Marvel Minta Fans Nonton Endgame Lagi Sebelum Avengers: Doomsday?
Fans MCU yang sedang mempersiapkan diri menyambut Avengers: Doomsday ternyata disarankan kembali menonton Endgame sebelum Doomsday tiba di bioskop. Namun, rekomendasi tersebut bukan sekadar ajakan nostalgia dari Marvel. Joe Russo, yang kembali menyutradarai Doomsday bersama Anthony Russo, secara terang-terangan menyebut Avengers Endgame: Encore sebagai “required viewing” sebelum menyaksikan film Avengers terbaru. Menurut Joe, terdapat perkembangan alami dari kejadian Endgame menuju Doomsday. Hubungan tersebut juga tetap mencakup berbagai cerita MCU yang berlangsung setelah film 2019 tersebut.
Anthony Russo bahkan menambahkan bahwa penggemar yang hanya pernah menonton versi asli Endgame tidak akan dapat melihat perkembangan baru tersebut datang. Pernyataan itu membuat perilisan ulang Endgame terasa berbeda dari sekadar strategi membawa film populer kembali ke layar lebar. Marvel dan Disney memang menyiapkan materi baru yang secara langsung berkaitan dengan cerita Doomsday. Jadi, bagi penggemar yang terakhir kali menyaksikan perjuangan Avengers melawan Thanos tujuh tahun lalu, mungkin sudah waktunya membuka kembali luka Tony Stark dan perjalanan waktu paling kacau dalam sejarah MCU.
Avengers: Endgame Encore Bukan Sekadar Versi Lama yang Diputar Lagi
Versi yang akan kembali ke bioskop menggunakan judul Avengers Endgame: Encore. Disney telah mengonfirmasi bahwa perilisan ini tidak hanya memutar ulang film 2019 dalam format yang sama. Encore akan mempunyai pembukaan khusus, footage tambahan, serta sebuah end tag baru. Beberapa materi tersebut disiapkan khusus untuk pemutaran melalui IMAX dan format premium Infinity Vision. Joe Russo sebelumnya bahkan menyebut versi ini sebagai sebuah “critical companion story” bagi Avengers: Doomsday. Artinya, fungsi Encore lebih dekat dengan jembatan naratif daripada sekadar anniversary screening.
Filmnya memang tetap membawa kisah Avengers membalikkan kehancuran akibat Snap Thanos, tetapi penonton akan mendapatkan sesuatu yang sebelumnya tidak tersedia ketika Endgame pertama kali dirilis. Materi baru itulah yang membuat pernyataan “wajib ditonton” menjadi lebih masuk akal. Jika hanya ingin mengingat kembali perjalanan Tony Stark, Steve Rogers, Thor, Natasha Romanoff, Bruce Banner, dan Clint Barton, versi lama tentu masih dapat membantu. Namun, jika ingin mengetahui petunjuk yang secara khusus disiapkan menuju Doomsday, Encore menjadi versi yang lebih penting.
Ada Footage yang Benar-Benar Berlatar Cerita Doomsday
Hubungan antara dua film menjadi semakin menarik setelah Joe Russo mengungkap bahwa Endgame: Encore memiliki footage yang berlatar dalam cerita Avengers: Doomsday. Pernyataan tersebut sudah disampaikan sejak April 2026 sebelum rincian lengkap perilisan ulang diumumkan. Joe mengatakan materi tambahan tersebut memberikan kesempatan untuk menciptakan jembatan unik dari Endgame menuju Doomsday. Dengan kata lain, adegan barunya bukan hanya deleted scene yang tersimpan sejak produksi film 2019. Setidaknya sebagian materi dirancang dengan konteks film baru di dalam pikiran.
