Nasional
Ibas Dorong Investigasi Karhutla Kalimantan, Dugaan Kesengajaan Disorot
Published
2 months agoon
By
admin lintas
Ibas Dorong Investigasi Karhutla Kalimantan
Ibas Dorong Investigasi Karhutla Kalimantan setelah dugaan adanya unsur kesengajaan dalam sejumlah kebakaran hutan dan lahan menjadi perhatian. Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas mendorong agar dugaan tersebut diusut secara menyeluruh melalui investigasi yang dapat mengungkap penyebab sebenarnya di balik kebakaran. Menurutnya, Dalam kondisi tersebut, Ibas Dorong Investigasi Karhutla menjadi perhatian karena pengusutan penyebab kebakaran dinilai penting untuk memastikan setiap dugaan pelanggaran dapat ditindaklanjuti. Jika dalam proses penyelidikan ditemukan adanya tindakan manusia yang dilakukan secara sengaja, maka pihak yang bertanggung jawab perlu diproses sesuai ketentuan hukum.
Dorongan tersebut muncul ketika karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan masih membutuhkan penanganan intensif dari pemerintah dan personel gabungan. Kondisi kebakaran yang meluas juga menimbulkan kekhawatiran terhadap lingkungan serta masyarakat yang berada di sekitar wilayah terdampak. Karena itu, investigasi dinilai penting untuk memastikan apakah kebakaran disebabkan oleh faktor alam, kelalaian, atau memang terdapat aktivitas pembakaran yang dilakukan secara sengaja. Hasil investigasi nantinya dapat menjadi dasar bagi aparat untuk menentukan langkah hukum sekaligus membantu pemerintah memperbaiki strategi pencegahan karhutla pada masa mendatang.
Ibas Dorong Investigasi Dugaan Kesengajaan Karhutla
Seruan untuk melakukan penyelidikan terhadap kebakaran hutan di Kalimantan juga sejalan dengan langkah yang diambil oleh aparat penegak hukum yang mulai menjelajahi kemungkinan adanya niatan jahat dalam beberapa kejadian kebakaran. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya menyatakan bahwa pihak kepolisian sedang menyelidiki dugaan pembakaran yang dilakukan dengan niat yang tidak baik. Penyelidikan tersebut menjadi unsur penting dalam usaha mengidentifikasi penyebab kemunculan titik-titik kebakaran yang terjadi di beberapa lokasi. Aparat tidak hanya fokus pada menemukan tempat kebakaran. Tetapi juga berusaha untuk mengumpulkan informasi mengenai bagaimana api pertama kali muncul dan apakah ada kegiatan manusia sebelum api menyala. Dalam proses ini, disebutkan bahwa beberapa pihak telah diamankan untuk kepentingan investigasi dan pemeriksaan.
Akan tetapi, posisi seseorang yang diamankan tidak otomatis menunjukkan bahwa orang tersebut sudah terbukti bersalah. Aparat masih perlu mengumpulkan keterangan, bukti, dan hasil pemeriksaan lapangan sebelum mengambil langkah hukum selanjutnya. Prinsip ini penting demi menjaga agar penegakan hukum berlangsung secara objektif. Di Kalimantan Tengah, pihak kepolisian juga sedang melakukan penyelidikan terhadap beberapa lokasi yang diduga terkait dengan kebakaran. Salah satu perkembangan menarik adalah pemasangan garis polisi di 18 lokasi di Kotawaringin Timur yang berhubungan dengan dugaan pembakaran lahan. Penandaan lokasi ini merupakan bagian dari penyelidikan agar area yang dicurigai terhubung dengan kejadian kebakaran dapat dianalisis lebih lanjut. Tindakan kepolisian ini menunjukkan bahwa penanganan kebakaran hutan mulai didorong tidak hanya pada pemadaman. Tetapi juga pada pengungkapan penyebab serta kemungkinan pelanggaran hukum di balik insiden kebakaran yang terjadi.
Ribuan Personel Dikerahkan Tangani Karhutla
Besarnya masalah kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan tampak jelas dari jumlah tenaga yang dikerahkan untuk penanganan api. Hingga 21 Agustus 2026, operasi pengendalian kebakaran telah memasuki fase hari ke-48, melibatkan sekitar 12. 880 personel dari berbagai instansi. Tenaga kerja ini berasal dari Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, pemerintahan setempat, Masyarakat Peduli Api, relawan, dan berbagai lembaga pendukung lainnya. Keterlibatan banyak pihak menunjukkan bahwa pengelolaan kebakaran hutan dan lahan memerlukan koordinasi yang signifikan. Terutama saat api menyebar di area yang luas atau sulit dijangkau. Para petugas di lapangan tidak hanya berupaya memadamkan api yang nampak. Tetapi juga menanggulangi potensi munculnya titik nyala baru dan mendinginkan area yang sudah terbakar.
Kesulitan medan juga menambah tantangan, karena beberapa wilayah memiliki tanah gambut yang dapat menyimpan panas di dalamnya. Api yang tampak padam di permukaan mungkin masih aktif di bawah, sehingga pendinginan dan pemantauan perlu dilakukan secara terus menerus. Banyaknya sumber daya yang dikerahkan menunjukkan bahwa masalah kebakaran hutan tidaklah sederhana dan tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Pemerintah harus melaksanakan penanganan yang terintegrasi, mencakup pemadaman, pencegahan, pengawasan daerah rawan, hingga penegakan hukum terhadap pelanggaran yang ditemukan. Dalam konteks ini, penyelidikan yang dipimpin oleh Ibas menjadi hal penting. Sebab penanganan jangka panjang tidak hanya cukup dengan memadamkan api. Mengidentifikasi penyebab kebakaran menjadi krusial agar strategi pencegahan bisa diterapkan dengan lebih efisien dan untuk mengurangi risiko kejadian berulang.
