Entertainment

Draken Harald Hårfagre, Kapal Viking Unik di Film The Odyssey

Published

on

Draken Harald Hårfagre, Kapal Viking Unik di Film The Odyssey

Draken Harald Hårfagre menjadi salah satu elemen yang paling menarik dalam The Odyssey yang disutradarai oleh Christopher Nolan. Kapal yang dipakai oleh Odysseus dan timnya dalam film ini ternyata bukanlah perahu kayu yang dibuat di studio, tetapi adalah kapal Viking asli yang bisa berlayar di lautan. Kapal yang berasal dari Norwegia ini berpartisipasi dalam pengambilan gambar pada tahun 2025 dan digunakan untuk menyuguhkan kapal kuno Odysseus di layar bioskop. Tim resmi Draken menjelaskan bahwa kapal ini tidak dipilih untuk menjadi replika historis yang sepenuhnya tepat dari kapal Yunani di zaman Odyssey.

Cerita Homer memang lebih tua dibandingkan dengan zaman Viking. Namun, cara pembuatan kayu tradisional, ukuran asli, layarnya, tali-temalinya, serta kemampuan kapal menghadapi ombak besar memberikan karakter fisik yang sulit didapatkan dari set tiruan atau efek digital. Nolan sendiri menyatakan bahwa ia membutuhkan kapal kayu yang menggunakan teknologi lama tetapi tetap bisa menghadapi gelombang besar. Draken memenuhi kriteria tersebut karena telah terbukti mampu melakukan perjalanan antarmuka samudra. Kapal ini akhirnya tidak hanya berfungsi sebagai latar. Selama berbulan-bulan syuting, kapal ini menjadi bagian nyata dalam kehidupan para aktor dan kru, hingga Nolan merasa pengalaman itu seperti membuat film dokumenter di tengah laut.

Dibangun Berdasarkan Kapal Besar dalam Kisah Bangsa Norse

Draken bukanlah replika langsung dari kapal Viking tertentu yang ditemukan oleh para arkeolog. Kapal ini dibuat untuk menjawab pertanyaan mengenai besarnya dan ketangguhan kapal samudra yang terdapat dalam kisah bangsa Norse. Pembangunan dimulai pada tahun 2010 di Haugesund, Norwegia, dengan menggabungkan pengetahuan dari penemuan arkeologi, cerita dari saga, gambar visual, serta tradisi pembuatan perahu Norwegia yang masih ada. Salah satu inspirasi penting berasal dari kapal Gokstad, salah satu warisan Viking yang terkenal. Bahan yang dipakai juga mengikuti metode tradisional.

Lambung kapal dibuat dari kayu oak, rigging menggunakan serat rami, tiang menggunakan Douglas fir, sementara layarnya terbuat dari sutra. Draken dibangun dengan metode clinker-built, di mana papan lambung saling tumpang tindih. Kapal ini diluncurkan pada tahun 2012 dan kemudian menjalani serangkaian uji coba pelayaran. Dengan cara ini, sejak awal Draken tidak direncanakan untuk hanya menjadi barang museum yang hanya bisa dilihat dari jauh. Tujuan proyeknya adalah untuk menguji bagaimana kapal besar gaya Viking dapat berfungsi di lautan nyata. Filosofi ini menjadi alasan mengapa kapal tersebut sangat sesuai dengan pendekatan praktis Christopher Nolan saat menggarap The Odyssey.

Panjang kapal mencapai 35 meter dengan luas layar 260 meter persegi

Ukuran Draken mengesankan bahkan sebelum terlihat di layar IMAX. Kapal ini memiliki panjang sekitar 35 meter atau 115 kaki, lebar delapan meter, dan tiang setinggi 24 meter. Satu layar persegi miliknya memiliki luas sekitar 260 meter persegi. Kapal ini juga dilengkapi dengan 25 pasang dayung dan bisa dikayuh oleh maksimum 100 pendayung jika dua orang duduk di tiap dayung. Dalam Expedition America 2016, Draken dikendalikan oleh sekitar 32 pelaut yang terlatih. Kecepatan maksimumnya saat pengujian pernah mencapai sekitar 14 knot. Ukuran ini membuat Draken disebut sebagai kapal Viking terbesar yang masih beroperasi di zaman sekarang.

Ukuran tersebut juga menjelaskan mengapa kehadirannya sangat mencolok dalam The Odyssey. Daripada menggunakan perspektif kamera untuk membuat kapal kecil terlihat besar. Nolan memilih objek dengan ukuran nyata yang bisa diisi oleh banyak orang sekaligus. Associated Press mencatat panjang 115 kaki Draken sebagai salah satu angka penting dalam produksi The Odyssey. Ketika Matt Damon dan para aktor berdiri di dek, menarik tali, mengangkat layar, atau mendayung, mereka benar-benar berinteraksi dengan objek yang memiliki berat dan karakter fisik seperti kapal laut, bukan sekadar struktur set yang berada di depan layar hijau.

