Huawei HarmonyOS mencatat perkembangan penting di tengah persaingan sistem operasi mobile dunia. Pada Agustus 2026, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China atau MIIT menyebut HarmonyOS telah menjadi sistem operasi mobile terbesar ketiga di dunia, setelah Android dan iOS.
Pencapaian tersebut menunjukkan semakin kuatnya posisi Huawei dalam membangun ekosistem perangkat lunak sendiri. HarmonyOS dikembangkan Huawei sebagai alternatif terhadap dominasi Android dan iOS, terutama setelah perusahaan menghadapi berbagai pembatasan akses terhadap teknologi Amerika Serikat.
Data terbaru Counterpoint Research juga memperlihatkan bahwa HarmonyOS memang berada di posisi ketiga dalam pangsa penjualan smartphone global. Pada kuartal II 2026, HarmonyOS mencatat pangsa 5%, sedangkan Android berada di angka 75% dan iOS 20%.
HarmonyOS Tembus Posisi Ketiga Dunia
Pernyataan mengenai posisi HarmonyOS sebagai sistem operasi mobile terbesar ketiga disampaikan pejabat MIIT dalam konferensi pers pada 26 Agustus 2026.
Menurut laporan mengenai konferensi tersebut, pemerintah China menyebut HarmonyOS telah menempati posisi ketiga secara global. Namun, MIIT tidak menjelaskan secara rinci apakah peringkat tersebut didasarkan pada jumlah perangkat aktif, pengiriman smartphone, penjualan, atau indikator lainnya.
Karena itu, data dari lembaga riset independen menjadi penting untuk memberikan gambaran yang lebih jelas.
Counterpoint Research mencatat HarmonyOS menguasai 5% penjualan smartphone global pada kuartal II 2026. Angka tersebut menempatkannya di belakang Android dan iOS.
Dengan demikian, klaim bahwa HarmonyOS merupakan sistem operasi smartphone terbesar ketiga dunia memiliki dasar yang kuat jika yang digunakan adalah pangsa penjualan smartphone.
Android Masih Mendominasi
Meski HarmonyOS berhasil masuk tiga besar, jarak dengan Android dan iOS masih sangat besar.
Android tetap menjadi sistem operasi paling dominan di dunia. Pada kuartal II 2026, sistem operasi Google tersebut menguasai sekitar 75% penjualan smartphone global.
Sementara itu, iOS berada di posisi kedua dengan pangsa sekitar 20%.
HarmonyOS berada di urutan ketiga dengan 5%.
Angka tersebut memperlihatkan bahwa HarmonyOS masih menghadapi pekerjaan besar jika ingin benar-benar mengejar dua pemain utama.
Namun, posisi ketiga tetap menjadi pencapaian penting mengingat ekosistem HarmonyOS jauh lebih muda dibandingkan Android dan iOS.
China Menjadi Mesin Utama Pertumbuhan
Salah satu faktor terbesar di balik perkembangan HarmonyOS adalah pasar China.
Di negara asal Huawei tersebut, HarmonyOS sudah memiliki posisi yang jauh lebih kuat dibandingkan pangsa globalnya.
Pada kuartal II 2026, HarmonyOS menguasai 24% penjualan smartphone di China, naik dari 19% pada kuartal sebelumnya. Angka tersebut bahkan membuat HarmonyOS berada di atas iOS yang mencatat 18%. Android masih menjadi pemimpin dengan 58%.
Dengan kata lain, hampir seperempat smartphone yang terjual di China pada periode tersebut menggunakan HarmonyOS.
Kondisi ini menjadi fondasi penting bagi Huawei untuk terus mengembangkan sistem operasinya.
Huawei Tidak Lagi Hanya Mengandalkan Hardware
Perkembangan HarmonyOS juga menunjukkan perubahan strategi Huawei.
Perusahaan tidak hanya ingin bersaing melalui smartphone, tablet, wearable, atau perangkat elektronik lainnya. Huawei juga berusaha membangun ekosistem perangkat lunak yang dapat menghubungkan berbagai perangkat tersebut.