Ibas Dorong Pengusutan Penyebab Karhutla
Tiga provinsi di Kalimantan sedang menjadi fokus utama terkait perkembangan kebakaran hutan terbaru, yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Berdasarkan situasi penanganan di pertengahan Agustus, ketiga provinsi itu melaporkan jumlah hotspot yang cukup tinggi. Antara 17 hingga 19 Agustus, terdeteksi hampir 750 hotspot dengan tingkat kepastian tinggi di ketiga wilayah tersebut. Pada 19 Agustus, jumlah hotspot mencapai 518 yang terdistribusi di berbagai lokasi. Rincian hotspot ditunjukkan dengan 259 titik di Kalimantan Barat, 242 titik di Kalimantan Tengah, dan 17 titik di Kalimantan Selatan. Meskipun demikian, jumlah hotspot tidak dapat langsung diartikan sebagai jumlah kebakaran yang terjadi. Satu kebakaran bisa menghasilkan beberapa titik deteksi, jadi setiap hotspot perlu diverifikasi di lokasi.
Proses verifikasi ini penting untuk memastikan apakah titik yang terdeteksi benar-benar menunjukkan kebakaran aktif atau kondisi lain yang terpantau pada sistem. Tingginya angka hotspot tetap merupakan alarm kewaspadaan, karena dapat mengindikasikan peningkatan aktivitas panas di daerah-daerah yang rentan terhadap kebakaran. Keadaan ini menuntut pemerintah dan petugas gabungan untuk melakukan pengawasan secara intensif. Selain memadamkan api, pencegahan menjadi aspek penting, karena munculnya titik api baru dapat meningkatkan luas kawasan yang terdampak. Pemerintah daerah bersama petugas lapangan juga harus memastikan masyarakat di sekitar daerah rawan mendapatkan informasi tentang risiko pembakaran lahan. Upaya tersebut penting agar penanganan kebakaran hutan tidak hanya bergantung pada respons ketika api sudah meluas, tetapi juga untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kebakaran baru sejak awal.
Investigasi Karhutla Ungkap Dugaan Pembakaran
Dampak dari kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dapat terlihat dari besarnya area yang telah terpengaruh. Berdasarkan update penanganan terbaru pada tanggal 21 hingga 22 Agustus 2026, luas daerah yang terbakar di Kalimantan dilaporkan mencapai sekitar 57. 088 hektare. Angka tersebut mencerminkan besarnya masalah yang ada dan menjadi alasan mengapa upaya penanganan kebakaran ditingkatkan. Penyebaran kebakaran ini tidak hanya berdampak pada vegetasi, tetapi juga dapat mengganggu ekosistem serta kehidupan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi yang terpengaruh. Aspek lain yang penting untuk diperhatikan adalah munculnya asap yang dapat menyebar sesuai dengan arah angin dan memengaruhi kualitas udara di sekitarnya. Jika kebakaran berlangsung untuk waktu yang lama, aktivitas penduduk juga dapat terganggu.
Hal ini mendorong pemerintah untuk mengambil berbagai langkah secara bersamaan, seperti melakukan pemadaman langsung, memantau lokasi titik panas, mengerahkan petugas, serta berusaha menciptakan kondisi cuaca yang mendukung untuk proses pemadaman. Luasnya daerah yang terdampak menunjukkan pentingnya tindakan pencegahan agar api tidak lebih meluas. Jika ada kebakaran yang disebabkan oleh aktivitas manusia. Penting untuk mengidentifikasi penyebabnya karena tindakan pembakaran yang disengaja dapat meningkatkan risiko kerusakan lingkungan. Namun, semua dugaan harus berdasarkan hasil investigasi serta bukti-bukti yang diperoleh dari aparat terkait. Pemerintah juga harus memastikan bahwa proses penegakan hukum menjalani sinergi dengan upaya penanganan di lapangan. Dengan demikian, strategi untuk menghadapi karhutla tidak hanya bersifat sementara. Tetapi juga mampu menghasilkan efek preventif terhadap kemungkinan kebakaran di masa depan.
Pemerintah Perkuat Pemadaman Darat dan Udara
Pemerintah terus memperkuat penanganan terhadap kebakaran hutan dan lahan melalui usaha pemadaman di darat dan dukungan dari udara. Salah satu pendekatan yang diterapkan adalah operasional modifikasi cuaca untuk meningkatkan kemungkinan terjadinya hujan di kawasan yang membutuhkan. Di Kalimantan Barat, modifikasi cuaca telah dilaksanakan pada tanggal 13 hingga 17 Agustus dan akan dipersiapkan kembali untuk periode 23 hingga 27 Agustus 2026. Sementara itu, di Kalimantan Tengah, kegiatan modifikasi cuaca sebelumnya telah dilakukan pada dua periode berbeda, yakni dari 27 Juli sampai 4 Agustus dan dari 11 hingga 15 Agustus. Dukungan semacam ini diharapkan dapat membantu petugas dalam menghadapi situasi kebakaran, terutama ketika kondisi cuaca kering membuat pemadaman semakin sulit.
Upaya dari udara dapat membantu menjangkau lokasi yang sulit dicapai dari darat, sedangkan personel yang terlibat tetap diperlukan untuk melaksanakan pemadaman langsung dan pendinginan. Kombinasi berbagai strategi tersebut diperlukan karena tiap lokasi kebakaran memiliki kondisi yang unik. Pemerintah juga terus memantau perkembangan titik api untuk menentukan area yang memerlukan penanganan lebih cepat. Pada 23 Agustus 2026, Presiden Prabowo Subianto memastikan bahwa upaya pengendalian kebakaran hutan berjalan terus diperkuat di Kalimantan Tengah. Pemerintah berusaha agar area yang sudah terbakar tidak semakin meluas dan sekaligus mencegah munculnya titik api yang baru. Upaya ini merupakan bagian dari respon pemerintah terhadap kondisi kebakaran hutan yang masih menjadi fokus perhatian. Dengan adanya dukungan personel, pemadaman di darat dan udara, serta operasi modifikasi cuaca. Pemerintah berusaha mempercepat pengendalian kebakaran dan mengurangi risiko dampak kebakaran hutan yang meluas.