Pernah Menyeberangi Atlantik Sebelum Jadi Kapal Odysseus

Sejarah Draken jauh lebih menarik dibandingkan banyak properti film lainnya. Setelah melakukan uji coba pelayaran di pantai Norwegia, kapal ini melakukan perjalanan laut pertamanya menuju Inggris pada tahun 2014. Petualangan paling terkenal terjadi pada Expedition America 2016. Draken berlayar dari Norwegia ke Islandia, Greenland, Newfoundland, Kanada, hingga Amerika Serikat mengikuti rute yang terinspirasi pelayaran bangsa Norse lebih dari seribu tahun lalu. Perjalanan ini membuktikan bahwa kapal ini benar-benar mampu melintasi Atlantik Utara, bukan hanya berlayar di air tenang untuk demonstrasi.

Kemampuan ini menjadi alasan penting saat Nolan mencari kapal untuk filmnya. Sang sutradara mengatakan tim memerlukan kapal berbahan kayu dengan teknologi tradisional yang dapat digunakan di laut terbuka dan ombak besar. Faktanya, Draken telah pernah melintasi Atlantik memberikan kepercayaan yang tidak bisa diberikan oleh kapal yang baru dibuat untuk produksi. Kapal ini juga dilengkapi pengalaman praktis dari para pelaut yang selama bertahun-tahun mengerti bagaimana ia berfungsi menghadapi angin, ombak, layar, dan perubahan cuaca. Pengetahuan ini dibawa ke lokasi syuting sehingga kru film tidak perlu memulai dari nol saat mengoperasikan kapal dalam berbagai kondisi laut.

Bentuk Viking Diubah agar Menyerupai Kapal Yunani Kuno

Tentu ada satu isu sejarah yang sangat jelas: Odysseus bukanlah seorang Viking. Kisah The Odyssey berasal dari zaman Yunani kuno yang jauh lebih tua dibandingkan dengan zaman Viking. Oleh karena itu, Draken harus mengalami beberapa perubahan sebelum bisa menjadi kapal yang dimiliki oleh Odysseus. Kru kapal menjelaskan bahwa berbagai elemen modern dibuang dan dek kapal dibuat lebih terbuka. Kepala naga yang sangat mirip dengan kapal Viking juga dihilangkan untuk kepentingan produksi. Setelah modifikasi tersebut, kapal itu memiliki penampilan yang lebih mendekati gambaran kapal perang Yunani kuno yang diperlukan untuk film.

Namun, pihak Draken tidak mengklaim kapal itu sebagai rekonstruksi arkeologis yang persis dari kapal di zaman Homer. Penjelasan resmi proyek justru menyebut penggunaannya dalam film sebagai bentuk keaslian sinematik dan material. Apa yang dicari Nolan bukanlah kesesuaian yang satu banding satu dengan artefak tertentu, melainkan kualitas material dan fisik dari sebuah kapal kuno: bodi kayu, tali, layar, berat, pergerakan, serta interaksi manusia dengan lautan. SVT melaporkan bahwa kru benar-benar mengubah kapal agar menyerupai kapal Yunani dengan mengeluarkan elemen yang terlalu bersifat Viking. Keputusan tersebut menjadikan Draken sebagai semacam jembatan antara rekonstruksi sejarah dan kebutuhan sinematik

Matt Damon dan Para Aktor Harus Mengikuti Kamp Mendayung

Dengan menggunakan kapal yang sebenarnya, para aktor tidak bisa hanya berdiri dan berpura-pura menjadi pelaut. Matt Damon dan juga aktor lain yang terlibat dalam tim Odysseus menjalani pelatihan khusus untuk belajar cara mendayung, menaikkan layar, dan bekerja sama dengan kru kapal. Damon menyatakan bahwa para aktor mengikuti kamp mendayung karena mereka harus benar-benar membantu menggerakkan kapal yang berat. Ia berpendapat bahwa tugas ini bukanlah pengalaman akting biasa karena para pemain tidak hanya bertindak sebagai karakter, tetapi juga memiliki peran nyata di atas kapal.

Nolan menjelaskan bahwa para aktor dilatih tentang cara menaikkan yard, mengatur layar, dan mendayung sebelum kamera mulai merekam. Di sisi lain, para kru profesional Draken yang telah mengenal kapalnya selama bertahun-tahun mengenakan kostum dan berperan dalam tim Odysseus di film. Hal ini membuat batas antara aktor dan pelaut menjadi semakin kabur. Saat adegan menunjukkan tim bekerja di atas kapal, banyak dari gerakan yang ditampilkan bukan hanya koreografi. Mereka benar-benar memerlukan koordinasi untuk menggerakkan Draken. Pendekatan ini sesuai dengan keinginan Nolan untuk merekam pengalaman pelayaran seolah-olah kamera sedang merekam perjalanan nyata di laut.

