Nasional

Motor Ojol Akhirnya Dikembalikan, Dishub Minta Maaf di Rumah Driver

Published

on

https://youtu.be/UGOBxz8E0Rs?si=cWkgq2qE_YLKdB7E

Motor Ojol Akhirnya Dikembalikan, Dishub Minta Maaf di Rumah Driver

Motor Ojol akhirnya dikembalikan setelah video seorang sopir ojek online yang meminta bantuan kepada petugas Dishub Jakarta Timur menjadi viral di media sosial. Kejadian ini berlangsung ketika sopir bernama Sulis Agung Wibowo sedang mengambil pesanan makanan di daerah Jatinegara, Jakarta Timur. Kendaraannya diangkat oleh petugas karena dianggap diparkir di tempat yang tidak resmi. Peristiwa ini langsung menarik perhatian banyak orang. Banyak pengguna internet menyoroti keadaan pengemudi ojol yang bergantung pada motor sebagai sumber utama penghasilan. Dalam video yang beredar, terlihat pengemudi tampak cemas dan meminta agar motornya tidak dibawa oleh petugas.

Dishub Jaktim Kunjungi Rumah Sopir

Setelah video tersebut viral, tim Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur mengunjungi rumah Sulis pada hari Sabtu, 20 Juni 2026. Kepala Sudinhub Jakarta Timur, Harlem Simanjuntak, menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi di masyarakat. Ia juga menjelaskan bahwa kunjungan tersebut dilakukan untuk menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Harlem menyatakan bahwa insiden itu akan menjadi bahan evaluasi bagi timnya. Dishub ingin agar penertiban parkir di masa yang akan datang dapat berjalan lebih baik dan tidak menyebabkan kesalahpahaman di kalangan masyarakat. Permintaan maaf yang disampaikan langsung di rumah pengemudi adalah langkah untuk meredakan isu yang telah berkembang.

Penertiban Dilakukan di Wilayah Jatinegara

Menurut informasi dari Dishub, penertiban dilakukan pada Rabu, 17 Juni 2026, di area Jatinegara. Pada saat itu, petugas menindak beberapa kendaraan yang terparkir di trotoar dan tidak berada di lokasi parkir yang resmi. Operasi tersebut menargetkan kendaraan yang dianggap melanggar aturan dan bisa mengganggu ketertiban lalu lintas. Dalam operasi tersebut, motor milik Sulis termasuk salah satu kendaraan yang diangkut. Dishub menyebutkan bahwa sopir datang ketika motornya sudah dalam proses pemuatan ke mobil truk angkut. Karena proses sedang berlangsung dan untuk memperhatikan keselamatan petugas serta pengguna jalan lain, Sulis diarahkan untuk mengikuti petugas ke Kantor Sudinhub Jakarta Timur.

Motor Ojol Akhirnya Dikembalikan Setelah Sopir Mengakui Memarkir Tidak Sesuai

Sulis Agung Wibowo kemudian mengakui bahwa ia memang telah memarkirkan kendaraannya di tempat yang tidak sesuai saat mengambil pesanan makanan. Ia juga membantah anggapan bahwa motornya ditahan oleh petugas. Menurut penjelasannya, ia mengikuti prosedur di kantor Sudinhub dan menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi kesalahan parkir tersebut. Setelah urusan administrasi selesai, motor segera dikembalikan pada hari yang sama. Sulis menyebutkan bahwa motornya bisa dibawa pulang tanpa dikenakan biaya. Pernyataan ini sekaligus mengklarifikasi informasi yang beredar bahwa kendaraan tersebut ditahan dalam waktu lama oleh petugas.

Video Viral Mengundang Empati Masyarakat

Video sopir ojol yang meminta agar motornya tidak diangkut membuat banyak orang merasa simpatik. Bagi sopir ojol, motor bukan hanya sekadar kendaraan pribadi. Melainkan, motor adalah alat utama untuk mengantar penumpang, mengambil pesanan makanan, dan mencari nafkah sehari-hari. Karena itu, kebijakan penertiban kendaraan ojol sering memicu reaksi emosional dari masyarakat. Banyak warga memahami bahwa aturan parkir harus tetap dijalankan. Namun, mereka juga berharap agar petugas lebih komunikatif ketika berhadapan dengan pekerja harian yang bergantung pada kendaraan mereka.

Dishub Jadikan Insiden Ini Sebagai Evaluasi

Dishub Jakarta Timur menegaskan bahwa insiden ini akan menjadi bahan evaluasi. Evaluasi diperlukan agar penertiban parkir liar tetap sesuai dengan aturan, namun dengan pendekatan yang lebih baik. Petugas di lapangan perlu memastikan komunikasi yang jelas agar masyarakat memahami alasan di balik tindakan tersebut. Di sisi lain, pengendara juga diminta untuk mengikuti peraturan parkir. Trotoar dan tepi jalan tidak boleh digunakan sembarangan karena bisa mengganggu pejalan kaki dan arus lalu lintas. Kasus ini menunjukkan bahwa penegakan aturan perlu dilakukan dengan keseimbangan antara ketegasan dan pendekatan yang bersifat manusiawi.

Motor Ojol Akhirnya Dikembalikan Menuai Banyak Sorotan Warganet

Motor ojek online dikembalikan setelah sebelumnya diangkut oleh petugas dari Dinas Perhubungan Jakarta Timur ketika pengemudi sedang mengambil pesanan makanan di Jatinegara. Pengemudi yang bernama Sulis Agung Wibowo mengakui telah parkir di tempat yang salah, menandatangani surat pernyataan, lalu membawa pulang motornya tanpa membayar denda. Dinas Perhubungan Jakarta Timur kemudian mengunjungi rumah Sulis dan menyampaikan permohonan maaf atas kebisingan yang terjadi. Kejadian ini mengingatkan kita bahwa peraturan parkir sangat penting, tetapi penegakan di lapangan juga harus dilakukan dengan komunikasi yang baik dan cara yang manusiawi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Exit mobile version