Pengusutan Karhutla Kalimantan Masih Berjalan
Dorongan dari Ibas untuk melakukan investigasi secara menyeluruh semakin krusial karena penyelesaian masalah kebakaran hutan dan lahan tidak hanya terbatas pada pemadaman api. Pemerintah dan pihak berwenang harus memahami penyebab dari setiap kebakaran agar strategi pencegahan dapat dirumuskan sesuai dengan kondisi yang terjadi. Jika kebakaran disebabkan oleh faktor alam, pendekatannya akan berbeda dibandingkan dengan yang disebabkan oleh kelalaian manusia atau tindakan sengaja. Oleh karena itu, dugaan adanya niat jahat harus diteliti dengan teliti melalui penyelidikan yang didukung dengan bukti. Pihak berwenang perlu memastikan apakah ada kegiatan pembukaan lahan, pembakaran, atau tindakan lain yang terkait dengan munculnya api di lokasi tertentu. Proses ini juga harus dilakukan secara profesional agar individu yang tidak terlibat tidak menjadi korban tuduhan yang tidak berdasar.
Jika bukti menunjukkan adanya pelanggaran, maka proses hukum bisa dilanjutkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sebaliknya, jika penyebab kebakaran tidak terkait dengan tindakan kriminal, hasil dari investigasi juga bisa menjadi acuan untuk menentukan bentuk pencegahan yang sesuai. Bagi pemerintah, menemukan penyebab kebakaran sangat penting untuk rencana pengendalian kebakaran hutan dan lahan di masa mendatang. Masyarakat juga memerlukan jaminan bahwa isu kebakaran hutan dan lahan ditangani dengan serius. Dengan begitu, perhatian tidak hanya diberikan ketika asap dan api sudah menyebar, tetapi juga harus diarahkan pada faktor yang memicu kebakaran. Dorongan dari Waka MPR ini pada akhirnya menekankan pentingnya penanganan kebakaran hutan dan lahan secara menyeluruh, mulai dari pemadaman, pencegahan, pengawasan, sampai penegakan hukum.
Ibas Dorong Penyelidikan Karhutla Secara Menyeluruh
Informasi terbaru menunjukkan bahwa kecurigaan adanya niat jahat dalam kasus kebakaran hutan di Kalimantan menjadi salah satu fokus dalam penanganan kebakaran. Namun, kecurigaan ini harus diverifikasi terlebih dahulu sebelum pihak berwenang menyelesaikan evaluasi dan menemukan bukti yang mendukung. Beberapa individu yang ditangkap selama proses penyelidikan belum bisa secara langsung dianggap sebagai pelaku sebelum status hukumnya ditetapkan melalui proses yang berlaku. Prinsip ini sangat penting agar penegakan hukum berjalan berdasarkan bukti yang ada dan tidak mengarah pada kesimpulan yang tergesa-gesa. Di sisi lain, situasi kebakaran yang masih memerlukan pengerahan sekitar 12. 880 petugas menunjukkan bahwa masalah ini betul-betul memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak.
Pemerintah harus memastikan api dapat dikendalikan, sementara aparat hukum perlu menyelidiki setiap kemungkinan pelanggaran yang terdeteksi di lapangan. Dorongan Ibas Dorong Investigasi Karhutla diharapkan dapat memperkuat upaya pemerintah dalam mengungkap penyebab kebakaran sekaligus mencegah kejadian serupa kembali terjadi. Jika nanti ditemukan bukti adanya pembakaran yang dilakukan dengan sengaja, proses hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab perlu dijalankan secara tegas sesuai dengan peraturan yang ada. Namun, jika hasil pemeriksaan menunjukkan penyebab yang berbeda, informasi tersebut juga harus disampaikan secara terbuka agar masyarakat memiliki pemahaman yang jelas mengenai masalah kebakaran hutan dan lahan. Dengan penanganan yang menyeluruh, pemerintah diharapkan tidak hanya dapat mengendalikan kebakaran yang tengah berlangsung. Tetapi juga mengurangi risiko kejadian serupa di masa depan. Hingga informasi terbaru ini, fokus utama tetap pada pengendalian kebakaran, perlindungan masyarakat, mencegah meluasnya area terdampak. Serta penemuan penyebab kebakaran hutan dan lahan berdasarkan hasil investigasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
You may like
-
Kebakaran Lahan Kosong Dekat Mall 23 Semarang Bikin Warga Khawatir
-
Prabowo Rapat di Hambalang Bahas Karhutla dan Gempa NTT
-
Taman Nasional Way Kambas Terbakar, Pemadaman Berlanjut
-
Karhutla Bromo Meluas hingga 899,35 Hektare
-
Karhutla Alun-alun Suryakancana Padam, Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Sementara
-
Kebakaran Hutan Bromo Picu Penutupan Tiga Jalur Wisata, Pemadaman Terus Berlangsung
Nasional
Kapolri Desak Larangan Vape, Narkotika Cair Jadi Sorotan
Published
12 hours agoon
October 23, 2026By
admin lintas
Larangan Total Vape Didorong Kapolri, Ini Alasannya
JAKARTA – Perhatian mengenai larangan total terhadap vape semakin meningkat setelah Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mendesak penghapusan rokok elektrik secara keseluruhan di Indonesia. Saran ini muncul karena adanya kekhawatiran penggunaan vape sebagai alat untuk mengkonsumsi narkoba cair yang sulit dikenali dengan pemeriksaan biasa. Suyudi mengungkapkan hal tersebut dalam konferensi pers tentang kasus narkotika di Pelabuhan Pelindo Bandar Deli Belawan, Sumatera Utara, pada hari Jumat, 23 Oktober 2026. Kapolri mengungkapkan bahwa cara penyebaran narkotika sekarang ini memerlukan perhatian serius karena zat terlarang bisa muncul dalam berbagai bentuk, termasuk dalam bentuk cairan yang bisa disalahgunakan lewat alat vape.
Situasi ini menciptakan tantangan bagi penegak hukum dan juga masyarakat untuk membedakan antara produk vape yang biasa dan cairan yang mengandung zat berbahaya. Kapolri juga menyatakan bahwa isu mengenai vape telah dibahas dalam rapat dengan DPR RI pada bulan Mei 2026. Namun, saran untuk melarang perlu dibedakan dari kebijakan yang sudah ada. Pemerintah juga perlu memberikan penjelasan mengenai dasar hukum, batasan larangan, dan cara pengawasan jika peraturan ini diterapkan di seluruh negeri. Oleh karena itu, perkembangan mengenai larangan total vape harus dipantau terus melalui pengumuman resmi dari pemerintah dan institusi yang berwenang.
