneakers desainer yang masih terlihat sempurna dari kotaknya. British GQ menyoroti penampilan tersebut karena siluet America’s Cup tetap mudah dikenali meskipun menggunakan warna hitam yang understated.
Dafoe tidak memadukannya dengan outfit yang sengaja dibuat seperti runway. Sneakers tersebut hadir sebagai bagian dari gaya sehari-hari, membuat sepatu mewah Prada terasa lebih santai dan personal. Menariknya, ini bukan pertama kalinya Dafoe terlihat memakai model tersebut. Ia sebelumnya juga muncul mengenakan Prada America’s Cup ketika menghadiri Venice Film Festival pada September 2025. Kebiasaan mengenakan kembali sneakers yang sama membuat pilihannya terasa berbeda dari celebrity fashion yang terkadang hanya menggunakan sebuah produk sekali untuk satu acara. Bagi Dafoe, America’s Cup tampaknya sudah menjadi salah satu sepatu yang benar-benar masuk dalam rotasi wardrobe pribadinya.
Prada America’s Cup Lahir dari Dunia Balap Kapal Layar
Nama America’s Cup bukan sekadar istilah yang digunakan Prada untuk membuat sneakers terdengar sporty. Sepatu ini mempunyai hubungan langsung dengan dunia layar. Model awalnya dirancang pada 1997 untuk Luna Rossa, tim layar Prada yang dibentuk untuk berkompetisi dalam America’s Cup. Sepatu tersebut pada mulanya dikembangkan sebagai footwear performa yang sesuai dengan kebutuhan aktivitas di atas kapal. Setelah itu, desainnya bergerak keluar dari lingkungan olahraga dan memasuki dunia fashion melalui koleksi Prada Spring/Summer 1999. Perjalanan tersebut membuat America’s Cup mempunyai posisi unik dalam sejarah sneakers Prada.
Ia bukan sepatu lifestyle yang kemudian diberi cerita olahraga sebagai bagian pemasaran, tetapi benar-benar mempunyai akar pada proyek performa. Prada sendiri sekarang menyebut America’s Cup sebagai bagian dari heritage rumah mode tersebut dan mempertahankan banyak elemen dari versi orisinalnya. Sepatu modern masih menggunakan kombinasi material teknis, kulit, sol karet tebal, serta detail Linea Rossa yang menjadi ciri khas. Latar belakang inilah yang membuat America’s Cup dapat berada di antara dua dunia. Bentuknya mempunyai karakter sporty yang jelas, tetapi konstruksi serta identitas Prada membuatnya tetap terasa seperti luxury sneaker.
Siluetnya Masih Terlihat Modern Hampir Tiga Dekade Kemudian
Salah satu alasan Prada America’s Cup mampu bertahan begitu lama adalah desainnya tidak terlalu bergantung pada satu tren. Bagian atas mempunyai bentuk ramping dengan panel kulit yang mengikuti kontur sepatu, kemudian dipadukan dengan material tekstil teknis. Solnya cukup tebal tetapi tidak mempunyai proporsi ekstrem seperti banyak chunky sneakers modern. Hasilnya berada di antara running shoe, sailing shoe, dan luxury trainer. Prada mendeskripsikan model Original menggunakan kombinasi calfskin dan breathable bike fabric. Bagian bawah memakai bi-material sole dengan desain lens serta insert karet pada tread. Tinggi sol model saat ini sekitar 35 mm.
Detail Prada Linea Rossa ditempatkan pada lidah sepatu, sementara versi baru mendapatkan removable tag “Beyond the Line” yang menampilkan musim ketika desain tersebut pertama kali muncul dalam koleksi Prada. Pendekatan ini cukup menarik karena Prada tidak mencoba merombak bentuk klasiknya agar terlihat seperti sneaker 2026. Justru siluet lama dipertahankan dan detail historisnya diperjelas. Ketika digunakan Dafoe bersama pakaian sehari-hari, bentuk tersebut bahkan tidak terasa seperti sepatu yang akarnya berasal dari akhir 1990-an.
Varian Hitam Membuat Gaya Willem Dafoe Terlihat Low-Key
Willem Dafoe memilih America’s Cup dalam warna Black, salah satu konfigurasi paling sederhana dari sneakers tersebut. Upper, tali, dan sebagian besar sol menggunakan warna gelap, sementara detail merah Linea Rossa memberikan aksen kecil yang membuat identitas Prada tetap terlihat. Pilihan ini membuat sneakers cukup mudah dipadukan dengan outfit tanpa menjadikannya pusat perhatian secara berlebihan. British GQ menggambarkan sepasang sepatu yang dikenakan Dafoe di New York terlihat sedikit scuffed dan beaten-up, menandakan sepatu tersebut kemungkinan memang sering digunakan.