Strategi ini penting karena sistem operasi dapat menjadi salah satu aset terbesar sebuah perusahaan teknologi.
Apple memiliki iOS dan ekosistem perangkatnya. Google memiliki Android serta berbagai layanan pendukung. Huawei mencoba membangun ekosistem dengan HarmonyOS sebagai salah satu pusatnya.
Jika strategi tersebut berhasil, Huawei akan memiliki kontrol lebih besar terhadap pengalaman pengguna dan pengembangan aplikasi.
Ekosistem OpenHarmony Tembus 1,35 Miliar Perangkat
Selain perkembangan HarmonyOS, MIIT juga mengungkap bahwa ekosistem OpenHarmony telah mencapai lebih dari 1,35 miliar perangkat secara kumulatif.
Namun, angka ini perlu dibaca secara hati-hati.
OpenHarmony merupakan ekosistem open-source yang cakupannya lebih luas daripada smartphone. Perangkat yang menggunakan basis OpenHarmony mencakup berbagai kategori seperti kendaraan, peralatan rumah tangga, serta sistem industri.
Jadi, angka 1,35 miliar tersebut tidak dapat dianggap sebagai jumlah pengguna smartphone HarmonyOS.
Perbedaan antara HarmonyOS pada smartphone dan ekosistem OpenHarmony penting agar pencapaian Huawei tidak disalahartikan.
HarmonyOS 6 Terus Berkembang
Huawei juga terus mendorong penggunaan generasi terbaru sistem operasinya.
Menurut laporan terbaru, lebih dari 80 juta perangkat telah menjalankan HarmonyOS 6 hingga 20 Agustus 2026. Huawei sebelumnya menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 100 juta perangkat pada akhir 2026.
Angka tersebut menunjukkan bahwa Huawei masih agresif memperluas basis pengguna HarmonyOS generasi terbaru.
Selain jumlah perangkat, perkembangan aplikasi juga menjadi faktor penting.
Huawei menyebut lebih dari 100.000 aplikasi native HarmonyOS telah dikembangkan, sementara jumlah aplikasi yang dapat diakses pada smartphone HarmonyOS telah melampaui 400.000.
Tantangan Terbesar Ada di Ekosistem Aplikasi
Meskipun pertumbuhannya cukup kuat di China, HarmonyOS masih memiliki tantangan besar untuk berkembang secara global.
Salah satu masalah utama adalah ekosistem aplikasi.
Android dan iOS sudah memiliki basis developer yang sangat besar. Pengguna juga terbiasa mendapatkan aplikasi dari kedua platform tersebut.
Ketika Huawei mengembangkan HarmonyOS yang semakin mandiri dari Android, pengembang harus memastikan aplikasi mereka dapat berjalan secara native di platform Huawei.
Hal ini membutuhkan investasi waktu dan sumber daya.
Karena itu, jumlah aplikasi dan dukungan developer akan menjadi faktor penting jika Huawei ingin membawa HarmonyOS ke pasar internasional secara lebih luas.
Huawei Mulai Mengincar Pasar Internasional
Huawei tidak berhenti di China.
Dalam konferensi ekosistem HarmonyOS pada akhir Agustus 2026, Huawei mengungkap rencana melakukan uji coba HarmonyOS di sejumlah pasar luar negeri sebelum memutuskan ekspansi konsumen yang lebih luas.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa Huawei mulai melihat peluang untuk menjadikan HarmonyOS sebagai platform global.
Namun, ekspansi internasional tentu tidak mudah.
Huawei harus membangun ekosistem aplikasi, menjalin hubungan dengan developer, memperluas layanan digital, serta meyakinkan konsumen agar bersedia menggunakan platform yang berbeda dari Android dan iOS.
Posisi Huawei di Luar China Masih Berbeda
Ada satu hal penting yang perlu diperhatikan ketika membahas kesuksesan HarmonyOS.
Tidak semua smartphone Huawei yang dijual di luar China menggunakan HarmonyOS versi terbaru.