Larangan Total Vape Didorong untuk Mencegah Penyalahgunaan Narkotika
Kapolri Suyudi Ario Seto menggarisbawahi potensi penggunaan perangkat vape untuk menyalahgunakan narkoba dalam bentuk cair. Kekhawatiran ini muncul karena cairan yang digunakan dalam vape bisa memiliki penampilan dan bau yang mirip dengan produk biasa. Dalam kondisi tertentu, pengamatan langsung tidak cukup untuk memastikan apa yang terkandung dalam suatu cairan, sehingga diperlukan pengujian lebih lanjut. Dorongan untuk melarang total vape muncul sebagai solusi untuk mengatasi risiko penyalahgunaan ini. Menurut pandangan yang disampaikan oleh Kapolri, adanya perubahan dalam cara distribusi narkotika harus diantisipasi dengan pengawasan yang lebih ketat dan tindakan hukum terhadap mereka yang terbukti terlibat dalam peredaran zat terlarang.
Masalah ini tidak hanya menyentuh penggunaan perangkat, tetapi juga mencakup jalur produksi, distribusi, penjualan, dan peredaran cairan isi ulang. Pemerintah perlu mempertimbangkan apakah larangan penuh adalah langkah yang akan diambil, atau jika pengawasan yang lebih ketat bisa menjadi bagian dari strategi penanganan. Di sisi lain, masyarakat harus menyadari bahwa tidak semua produk vape mengandung narkotika. Evaluasi terhadap suatu produk harus didasarkan pada hasil yang dapat dipercaya, bukan hanya pada bau, warna, kemasan, atau bentuk alatnya. Dengan demikian, diskusi mengenai larangan total vape harus disertai dengan informasi yang tepat. Sehingga upaya pencegahan narkotika berjalan beriringan dengan penegakan hukum yang baik.
Ancaman Narkotika Cair Memperkuat Wacana Larangan Total Vape
Narkotika dalam bentuk cairan harus diperhatikan karena dapat digunakan untuk menyembunyikan zat terlarang dalam produk tertentu. Salah satu titik penting dalam diskusi tentang Larangan Total Vape adalah kemungkinan adanya cairan yang mengandung narkotika yang digunakan melalui perangkat rokok elektrik. Menggunakan produk yang tidak diketahui isinya bisa berbahaya bagi kesehatan, terutama jika pengguna tidak menyadari zat yang masuk ke tubuhnya. Cairan yang memiliki aroma buah atau wangi tertentu tidak bisa dianggap aman hanya berdasarkan ciri-ciri tersebut. Hal yang sama berlaku untuk kemasan yang menarik atau mirip produk umum. Uji laboratorium diperlukan untuk mengidentifikasi zat yang terkandung dengan lebih tepat.
Penegak hukum juga harus menyelidiki dari mana produk tersebut berasal, bagaimana jalurnya didistribusikan, dan kemungkinan keterlibatan jaringan narkotika jika ada bukti yang mendukung. Masyarakat disarankan untuk tidak mencoba cairan dengan asal yang tidak jelas dan tidak melakukan pemeriksaan sendiri terhadap produk yang dicurigai mengandung zat berbahaya. Jika ditemukan dugaan peredaran narkotika, informasi bisa disampaikan ke polisi atau Badan Narkotika Nasional (BNN). Tindakan tersebut penting untuk membantu mencegah penyalahgunaan zat terlarang. Namun, dugaan tentang kandungan narkotika dalam cairan harus dibuktikan melalui pemeriksaan yang sah agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Data Pemeriksaan Vape Menarik Perhatian BNN
Badan Narkotika Nasional juga memperhatikan kemungkinan penyalahgunaan rokok elektrik dalam peredaran narkotika. Dalam pemberitaan pada Oktober 2026, ada data mengenai peningkatan jumlah sampel vape yang terdeteksi mengandung narkotika, dari 98 sampel pada 2025 menjadi 298 sampel pada 2026. Angka itu menjadi salah satu fokus dalam pembahasan penguatan pengawasan dan pencegahan penyalahgunaan zat terlarang. Meski demikian, jumlah tersebut harus dilihat sebagai sampel yang diperiksa dan terdeteksi. Bukan jumlah total pengguna vape atau seluruh produk yang ada di Indonesia. Data pemeriksaan juga tidak berarti bahwa semua cairan rokok elektrik mengandung narkotika.
Terkait dengan Larangan Total Vape, hasil uji bisa menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah untuk menilai tingkat risiko, kebutuhan pengawasan, dan langkah penanganan yang tepat. Uji laboratorium, pertukaran informasi antar lembaga, dan penelusuran distribusi produk harus dilakukan dengan baik. Pemerintah juga perlu memastikan bahwa informasi tentang temuan narkotika disampaikan dengan jelas, termasuk jenis sampel yang diperiksa dan lingkup hasil uji. Dengan data yang akurat, masyarakat bisa memahami situasi dengan baik tanpa menganggap semua produk vape sebagai barang yang mengandung zat terlarang. Pendekatan berbasis bukti juga diperlukan agar kebijakan yang diambil bisa menanggapi risiko yang ada di lapangan.
Pemerintah Perlu Menelaah Kebijakan Larangan Total Vape
Wacana tentang larangan total vape memerlukan diskusi antara kementerian dan lembaga karena menyangkut aspek hukum, kesehatan, perdagangan, dan pemberantasan narkoba. Sebelum mengadakan larangan secara menyeluruh, pemerintah harus menentukan detail dari aturan yang akan diterapkan. Termasuk kemungkinan regulasi mengenai produksi, impor, penjualan, distribusi, dan pemakaian rokok elektrik. Kejelasan ini penting agar masyarakat dan pelaku bisnis paham tentang tanggung jawab yang ada jika terjadi perubahan kebijakan. Selain itu, pemerintah harus mengevaluasi apakah pengawasan terhadap cairan isi ulang, pemeriksaan bahan, dan tindakan terhadap produk ilegal bisa menjadi bagian dari strategi pencegahan.