Awak Asli Draken Ikut Menjadi Pemeran di The Odyssey

Kehadiran Draken dalam film ternyata membawa serta orang-orang yang telah merawat kapal tersebut. Kru internasional Draken turut terlibat dalam produksi dan beberapa di antaranya tampil di layar sebagai bagian dari awak kapal Odysseus. Nolan mengatakan bahwa para kru profesional tersebut diberi kostum sehingga mereka dapat bekerja bersama para aktor sekaligus melaksanakan tugas teknisnya sebagai pelaut. Pendekatan ini memberikan banyak keuntungan. Mengemudikan kapal kayu sepanjang 35 meter di laut terbuka memerlukan pengalaman yang hanya bisa didapat melalui pelatihan yang lebih mendalam. Kru Draken sudah paham bagaimana mengatur tali, kapan waktu terbaik untuk menaikkan layar, bagaimana kapal bereaksi terhadap angin, dan langkah yang harus diambil saat kondisi laut berubah.

Setelah itu, para aktor belajar bersama mereka melalui praktik langsung. Setelah syuting selesai, hubungan antara film dan kru tersebut terus berlanjut hingga premiere. Pada bulan Juli 2026, Draken berlayar dari Kopervik menuju Oslo untuk menghadiri peluncuran film Norwegia The Odyssey. Beberapa kru yang ikut syuting berkumpul kembali dan melihat hasil kerja mereka di layar IMAX. Kapal juga dibuka untuk tur publik di Oslo sehingga penonton dapat melihat secara langsung “bintang” laut yang tampil bersama Matt Damon.

Christopher Nolan Memperlakukan Adegan Laut seperti Dokumenter

Pendekatan praktis yang dilakukan oleh Christopher Nolan mencapai tingkat yang sangat ekstrem saat mengambil gambar di atas Draken. Sang sutradara menjelaskan bahwa adegan laut difilmkan dengan cara yang sangat mirip dengan dokumenter. Alih-alih mencoba mengendalikan semua aspek dalam studio, produksi membawa kapal ke perairan yang sebenarnya dan menerima bahwa angin, gelombang, suhu, dan cuaca merupakan bagian dari pengambilan gambar. Draken digunakan di beberapa lokasi air dan kondisi syuting bisa jadi sangat sulit. Desainer produksi Ruth De Jong menyatakan bahwa para aktor harus menghadapi mabuk laut dan cuaca yang ekstrem selama proses dari Februari hingga Agustus 2025.

Di Skotlandia, mereka bahkan bekerja dalam keadaan bersalju. Nolan menyebut bahwa pengalaman bersama kapal itu membawa banyak detail yang mungkin tidak akan muncul jika mereka hanya bekerja di studio. Kapal memiliki gerakan sendiri, kru harus beradaptasi dengan kondisi asli, dan para aktor tidak dapat sepenuhnya memprediksi bagaimana laut akan berinteraksi dengan mereka. Semua ketidakpastian tersebut menjadi bagian dari penampilan mereka. Oleh karena itu, Nolan mengatakan Draken seolah-olah menjadi “karakter” dalam film. Bukan hanya sekedar kendaraan yang membawa Odysseus dari satu tempat ke tempat lain.

Draken Lanjut Berlayar Setelah Menjadi Bintang Film

Setelah syuting selesai, Draken tidak disimpan di gudang properti Universal Pictures. Kapal tetap menjadi proyek maritim yang aktif dan kembali menjalankan fungsi asalnya untuk pendidikan, eksplorasi, dan pelayaran publik. Setelah tampil dalam The Odyssey, Draken berlayar ke Oslo pada Juli 2026 untuk menghadiri premiere film di Norwegia dan dibuka bagi publik yang ingin melihatnya secara langsung. Situs resminya juga terus memberikan informasi mengenai lokasi dan jadwal pelayaran kapal setelah promosi film selesai.

Ini menjadi salah satu bagian paling menarik dari cerita Draken: kapal yang penonton lihat dalam film Hollywood sebenarnya memiliki kehidupannya sendiri jauh sebelum dan sesudah kamera Nolan berhenti merekam. Keberadaan Draken Harald Hårfagre dalam The Odyssey pada akhirnya menunjukkan bagaimana benda bersejarah yang dibuat dengan pendekatan eksperimen bisa mendapatkan kehidupan baru melalui film. Secara sejarah, kapal Viking dan kapal Odysseus berasal dari masa yang berbeda. Sehingga Draken tidak boleh dianggap sebagai replika tepat dari kapal Yunani dalam cerita Homer.

Namun, bagi Nolan, aspek terpenting adalah sesuatu yang sulit diciptakan melalui CGI: kayu asli, layar asli, banyak orang yang harus bekerja sama, dan kapal yang benar-benar bergerak mengikuti ombak. Draken membawa semua elemen tersebut ke layar. Dari proyek eksperimen Norwegia, penyeberangan Atlantik, hingga akhirnya mengantar Matt Damon sebagai Odysseus melintasi lautan di layar IMAX. Perjalanan kapal ini sendiri hampir terasa seperti odyssey modern.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Exit mobile version