Hal ini justru menarik untuk sebuah sneakers luxury karena penggunaannya terasa lebih dekat dengan fungsi aslinya sebagai footwear daripada barang koleksi yang hanya disimpan. Model hitam yang saat ini tercantum pada situs Prada Amerika Serikat dibanderol US$950. Harga tersebut menempatkannya jelas dalam kategori luxury sneakers, tetapi desainnya tidak bergantung pada logo besar. Branding utama muncul melalui Linea Rossa serta bentuk sepatu yang sudah dikenal penggemar fashion. Itulah mengapa America’s Cup sering berfungsi sebagai semacam quiet flex. Orang yang tidak mengenalnya mungkin hanya melihat sneakers hitam sporty, sementara penggemar Prada dapat langsung menangkap siluet dan detail khasnya.
Dafoe Sudah Memakai America’s Cup di Venice Film Festival
Hubungan Willem Dafoe dengan America’s Cup ternyata bukan tren sesaat. Pada Venice Film Festival 2025, sang aktor juga tampil menggunakan sneakers yang sama ketika sebagian besar tamu memilih footwear formal. GQ menyoroti bagaimana Dafoe menggunakan America’s Cup dalam konteks yang biasanya dipenuhi tuxedo, dress shoes, dan berbagai bentuk formalwear. Pilihan tersebut membuat sneakers yang awalnya lahir dari olahraga layar mendapatkan perjalanan yang cukup lucu: dari dek kapal, kemudian runway Prada, budaya sneaker, hingga akhirnya masuk ke salah satu festival film paling glamor di dunia.
Dafoe sendiri memang mempunyai hubungan lama dengan Prada. Ia bahkan pernah menjadi bagian dari presentasi menswear Prada Fall/Winter 2012 yang terkenal karena menampilkan sejumlah aktor Hollywood sebagai model. Karena itu, kemunculannya menggunakan sneakers Prada tidak terasa sepenuhnya acak. Namun, fakta bahwa model yang sama kembali digunakan dalam kehidupan sehari-hari pada 2026 menunjukkan bahwa America’s Cup bukan hanya produk yang diberikan untuk satu red carpet. Dafoe tampaknya memang menyukai sepatu tersebut. Penggunaan berulang seperti ini juga sesuai dengan tren fashion yang semakin menghargai item yang benar-benar dipakai daripada pakaian baru untuk setiap penampilan.
America’s Cup Pernah Jadi Favorit Fashion London hingga New York
Meskipun awalnya dibuat untuk Luna Rossa, perjalanan America’s Cup jauh melampaui olahraga layar. Man About Town mencatat sneakers tersebut kemudian mendapatkan tempat di berbagai komunitas fashion, termasuk London dan Tokyo, serta berkembang di kalangan hip-hop New York. Kombinasi desain sporty dan label Prada membuatnya mempunyai karakter yang berbeda dari sneakers olahraga tradisional. Pada akhir 1990-an dan awal 2000-an, fashion semakin sering menggabungkan technical sportswear dengan luxury fashion. America’s Cup berada di titik yang tepat untuk mengikuti perubahan tersebut.
Detail mesh, kulit, dan sol karet memberikan karakter performa, sementara proporsi dan pengerjaannya membawa identitas Italia. Dalam beberapa tahun terakhir, meningkatnya ketertarikan terhadap fashion Y2K juga membuat banyak desain dari periode tersebut terasa relevan kembali. Namun, America’s Cup mempunyai keuntungan karena produksinya tidak pernah benar-benar terputus dari identitas Prada. Brand terus mengeluarkan variasi warna dan konstruksi baru sambil mempertahankan model Original. Dengan begitu, sneakers ini tidak hanya kembali karena nostalgia. Ia mempunyai kesinambungan yang membuat generasi baru dapat membeli versi modern tanpa harus berburu pasangan vintage berusia puluhan tahun.