Kebijakan yang dibuat juga harus memperhatikan perlindungan generasi muda dan usaha untuk mengurangi paparan bahan berbahaya. Dalam proses ini, koordinasi dengan lembaga penegak hukum, tenaga medis, dan lembaga pengawasan terkait bisa membantu memberikan gambaran tentang risiko dan pilihan penanganan. Tindak lanjut dari Kapolri adalah bagian dari diskusi tersebut, namun itu tidak serta merta membuat larangan nasional berlaku. Status kebijakan harus merujuk pada peraturan resmi yang dikeluarkan oleh pihak berwenang. Oleh karena itu, masyarakat sebaiknya tidak langsung menyimpulkan bahwa semua produk vape dilarang di Indonesia hanya karena ada pernyataan tentang usulan pelarangan. Informasi tentang perubahan aturan harus mengikuti pengumuman resmi dari pemerintah untuk menghindari kesalahpahaman.
Larangan Total Vape dan Usaha Melindungi Masyarakat
Pembahasan mengenai Larangan Total Vape berkaitan dengan usaha untuk melindungi masyarakat dari risiko penyalahgunaan narkoba dan paparan zat yang tidak diketahui. Pencegahan tidak hanya tergantung pada kebijakan dari pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran serta keluarga, sekolah, pelaku usaha, dan masyarakat. Informasi tentang bahaya narkoba harus disampaikan dengan benar agar masyarakat dapat mengenali risiko tanpa menyebarnya tuduhan yang belum terbukti. Konsumen sebaiknya menghindari cairan vape yang tidak jelas asalnya dan jangan mencoba produk yang mencurigakan. Di sisi lain, pelaku usaha harus mengikuti peraturan yang berlaku dan memastikan produk yang dijual memenuhi syarat yang ditentukan.
Jika ada dugaan mengenai peredaran narkotika, masyarakat dapat melaporkannya kepada pihak berwenang untuk dilakukan pemeriksaan sesuai prosedur. Aparat juga perlu menindaklanjuti laporan berdasarkan bukti, termasuk mencari tahu kemungkinan jaringan pemasok dan pengedar. Langkah pencegahan ini penting karena masalah narkotika tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengawasi satu jenis alat. Penguatan edukasi, tes laboratorium, penegakan hukum, dan kerja sama antar lembaga harus berjalan bersamaan. Dengan demikian, pembahasan larangan vape dapat dilihat dalam konteks kebijakan yang lebih luas. Mencegah penyalahgunaan zat terlarang sekaligus meningkatkan perlindungan bagi masyarakat.
Status Larangan Total Vape Menunggu Kepastian Regulasi
Hingga 23 Oktober 2026, dorongan dari Kapolri mengenai Larangan Total Vape menjadi perhatian terkait perkembangan cara peredaran narkoba. Namun, usulan ini harus dibedakan dari keputusan pemerintah yang sudah memiliki dasar hukum dan dianggap berlaku. Kepastian mengenai status larangan harus melalui pengumuman resmi dan peraturan yang diterbitkan oleh lembaga yang berwenang. Jika kebijakan baru diambil, masyarakat perlu mendapatkan penjelasan mengenai kapan kebijakan mulai berlaku, jenis produk yang termasuk dalam aturan, dan konsekuensi bagi mereka yang melanggar. Kejelasan ini penting untuk menghindari informasi yang salah tentang status rokok elektrik di Indonesia.
Sementara proses pembahasan berlangsung, usaha untuk memberantas narkoba harus tetap fokus pada penindakan terhadap pihak yang terbukti memproduksi, memasukkan, atau mendistribusikan zat terlarang sesuai hukum. Masyarakat juga diharapkan untuk tidak menggunakan cairan yang kandungannya tidak jelas dan segera melaporkan dugaan peredaran narkoba kepada pihak berwenang. Hasil pemeriksaan, kerjasama antar lembaga, dan kebijakan pemerintah akan menjadi faktor penting dalam menentukan langkah selanjutnya. Dorongan dari Kapolri menunjukkan bahwa potensi penyalahgunaan vape merupakan masalah yang perlu ditangani secara serius. Keputusan mengenai larangan secara menyeluruh tetap membutuhkan kepastian dalam regulasi agar pelaksanaannya memiliki dasar hukum yang jelas dan dapat dipahami oleh masyarakat.
Nasional
102 Siswa SMP di Bogor Pulih Usai Dugaan Keracunan MBG, Satu Masih Dirawat
Published
1 day agoon
October 22, 2026By
admin lintas
Siswa SMP di Bogor Pulih Usai Dugaan Keracunan MBG
BOGOR – Kasus keracunan MBG Bogor menjadi perhatian setelah 103 siswa SMP Negeri 2 Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga Kamis (22/10/2026), sebanyak 102 siswa dilaporkan telah pulang setelah mendapatkan penanganan medis, sementara satu siswa lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit dengan kondisi yang disebut mulai membaik. Para siswa dilaporkan mengalami gejala seperti pusing, mual, dan sakit perut setelah mengonsumsi makanan serta minuman yang dibagikan melalui program tersebut.
Pemerintah daerah bersama pihak terkait masih menelusuri penyebab kejadian, termasuk memeriksa sampel makanan dan minuman untuk memastikan faktor yang mungkin memicu gangguan kesehatan. Dugaan keterkaitan dengan salah satu menu belum dapat dipastikan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium tersedia. Sementara itu, penanganan medis dan pemantauan kondisi para siswa tetap menjadi prioritas agar seluruh pelajar dapat pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa.
Dugaan Keracunan MBG di Bogor Dialami 103 Siswa
Kejadian dugaan keracunan MBG di Bogor dilaporkan terjadi di SMP Negeri 2 Cisarua pada Rabu (21/10/2026). Sebanyak 103 siswa mengalami keluhan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan dan perawatan medis. Mereka dirawat di Rumah Sakit Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo (RSPG) Cisarua. Gejala yang dilaporkan termasuk pusing, mual, dan sakit perut setelah siswa mengonsumsi makanan dan minuman dari program MBG. Gejala ini dilaporkan muncul dalam waktu yang singkat setelah makan, sehingga petugas kesehatan perlu menyelidiki potensi penyebabnya. Namun, munculnya keluhan setelah makan tidak langsung berarti bahwa satu jenis makanan tertentu adalah sumber masalah.