Laporan terbaru menyebut perangkat flagship Huawei di pasar internasional masih menggunakan EMUI, yang berbasis Android open-source, sementara perangkat di China menggunakan HarmonyOS.
Artinya, kekuatan HarmonyOS saat ini masih sangat terkonsentrasi di pasar China.
Hal tersebut menjadi salah satu tantangan terbesar Huawei jika ingin menjadikan HarmonyOS sebagai pesaing global yang benar-benar seimbang dengan Android dan iOS.
Potensi Mengubah Persaingan Sistem Operasi
Kemunculan HarmonyOS sebagai pemain ketiga memiliki arti penting bagi industri teknologi.
Selama bertahun-tahun, pasar smartphone global praktis didominasi oleh Android dan iOS.
Kini, Huawei memiliki platform yang semakin matang dan memiliki basis pengguna besar di China.
Jika Huawei berhasil membawa HarmonyOS ke lebih banyak negara dan mendapatkan dukungan developer internasional, persaingan sistem operasi mobile dapat menjadi lebih menarik.
Pengguna juga berpotensi mendapatkan lebih banyak pilihan di luar dua ekosistem utama yang selama ini mendominasi pasar.
Huawei Harus Menjaga Momentum
Tantangan berikutnya bagi Huawei adalah mempertahankan pertumbuhan.
Data Counterpoint menunjukkan HarmonyOS berada di angka 5% dari penjualan smartphone global pada kuartal I dan kuartal II 2026. Pada kuartal II, Android berada di 75% dan iOS 20%.
Angka tersebut menunjukkan HarmonyOS sudah memiliki posisi yang relatif stabil, tetapi belum mengalami lonjakan besar secara global.
Huawei harus terus meningkatkan kualitas sistem operasi, jumlah aplikasi, layanan digital, serta daya tarik perangkat kerasnya.
Semakin banyak pengguna yang masuk ke ekosistem HarmonyOS, semakin besar pula daya tarik platform tersebut bagi developer.
Masa Depan HarmonyOS
Perjalanan HarmonyOS masih cukup panjang.
Pencapaian sebagai sistem operasi mobile terbesar ketiga merupakan langkah penting, tetapi mempertahankan posisi tersebut sekaligus memperluas pangsa pasar akan menjadi tantangan berikutnya.
China kemungkinan tetap menjadi pasar utama Huawei dalam waktu dekat. Namun, rencana melakukan pilot di sejumlah negara menunjukkan Huawei mulai mempersiapkan babak baru untuk HarmonyOS.
Jika ekspansi tersebut berhasil, HarmonyOS berpotensi menjadi salah satu sistem operasi mobile global yang benar-benar diperhitungkan.
Sebaliknya, jika dukungan aplikasi dan layanan di luar China tidak berkembang cukup cepat, HarmonyOS kemungkinan akan tetap menjadi kekuatan besar di China tetapi memiliki pengaruh yang lebih terbatas di pasar internasional.
Kesimpulan
HarmonyOS kini berada di posisi ketiga dalam persaingan sistem operasi smartphone global. MIIT China menyebut HarmonyOS sebagai sistem operasi mobile terbesar ketiga dunia, sementara data Counterpoint Research menunjukkan HarmonyOS menguasai sekitar 5% penjualan smartphone global pada kuartal II 2026.
Di China, posisinya bahkan jauh lebih kuat dengan pangsa 24% pada periode yang sama, berada di belakang Android tetapi sudah melampaui iOS.
Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa Huawei berhasil membangun alternatif yang semakin serius terhadap Android dan iOS.
Namun, perjalanan menuju pasar global masih panjang. Huawei harus memperkuat ekosistem aplikasi, memperluas dukungan developer, serta memastikan HarmonyOS tersedia di lebih banyak perangkat dan negara.
Jika berhasil melewati tantangan tersebut, persaingan sistem operasi mobile dunia bisa memasuki era baru dengan tiga pemain besar, bukan lagi hanya Android dan iOS.