7 Seri Game yang Resmi Mati di Era PS1 dan Tak Pernah Dilanjutkan
Inilah 7 seri game PS1 yang telah berakhir sering kali membuat para pemain merasa nostalgia dan penasaran. Banyak judul PlayStation 1 di zaman dahulu memiliki konsep yang kuat, permainan yang unik, dan banyak penggemar setia. Namun, sebagian besar dari seri tersebut tidak pernah benar-benar dilanjutkan setelah akhir era PS1. Di masa PlayStation pertama, banyak pengembang berani mencoba hal baru. Mereka menciptakan permainan ruang angkasa, pertarungan realistis, horor bertahan hidup yang aneh, dan platformer 3D yang tak biasa. Sayangnya, tidak semua seri berhasil bertahan hingga PS2, PS3, atau generasi yang lebih modern.
1. Colony Wars Menjadi Seri Game PS1 yang Hilang dan Sangat Disayangkan
Colony Wars adalah salah satu seri permainan PS1 yang paling disayangkan hilangnya. Permainan ini mengajak pemain beraksi dalam pertarungan luar angkasa dengan suasana sinematik. Pemain mengendalikan pesawat tempur dan melaksanakan misi besar dalam perang antar faksi. Seri ini memiliki tiga permainan di PS1, yaitu Colony Wars, Colony Wars: Vengeance, dan Colony Wars III: Red Sun. MobyGames mencatat Colony Wars sebagai seri yang terdiri dari tiga judul, sementara Red Sun adalah yang ketiga di PlayStation. Sayangnya, setelah era PS1, seri ini tidak mendapatkan kelanjutan yang berarti. Dengan teknologi saat ini, Colony Wars bisa saja menjadi permainan pertarungan luar angkasa yang sangat sinematik.
2. G-Police Berhenti Setelah Dua Judul
G-Police juga merupakan seri yang berakhir terlalu cepat. Permainan ini menawarkan aksi futuristik dengan kendaraan udara di koloni Callisto. Pemain berperan sebagai polisi masa depan yang mengungkap konspirasi besar di tengah kota dengan gaya cyberpunk. Seri ini hanya memiliki dua permainan utama. MobyGames mencatat G-Police sebagai seri yang terdiri dari dua game, dengan permainan pertamanya diluncurkan pada tahun 1997 untuk PlayStation dan PC. Dengan konsep kendaraan terbang, kota futuristik, dan konflik korporasi, G-Police sebenarnya memiliki potensi besar untuk dihidupkan kembali di zaman modern. Namun, franchise ini tetap sebagai bagian yang unik dari era PS1.
3. Bushido Blade Tidak Dilanjutkan Sebagai Seri Utama
Bushido Blade dikenal sebagai salah satu permainan pertarungan yang paling unik di PS1. Berbeda dari permainan pertarungan lainnya, game ini tidak menggunakan bar kesehatan tradisional. Pertarungan bisa berakhir sangat cepat dengan satu serangan yang tepat. MobyGames menyebut Bushido Blade sebagai seri yang terdiri dari dua permainan yang diciptakan oleh Square dan LightWeight. Seri ini terkenal dengan pertarungan berkisar senjata yang semi-realistis dan sistem cedera pada tubuh karakter. Setelah Bushido Blade 2, seri utamanya tidak berlanjut. Memang ada game lain yang memiliki gaya serupa, seperti Kengo, tetapi Bushido Blade sebagai nama besar tidak kembali menjadi franchise utama. Konsep duel yang realistis ini masih sangat menarik untuk zaman sekarang.
4. Tobal Menghilang Meski Memiliki Sistem Pertarungan yang Kuat
Tobal adalah seri pertarungan yang dibuat oleh DreamFactory dan diterbitkan oleh Square. Permainan ini dikenal karena sistem pertempuran 3D yang halus, grappling yang unik, dan desain karakter oleh Akira Toriyama. Pada masanya, Tobal No. 1 terasa berbeda dari permainan pertarungan lainnya. MobyGames mencatat Tobal No. 1 sebagai permainan pertarungan dengan fitur grappling yang kuat dan mode pencarian. Sementara itu, daftar PlayStation MobyGames juga mencantumkan Tobal 2 sebagai rilis PlayStation pada tahun 1997. Seri ini sempat “dibangkitkan” sebagai permainan mobile Jepang bernama Tobal M. Namun, Wired mencatat bahwa kebangkitan itu hanya hadir untuk ponsel Jepang, bukan sebagai kelanjutan pada konsol besar. Oleh karena itu, bagi para pemain konsol, Tobal tetap terasa seperti seri PS1 yang menghilang terlalu cepat.