Pemeriksaan harus mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi bahan makanan, cara pengolahan, penyimpanan, kebersihan alat, serta waktu distribusi makanan kepada siswa. Petugas medis lebih dulu memberikan penanganan kepada murid yang menunjukkan gejala, sementara instansi terkait mencatat untuk memastikan jumlah siswa yang memerlukan perawatan. Dari total 103 siswa yang melapor mengalami keluhan, 102 siswa sudah diizinkan pulang, sedangkan satu siswa lainnya masih dirawat di rumah sakit. Perbedaan dalam kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pemeriksaan setiap pasien berdasarkan tingkat gejala dan pengamatan medis, bukan hanya berdasarkan jumlah orang yang terdampak.
Susu UHT dalam Menu MBG Ikut Diperiksa
Salah satu hal yang menarik perhatian dalam penyelidikan mengenai dugaan keracunan MBG di Bogor adalah susu UHT yang ada dalam menu makanan untuk siswa. Menu yang dilaporkan dimakan oleh pelajar termasuk nasi, telur, sayuran seperti wortel dan jagung, serta susu UHT. Produk susu ini disebut sebagai salah satu kemungkinan yang harus diteliti, tetapi belum bisa dipastikan sebagai penyebab kejadian tersebut. Untuk mendapatkan kesimpulan yang lebih tepat, harus dilakukan pemeriksaan sampel makanan dan minuman di laboratorium. Pengujian ini penting untuk mengetahui apakah ada kontaminasi atau faktor lain yang bisa menjelaskan mengapa keluhan kesehatan muncul secara bersamaan.
Selain bahan makanan, cara penyimpanan dan distribusi juga merupakan hal penting dalam penyelidikan ini. Makanan yang dikemas dengan baik tetap perlu ditangani sesuai dengan aturan penyimpanan dan tanggal kedaluwarsanya. Begitu juga dengan makanan siap saji yang harus dipersiapkan, dikemas, dan didistribusikan dengan menjaga kebersihan dan keamanan. Hasil dari pengujian diharapkan bisa memberikan informasi yang lebih jelas mengenai kemungkinan penyebab kejadian itu. Sampai hasil pemeriksaan diumumkan, masyarakat sebaiknya tidak langsung menyimpulkan bahwa susu UHT atau menu lainnya adalah sumber keracunan. Menetapkan penyebab membutuhkan bukti yang cukup agar langkah selanjutnya bisa dilakukan dengan tepat, termasuk jika ada masalah dengan bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, atau distribusi makanan.
Pemkab Bogor Fokus pada Pemulihan Siswa
Pemerintah Kabupaten Bogor memberi prioritas pada pemulihan kesehatan semua siswa yang mengalami keluhan setelah makan menu MBG. Bupati Bogor Rudy Susmanto memastikan bahwa biaya pengobatan dan perawatan siswa yang terkena dampak akan ditanggung oleh pemerintah daerah. Tujuannya agar para siswa mendapatkan perawatan sesuai kebutuhan tanpa harus menunggu karena masalah biaya. Selama perawatan, kondisi setiap siswa perlu dipantau oleh tenaga medis untuk memastikan apakah mereka sudah cukup stabil untuk pulang. Beberapa pasien yang mengalami keluhan tertentu mungkin memerlukan cairan infus atau tindakan lain berdasarkan pemeriksaan dokter. Setelah kembali ke rumah, siswa tetap memerlukan perhatian dari orang tua dan keluarga. Jika keluhan muncul lagi atau semakin parah, mereka sebaiknya segera dibawa ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pemantauan setelah pasien pulang juga penting untuk memastikan apakah kondisi mereka benar-benar membaik. Di sisi lain, kerjasama antara sekolah, keluarga, fasilitas kesehatan, dan pemerintah daerah sangat diperlukan agar perkembangan kondisi siswa bisa terpantau dengan baik. Penanganan tidak cukup berhenti setelah sebagian besar siswa keluar dari rumah sakit, tetapi juga perlu evaluasi terhadap peristiwa yang terjadi. Pemerintah harus memastikan informasi tentang kondisi korban disampaikan secara jelas supaya keluarga mendapatkan kepastian mengenai tindakan lanjut yang diambil. Dengan demikian, keselamatan siswa tetap menjadi hal yang utama selama proses penyelidikan masih berlangsung.
Operasional SPPG Dihentikan Sementara untuk Evaluasi
Sebagai langkah selanjutnya, aktivitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang bertugas mendistribusikan makanan ke sekolah, dilaporkan dihentikan sementara selama 20 hari. Penghentian ini bagian dari upaya untuk mengevaluasi setelah munculnya dugaan masalah kesehatan yang dirasakan oleh siswa. Selama periode ini, pihak terkait dapat melakukan pemeriksaan terhadap prosedur penyediaan makanan, mulai dari pemilihan bahan, proses memasak, pengemasan, penyimpanan, hingga pengiriman ke sekolah. Setiap langkah harus diperiksa agar dapat memastikan bahwa standar keamanan pangan sudah dilaksanakan secara konsisten. Penelusuran juga perlu meliputi kondisi produk yang disajikan, pencatatan waktu produksi dan distribusi, serta pengelolaan bahan makanan yang mudah rusak.
Evaluasi ini tidak hanya bertujuan untuk menemukan kemungkinan penyebab masalah, tapi juga untuk mengidentifikasi aspek yang perlu diperbaiki agar risiko serupa dapat ditekan. Keputusan untuk menghentikan kegiatan sementara tidak berarti bahwa penyebab masalah sudah pasti berasal dari dapur penyedia makanan. Kesimpulan itu harus tetap berdasarkan pada hasil pemeriksaan dan bukti yang ada. Setelah proses evaluasi selesai, pihak berwenang dapat menentukan langkah-langkah selanjutnya berdasarkan hasil penelusuran. Pengawasan yang baik dan transparan diperlukan agar masyarakat mendapatkan informasi yang bisa dipercaya mengenai keamanan layanan MBG. Sementara itu, setiap penyedia layanan harus memastikan bahwa prosedur kebersihan, pengolahan, penyimpanan, dan distribusi makanan diterapkan dengan baik untuk menjaga kesehatan penerima manfaat, terutama anak sekolah.