Belum dijelaskan secara terbuka karakter mana yang menjadi pusat footage tersebut atau kapan adegannya berlangsung. Marvel tentu mempunyai alasan menjaga detail tersebut karena petunjuk terlalu jelas dapat membuka bagian penting cerita Doomsday. Fakta bahwa materi tersebut terkait langsung dengan film terbaru juga membuat banyak teori muncul. Ending Endgame mempunyai beberapa titik yang masih dapat dieksplorasi kembali, terutama keputusan Steve Rogers melakukan perjalanan melalui waktu dan mengembalikan Infinity Stones. Namun, sampai Marvel memperlihatkan footage resminya, teori mengenai isi tambahan tersebut tetap sebatas spekulasi penggemar.
Kembalinya Steve Rogers Membuat Ending Endgame Semakin Penting
Salah satu alasan Endgame kembali terasa penting adalah Steve Rogers. Film tersebut menjadi penutup besar perjalanan Captain America versi Chris Evans. Setelah mengembalikan Infinity Stones ke tempat asalnya, Steve memilih menjalani kehidupan bersama Peggy Carter. Ia kemudian muncul sebagai pria tua dan menyerahkan perisai Captain America kepada Sam Wilson. Perjalanan tersebut sempat dianggap menjadi akhir yang cukup definitif untuk karakter Steve. Namun, Avengers: Doomsday kini membawa Chris Evans kembali. Marvel bahkan sudah merilis materi resmi yang memastikan Steve Rogers kembali dalam film tersebut.
Entertainment Weekly melaporkan Evans menerima banyak tawaran untuk kembali ke MCU, tetapi belum tertarik sampai mengetahui Robert Downey Jr. juga terlibat dalam Doomsday. Situasi itu membuat ending Endgame kembali menjadi salah satu bagian yang paling layak diperhatikan. Bagaimana Steve dapat kembali? Apakah kehidupan yang dipilihnya setelah mengembalikan Infinity Stones mempunyai konsekuensi terhadap multiverse? Marvel belum memberikan jawabannya. Namun, jika Encore benar-benar memberikan jembatan menuju Doomsday, perjalanan Steve menjadi salah satu bagian yang sangat mungkin mendapatkan konteks baru.
Robert Downey Jr. Kembali, tetapi Bukan Sebagai Tony Stark
Hubungan emosional dengan Endgame semakin besar karena Robert Downey Jr. juga kembali ke MCU. Bedanya, kali ini ia tidak memainkan Tony Stark atau Iron Man, melainkan Victor von Doom alias Doctor Doom. Tony meninggal pada akhir Endgame setelah menggunakan Infinity Stones untuk menghentikan Thanos dan pasukannya. Adegan tersebut menjadi salah satu kematian terbesar dalam sejarah MCU dan selama bertahun-tahun diperlakukan sebagai akhir perjalanan Iron Man. Kevin Feige kemudian menjelaskan alasan menarik memilih Downey sebagai Doom.
Menurutnya, sang aktor sebelumnya memainkan salah satu pahlawan paling ikonik Marvel, sehingga membawanya kembali sebagai salah satu penjahat paling ikonik menjadi kesempatan kreatif yang sulit dilewatkan. Kehadiran wajah Tony Stark dalam sosok Doctor Doom tentunya mempunyai potensi emosional besar bagi karakter Avengers yang pernah mengenalnya. Namun, Marvel belum menjelaskan apakah kemiripan tersebut benar-benar menjadi bagian plot atau hanya konsekuensi casting multiverse. Dengan Endgame menjadi film yang menutup kehidupan Tony, menontonnya kembali dapat membuat transformasi Downey dari Iron Man menuju Doom terasa semakin kontras ketika Doomsday dimulai.
Doomsday Akan Mempertemukan Tiga Dunia Besar Marvel
Alasan lain mengapa mengingat Endgame berguna adalah skala Doomsday yang kembali sangat besar. Informasi yang telah diungkap menyebut film ini akan melibatkan karakter dari setidaknya tiga kelompok realitas besar, yaitu dunia utama Avengers, semesta The Fantastic Four: First Steps, serta dunia yang dihuni para X-Men. Joe dan Anthony Russo bahkan melihat kemunculan X-Men sebagai kesempatan mempertemukan beberapa universe secara langsung. Konsep tersebut membawa Doomsday kembali menuju jenis event movie yang sebelumnya menjadi kekuatan Infinity War dan Endgame.