Prada Masih Menjual Model Original hingga Sekarang
Hampir tiga dekade setelah desain awalnya dibuat, Prada masih menawarkan America’s Cup Original sneakers sebagai bagian dari koleksi saat ini. Varian hitam seperti milik Dafoe tercantum dengan harga US$950 di Amerika Serikat. Prada juga mempunyai berbagai warna lain, termasuk putih serta Ultramarine. Beberapa model menggunakan sistem lace-up tradisional, sedangkan varian tertentu memakai double hook-and-loop strap sehingga bentuk dasar America’s Cup tetap dapat dikembangkan tanpa kehilangan identitasnya. Versi Ultramarine dengan strap bahkan tercantum seharga US$1.050 di pasar Amerika Serikat.
Seluruh varian tersebut masih mempertahankan kombinasi kulit dengan bike fabric, sol karet bergaya lens, removable suede insole, serta Prada Linea Rossa pada bagian lidah. Keberadaan lini khusus America’s Cup di situs Prada memperlihatkan bahwa model ini sudah bergerak dari sekadar archival sneaker menjadi salah satu desain permanen dalam vocabulary footwear rumah mode Italia tersebut. Banyak sneakers desainer muncul selama satu atau dua musim kemudian digantikan bentuk baru. America’s Cup justru memperoleh status berbeda. Prada dapat mengeluarkan sneakers modern seperti Court, tetapi model dari 1990-an tersebut masih mempunyai tempat sendiri di katalog.
Sneakers Ini Cocok dengan Tren Fashion yang Kembali ke Siluet Ramping
Kemunculan Dafoe juga terasa relevan dengan perubahan tren sneakers beberapa tahun terakhir. Setelah era chunky dad shoes dan sol sangat besar mendominasi, perhatian mulai kembali menuju model dengan bentuk lebih ramping dan sporty. Sepatu yang mengambil inspirasi dari racing, football, tennis, serta technical footwear semakin mudah ditemukan dalam koleksi fashion. America’s Cup sebenarnya sudah mempunyai karakter tersebut sejak lama. Toe box relatif rendah, panel upper mengikuti bentuk kaki, dan solnya tidak menciptakan volume berlebihan.
Karena itu, sneakers yang dibuat hampir 30 tahun lalu justru terasa sesuai dengan selera sekarang tanpa membutuhkan perubahan radikal. Model hitam bahkan dapat digunakan bersama tailored trousers, loose denim, cargo pants, hingga pakaian monokrom. Warna putih memberikan karakter lebih futuristis, sedangkan kombinasi merah atau biru membuat asal-usul sportswear-nya semakin terlihat. Prada sendiri menjelaskan desain tersebut dibuat untuk berada di antara sports dan luxury lifestyles, definisi yang masih sangat cocok dengan cara sneakers digunakan pada 2026. Penampilan Willem Dafoe menjadi contoh bahwa America’s Cup tidak harus di-styling seperti benda archive. Sepatu tersebut dapat dipakai, dibuat lecet, dan tetap terlihat menarik bersama wardrobe sehari-hari.
Willem Dafoe Membuktikan Sneakers Legendaris Tidak Harus Disimpan Rapi
Hal paling menarik dari penampilan Willem Dafoe mungkin bukan fakta bahwa dirinya memakai Prada seharga ratusan dolar, tetapi cara ia memperlakukannya seperti sneakers biasa. Pasangan America’s Cup miliknya terlihat sudah digunakan, bukan sepasang sepatu baru yang hanya dipakai untuk kepentingan foto. Karakter tersebut justru cocok dengan sejarah modelnya. America’s Cup lahir sebagai performance footwear, kemudian menjadi fashion icon tanpa sepenuhnya kehilangan tampilan utilitarian. Ketika Dafoe mengenakannya berjalan di New York, hubungan antara luxury dan fungsi itu kembali terlihat.
Willem Dafoe Tertangkap Kamera dengan Sneakers Prada Ikonik
Kembalinya perhatian terhadap Prada America’s Cup juga membuktikan bahwa sebuah sneakers tidak harus terus didesain ulang untuk bertahan. Model tersebut lahir pada 1997 untuk Luna Rossa, memasuki koleksi fashion Prada pada 1999, kemudian terus hidup melalui beberapa generasi kultur sneaker. Hampir tiga dekade kemudian, bentuk yang sama masih dijual Prada dan dikenakan aktor seperti Willem Dafoe. Bagi penggemar fashion, penampilannya bisa menjadi pengingat bahwa item ikonik justru sering terlihat paling menarik setelah benar-benar dipakai. Sedikit lecet tidak menghilangkan nilai America’s Cup. Dalam kasus Dafoe, jejak penggunaan itu malah membuat sneakers legendaris tersebut terlihat semakin punya cerita.