Keamanan Pangan Menjadi Perhatian dalam Program MBG
Kejadian yang melibatkan banyak siswa ini kembali menegaskan pentingnya keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis. Program pemenuhan gizi untuk pelajar tidak hanya membutuhkan makanan yang bergizi, tetapi juga harus memastikan bahwa makanan itu aman untuk dimakan. Pengawasan perlu dilakukan dari saat bahan makanan diterima hingga makanan disajikan kepada siswa. Kualitas bahan baku harus diperiksa, dan proses pengolahan harus mengikuti standar kebersihan dan prosedur yang ada. Makanan yang sudah matang juga harus disimpan dan dikirim dengan cara yang benar agar kualitasnya tetap terjaga. Selain itu, produk kemasan seperti susu perlu diperiksa stempel, tanggal kedaluwarsa, serta cara penyimpanannya. Pengelola dapur perlu memiliki catatan yang cukup sehingga penelusuran dapat dilakukan jika ada laporan masalah kesehatan.
Sekolah juga perlu memiliki prosedur pelaporan yang jelas jika beberapa siswa mengalami keluhan setelah makan. Tindakan cepat dapat membantu petugas kesehatan mendapatkan informasi tentang waktu makanan, jenis menu, dan gejala yang muncul. Informasi tersebut dapat mendukung proses penyelidikan dan membantu mencegah bertambahnya jumlah orang yang terkena risiko jika masalah masih ada. Evaluasi yang menyeluruh sangat penting agar program MBG dapat berjalan lancar dan mengutamakan keselamatan siswa. Peningkatan pengawasan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan memerlukan koordinasi antara pengelola layanan, sekolah, tenaga kesehatan, dan pemerintah. Dengan sistem pemantauan yang baik, pelaksanaan program pemenuhan gizi diharapkan dapat berjalan dengan aman, konsisten, dan bertanggung jawab.
Kondisi Terbaru Siswa Korban Keracunan MBG Bogor
Hingga Kamis (22/10/2026), laporan terbaru menunjukkan bahwa 102 siswa dari SMP Negeri 2 Cisarua sudah diizinkan pulang, sedangkan satu siswa masih dirawat di rumah sakit dan kondisinya dikatakan membaik. Siswa tersebut diharapkan bisa segera kembali ke rumah jika hasil pemeriksaan dan penilaian dokter menunjukkan bahwa kondisi kesehatan telah stabil. Meskipun sebagian besar siswa telah kembali, keluarga dan pihak sekolah tetap perlu memperhatikan kesehatan mereka. Jika ada keluhan seperti muntah yang terus-menerus, sakit perut parah, pusing yang berkepanjangan, atau tanda-tanda dehidrasi, sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan medis. Sementara itu, penyelidikan mengenai penyebab insiden ini masih menjadi hal penting dalam penanganan kasus ini.
Sampel makanan dan minuman yang dikonsumsi siswa akan diperiksa supaya dugaan awal dapat dibandingkan dengan hasil uji coba. Informasi mengenai kemungkinan keterkaitan dengan susu UHT perlu menunggu bukti yang jelas sebelum dijadikan kesimpulan. Diharapkan pemerintah daerah dan pihak yang terkait memberikan informasi perkembangan pemeriksaan dengan jelas, termasuk hasil laboratorium dan langkah evaluasi terhadapat layanan penyedia makanan. Dengan informasi yang tepat, masyarakat dapat mengikuti perkembangan kasus tanpa terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Fokus utama saat ini adalah memastikan semua siswa sembuh, menyelesaikan pemeriksaan secara menyeluruh, dan memperbaiki prosedur keamanan pangan jika ditemukan ada yang kurang dalam pelaksanaan program MBG.
Evaluasi Menyeluruh Diperlukan agar Kejadian Tidak Terulang
Dugaan keracunan di SMP Negeri 2 Cisarua mengingatkan kita bahwa program makanan untuk siswa memerlukan pengawasan yang terus-menerus. Kebutuhan gizi harus sejalan dengan perlindungan kesehatan bagi penerima manfaat. Oleh karena itu, setiap laporan tentang masalah kesehatan setelah mengonsumsi makanan perlu ditindaklanjuti dengan mendata korban, melakukan pemeriksaan kesehatan, mengamankan sampel, dan menyelidiki proses penyediaan makanan. Hasil pemeriksaan ini bisa membantu menentukan jika insiden tersebut berkaitan dengan bahan makanan tertentu, adanya kontaminasi saat pengolahan, cara penyimpanan yang tidak baik, atau faktor lain yang perlu diteliti lebih lanjut. Jika ditemukan kekurangan, tindakan perbaikan harus diambil sebelum layanan tersebut beroperasi kembali sesuai aturan yang ada.
Pengelola harus memastikan bahwa pekerja memahami prosedur kebersihan dan keamanan pangan, sementara pengawasan dari pihak berwenang harus dilakukan secara berkala. Sekolah dan orang tua juga bisa berkontribusi dengan melaporkan gejala yang muncul dan memberikan informasi yang dibutuhkan tenaga kesehatan. Di sisi lain, masyarakat perlu menunggu hasil penyelidikan sebelum menarik kesimpulan tentang penyebab kejadian tersebut. Hingga laporan terakhir, sebanyak 102 siswa sudah pulang dan satu siswa masih dirawat dengan kondisi yang membaik. Penyebab pasti dari kejadian tersebut belum dapat dipastikan hanya berdasarkan gejala yang muncul setelah mengonsumsi makanan. Hasil laboratorium dan evaluasi dari pihak berwenang akan menjadi hal penting untuk menentukan langkah selanjutnya. Dengan penanganan yang menyeluruh, diharapkan seluruh siswa dapat sembuh dan program MBG dapat terus dievaluasi untuk menjaga keamanan dan kepercayaan masyarakat.
Nasional
Greenpeace Bentangkan Spanduk Raksasa di Bundaran HI, Soroti Krisis Iklim
Published
2 days agoon
October 21, 2026By
admin lintas
Greenpeace Bundaran HI Menyampaikan Kritik kepada Pemerintah
JAKARTA – Greenpeace Bundaran HI menarik perhatian masyarakat setelah enam anggota Greenpeace Indonesia menggelar spanduk besar di Monumen Selamat Datang, di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada hari Selasa (20/10/2026). Aksi ini dilakukan untuk mendorong pemerintah agar lebih serius dalam menghadapi masalah krisis iklim yang dinilai berdampak langsung bagi kehidupan warga, termasuk bertambahnya beban ekonomi dan biaya hidup.