Bedanya, jika dua film tersebut mempertemukan para pahlawan yang mayoritas berasal dari kontinuitas sama, Doomsday bermain dengan realitas berbeda. Karena itu, konsep perjalanan waktu dan perubahan timeline yang diperkenalkan secara besar-besaran dalam Endgame dapat kembali relevan. Film 2019 menjelaskan bahwa mengubah masa lalu tidak otomatis mengubah masa depan seseorang, tetapi dapat menciptakan cabang realitas. Sejak saat itu, MCU memperluas konsep tersebut melalui Loki, Spider-Man: No Way Home, dan berbagai cerita Multiverse Saga. Endgame akhirnya menjadi salah satu fondasi awal untuk kekacauan multiverse yang sekarang mencapai puncaknya.
Disney+ Juga Membuat Countdown Resmi Menuju Doomsday
Dorongan untuk melakukan rewatch tidak hanya terlihat dari komentar Russo Brothers. Disney+ sekarang mempunyai bagian khusus Countdown to Avengers: Doomsday di katalog Marvel. Platform tersebut bahkan menghadirkan Countdown to Avengers: Doomsday Official Podcast dengan Iman Vellani dan Frank Alvarez sebagai pembawa acara. Keduanya menonton ulang film-film dari Infinity Saga sambil membahas karakter dan tema yang berpotensi memiliki implikasi terhadap cerita mendatang. Program tersebut dimulai dengan pembahasan film The Avengers dan dirancang sebagai kesempatan bagi penggemar lama maupun penonton baru untuk mengingat kembali perjalanan para pahlawan sebelum Doomsday.
Ini memperlihatkan bahwa strategi Marvel bukan hanya meminta penonton mengingat berbagai proyek Multiverse Saga terbaru. Infinity Saga yang berakhir melalui Endgame juga sedang diangkat kembali sebagai fondasi penting. Bagi penggemar yang sudah merasa sedikit tersesat karena jumlah film dan serial MCU semakin banyak, pendekatan ini setidaknya memberikan titik mulai yang lebih sederhana. Tidak harus langsung menonton puluhan proyek sekaligus. Mengingat kembali perjalanan Avengers dan Endgame sudah menjadi bagian utama persiapan yang secara resmi sedang didorong Disney.
Endgame Encore Kembali ke Bioskop pada 25 September 2026
Avengers Endgame: Encore dijadwalkan kembali ke bioskop pada 25 September 2026, kurang dari tiga bulan sebelum Avengers: Doomsday tayang pada 18 Desember 2026. Jarak tersebut jelas bukan kebetulan. Marvel menempatkan film lamanya tepat sebelum event Avengers berikutnya sekaligus menambahkan materi yang berfungsi sebagai penghubung. Entertainment Weekly melaporkan Encore membawa intro khusus, footage tambahan, dan end tag, sementara laporan terbaru menyebut total materi tambahannya sekitar empat menit. Ketersediaan format dan jadwal penayangan dapat berbeda berdasarkan wilayah.
Joe Russo Menyebut Endgame Sebagai Tontonan Wajib
Jadi, apakah Marvel benar-benar menyuruh fans menonton Endgame lagi sebelum Doomsday? Kurang lebih iya, tetapi pernyataan paling tegas datang langsung dari sutradara Joe Russo, bukan sekadar slogan pemasaran Marvel Studios. Ia menyebut Endgame: Encore sebagai tontonan yang diperlukan untuk mengikuti cerita Doomsday. Alasan utamanya juga cukup konkret karena versi baru mempunyai materi yang menghubungkan kedua film.
Bagi penonton yang masih mengingat seluruh detail Endgame, rewatch versi lama mungkin cukup untuk menyegarkan memori. Namun, Encore mempunyai satu umpan yang sulit diabaikan: footage baru yang memang disiapkan menuju Doomsday. Jadi kalau Marvel ingin membuat fans kembali menangis melihat Tony Stark sambil diam-diam menyisipkan bom cerita baru di ujung film, kali ini strateginya memang cukup licin.