5. Jumping Flash! Tidak Diteruskan Setelah Era PS1
Jumping Flash! adalah salah satu permainan platformer 3D awal yang sangat berbeda. Pemain mengendalikan Robbit, seekor kelinci robot yang dapat melompat tinggi dari sudut pandang orang pertama. Ide ini terasa baru dan inovatif pada masa awal PlayStation. Seri ini memiliki dua sekuel di PlayStation, yaitu Jumping Flash! 2 dan Robbit Mon Dieu di Jepang. Namun, judul terbaru dari serinya belum ada setelah akhir era PS1. Bahkan, ada laporan dari MeriStation yang menyebutkan bahwa proyek baru Jumping Flash! untuk PS VR sempat direncanakan, tetapi tidak terwujud. Jika dihadirkan kembali saat ini, Jumping Flash! bisa menjadi game VR atau platformer modern yang jauh berbeda. Sayangnya, seri ini masih lebih sering muncul sebagai kenangan masa lalu.
6. OverBlood Terhenti Setelah Dua Game Survival Horror
OverBlood adalah sebuah game survival horror yang cukup unik di masa PS1. Game ini membawa pemain ke dalam fasilitas misterius dengan berbagai elemen teka-teki, eksplorasi, dan suasana sci-fi. Walaupun tidak sepopuler Resident Evil, game ini memiliki ciri khas tersendiri. OverBlood pertama kali diluncurkan untuk PlayStation pada tahun 1996. Sekuelnya, OverBlood 2, diluncurkan pada tahun 1998. Informasi ini tercantum dalam profil game OverBlood yang menyatakan bahwa sekuelnya dirilis dua tahun setelah game yang pertama. Setelah itu, seri ini tidak melanjutkan dengan sekuel yang besar. Sebenarnya, konsep survival horror sci-fi bisa sangat cocok dengan tren saat ini. Dengan grafis terbaru, suasana OverBlood bisa menjadi lebih menegangkan.
7. Fighting Force Tidak Berhasil Menjadi Beat ’em Up Modern
Fighting Force pernah menjadi salah satu permainan beat ’em up 3D yang populer di PS1. Game ini memungkinkan pemain memilih berbagai karakter untuk melawan musuh di lingkungan kota. Atmosfernya terasa seperti versi 3D dari brawler arcade klasik. MobyGames mencatat Fighting Force sebagai game beat ’em up 3D yang dirilis pada tahun 1997, sementara Fighting Force 2 datang pada tahun 1999 sebagai kelanjutannya. Seri ini kemudian lebih dikenal sebagai kenangan retro, terutama setelah koleksi modern menggabungkan dua permainan klasik PS1 tersebut dalam satu paket. Meskipun dikenang, Fighting Force tidak berkembang menjadi merek besar. Padahal, genre beat ’em up modern kini kembali menarik perhatian dengan game co-op dan aksi arcade.
Mengapa Banyak Seri PS1 Tidak Berlanjut?
Banyak seri game PS1 berhenti karena perubahan signifikan menuju era PS2. Pengembang harus beradaptasi dengan grafis yang lebih rumit, biaya produksi yang lebih tinggi, dan preferensi pemain yang berubah. Tidak semua merek memiliki penjualan yang cukup kuat untuk berlanjut. Selain itu, beberapa studio berganti pemilik atau beralih ke proyek lain. Penerbit juga lebih memilih seri yang sudah terbukti populer. Akibatnya, game yang lebih eksperimental seperti G-Police, Jumping Flash! , atau OverBlood perlahan-lahan terlupakan. Seri Game PS1 yang Hilang Masih Memiliki Peluang Reboot Meski tidak dilanjutkan, beberapa seri di daftar ini masih memiliki potensi besar. Colony Wars bisa menjadi game tempur luar angkasa modern. Bushido Blade bisa kembali sebagai pertarungan yang realistis. OverBlood bisa dihidupkan kembali sebagai survival horror sci-fi. Sementara itu, Tobal dan Fighting Force bisa memanfaatkan tren permainan nostalgia. Jika dikerjakan dengan serius, seri-semi kelasik ini bisa menarik pemain baru sambil memuaskan penggemar lama.
Inilah 7 Seri Game PS1 yang Tak Pernah Ada Lanjutannya
Daftar seri game PS1 yang hilang ini menunjukkan bahwa era PlayStation pertama dipenuhi dengan eksperimen yang berani. Colony Wars, G-Police, Bushido Blade, Tobal, Jumping Flash! , OverBlood, dan Fighting Force memiliki identitas kuat pada zamannya. Sayangnya, tidak semua mampu bertahan setelah generasi PS1 berakhir. Beberapa mati karena pasar berubah, sebagian lain karena publisher tidak melanjutkan proyeknya. Namun, bagi gamer nostalgia, tujuh seri ini tetap layak dikenang dan sangat pantas mendapat kesempatan kedua.
Daftar 7 Seri Game PS1 yang Tak Dilanjutkan
- Colony Wars
- G-Police
- Bushido Blade
- Tobal
- Jumping Flash!
- OverBlood
- Fighting Force