Aksi dimulai sejak pagi dengan melibatkan enam aktivis yang terdiri dari empat pria dan dua wanita. Mereka mengibarkan spanduk berwarna kuning dari atas monumen yang menjadi simbol Ibu Kota. Pesan yang disampaikan menggambarkan hubungan antara kerusakan lingkungan, bencana ekologis, dan kesulitan ekonomi yang dialami masyarakat.
Pesan Spanduk Greenpeace di Bundaran HI
Dua pesan utama termasuk dalam aksi itu. Spanduk pertama bertuliskan “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup” dan menghadap ke utara, menuju Istana Merdeka. Sementara itu, spanduk kedua berisi tulisan “Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah? ” yang merupakan bentuk kritik terhadap cara pemerintah menangani masalah lingkungan dan dampaknya bagi kesejahteraan masyarakat.
Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia, Jeanny Sirait, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem dan bencana ekologis mengancam keselamatan dan kesehatan masyarakat. Situasi tersebut juga dapat mengganggu pekerjaan, menekan pendapatan, serta meningkatkan harga pangan. Greenpeace berpendapat bahwa kelompok masyarakat yang ekonominya rentan adalah yang paling terkena dampak dari krisis ini.
Enam Aktivis Greenpeace Dievakuasi Polisi
Tim gabungan dari kepolisian, TNI, pemadam kebakaran, dan Satpol PP hadir di lokasi untuk menjaga keamanan serta membantu evakuasi. Setelah bertahan di atas monumen selama beberapa jam, keenam aktivis akhirnya berhasil diturunkan dengan alat evakuasi.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E. P. Hutagalung melaporkan bahwa salah satu aktivis wanita tampak lemas ketika diturunkan dari monumen. Aktivis tersebut kemudian dibawa dengan ambulans untuk mendapatkan perawatan medis di Klinik Biddokkes Polda Metro Jaya. Semua aktivis berhasil dievakuasi.
Respons Aparat terhadap Aksi Greenpeace
Petugas mengingatkan bahwa penyampaian pendapat di depan umum harus memperhatikan keselamatan semua pihak dan melindungi fasilitas publik. Bundaran HI juga merupakan tempat yang memiliki nilai sejarah dan status cagar budaya, sehingga penggunaan monumen untuk aksi mendapat perhatian khusus.
Namun, pihak kepolisian menekankan pentingnya memberikan perlindungan kepada masyarakat yang ingin menyampaikan pendapat. pemerintah juga dihadapkan pada tuntutan untuk merespons masalah lingkungan dengan serius, terutama ketika dampaknya berkenaan dengan keselamatan warga, ketahanan pangan, dan kondisi ekonomi rumah tangga.
Aksi Greenpeace Ramai Dibicarakan di Media Sosial
Dokumentasi aksi Greenpeace Indonesia menyebar luas di berbagai platform media sosial, seperti X, Instagram, TikTok, dan WhatsApp. Foto-foto spanduk kuning yang dijulangkan di atas Monumen Selamat Datang menarik perhatian netizen dan memicu perbincangan mengenai tujuan aksi serta isu krisis iklim di Indonesia.
Perhatian publik bahkan meluas ke Google Maps, ketika beberapa pengguna mengunggah foto aksi tersebut di halaman ulasan lokasi Bundaran HI. Kejadian ini mencerminkan bagaimana aksi lingkungan di tempat umum dapat menjadi perbincangan yang meluas melalui berbagai saluran digital.
Greenpeace Desak Penanganan Krisis Iklim Lebih Serius
Aksi ini terjadi bersamaan dengan dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Momentum ini dimanfaatkan oleh Greenpeace Indonesia untuk kembali menekankan pentingnya kebijakan yang dapat menangani krisis iklim serta mengurangi pengaruhnya terhadap masyarakat.
Greenpeace menyoroti bahwa mengatasi krisis iklim tidak hanya harus berfokus pada isu lingkungan, tetapi juga harus memperhatikan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat. Bencana alam, cuaca yang ekstrem, dan gangguan dalam produksi pangan dapat menambah beban ekonomi, khususnya bagi masyarakat dengan pendapatan rendah.
Kejadian di Bundaran HI ini kembali menempatkan masalah perubahan iklim sebagai topik penting dalam diskusi publik. Permintaan yang diajukan oleh Greenpeace menjadi pengingat bahwa upaya menjaga lingkungan harus sejalan dengan perlindungan masyarakat dari bencana dan naiknya biaya hidup.
Kholidin-Noviera Ross Sumbang Perak Panahan Asian Para Games 2026
Kapolri Desak Larangan Vape, Narkotika Cair Jadi Sorotan
Outfit Fashion yang cocok dengan Nail Art 2D Outline untuk Tampilan Stylish
Emas Perdana Panjat Tebing Indonesia Ukir Rekor Dunia di Asian Beach Games 2026
Lagu Justin Bieber Viral Lagi Usai Coachella 2026
10 Film Action Netflix Terbaik 2026 yang Bikin Adrenalin Meledak
Trending
-
Olahraga6 months agoEmas Perdana Panjat Tebing Indonesia Ukir Rekor Dunia di Asian Beach Games 2026
-
Entertainment6 months agoLagu Justin Bieber Viral Lagi Usai Coachella 2026
-
Entertainment6 months ago10 Film Action Netflix Terbaik 2026 yang Bikin Adrenalin Meledak
-
Entertainment6 months agoLagu Kicau Mania NDX: Sound Trend yang Viral
-
Olahraga6 months agoTransfer Rashford Buntu, MU Tolak Skema Barcelona
-
Nasional6 months agoPutusan MK 2026: Tafsir Kerugian Negara Kini Lebih Tegas
-
Teknologi6 months agoWhatsApp Plus Berbayar 2026 Hadir dengan Fitur Premium
-
Teknologi6 months agoAplikasi Tring Pegadaian Raih Penghargaan Nasional 2026
