Connect with us

Teknologi

Canva Code 2.0 Bikin Website dan Aplikasi lewat Perintah AI

Published

on

Canva Code 2.0 Bikin Website dan Aplikasi lewat Perintah AI

Canva Code 2.0 Bikin Website dan Aplikasi lewat Perintah AI

Canva Code 2.0 diperkenalkan secara resmi sebagai alat berbasis kecerdasan buatan yang memungkinkan pembuatan website, aplikasi sederhana, serta pengalaman digital interaktif melalui percakapan. Pengguna dapat menyampaikan gagasan mereka menggunakan bahasa sehari-hari. Selanjutnya, sistem akan merancang tampilan yang responsif dan dapat diakses via komputer, tablet, atau ponsel. Fitur ini kali pertama diluncurkan sebagai bagian dari Canva AI 2. 0 pada April 2026, dan kemudian diumumkan untuk seluruh pengguna Canva pada 14 Juli 2026. Canva menjelaskan teknologi ini sebagai metode coding yang mengintegrasikan kreasi kode dengan kemudahan dalam penyuntingan visual.

Pengguna tidak perlu memulai dari awal atau memiliki pemahaman mendalam tentang HTML, CSS, dan JavaScript. Mereka dapat meminta Canva untuk menciptakan halaman promosi, kalkulator interaktif, kuis, permainan ringan, katalog produk, formulir, atau tampilan aplikasi. Setelah hasil awal tersedia, pengguna masih bisa memberikan instruksi lebih lanjut untuk menyesuaikan warna, layout, gaya tombol, teks, gambar, dan fungsi tertentu. Hasilnya juga dapat diedit dengan cara yang menyerupai pengeditan desain di Canva.

Dengan hadirnya fitur ini, Canva berkembang dari sekadar platform desain visual menjadi sarana untuk menciptakan pengalaman digital yang berfungsi penuh. Namun, pengguna tetap harus menyadari bahwa tidak semua jenis aplikasi bisa sepenuhnya dibangun dengan alat ini. Proyek yang melibatkan sistem login rumit, basis data besar, transaksi pembayaran, atau keamanan yang tinggi mungkin masih memerlukan bantuan pengembang profesional.

Membangun Website dengan Canva Code 2.0 Hanya dengan Menjelaskan Kebutuhan

Salah satu fungsi utama dari Canva Code 2. 0 adalah untuk membangun website dengan menggunakan instruksi berbasis teks. Pengguna dapat menyampaikan permintaan seperti membuat halaman portofolio fotografer dengan desain minimalis, website promosi restoran dengan menu interaktif, atau halaman utama untuk peluncuran produk. Instruksi tersebut dapat mencakup warna, bentuk layout, jenis komponen halaman, tombol, dan nuansa yang diinginkan. Semakin rinci dan jelas petunjuknya, semakin akurat hasil awal yang dihasilkan sesuai dengan keinginan pengguna.

Canva AI kemudian akan menerjemahkan instruksi tersebut menjadi pengalaman responsif yang dapat beradaptasi dengan berbagai ukuran layar. Pengguna tidak perlu membuat versi desktop dan mobile secara terpisah di awal proses. Sistem diusulkan untuk menyesuaikan elemen agar tetap mudah dibaca di beragam perangkat. Canva mengklaim bahwa Canva Code 2. 0 dirancang untuk menciptakan pengalaman interaktif yang berfungsi sebagaimana layaknya website atau aplikasi dan dapat langsung dipublikasikan.

Setelah website selesai dibuat, pengguna dapat meminta modifikasi menggunakan kalimat tambahan. Misalnya, pengguna dapat meminta agar bagian pembuka diringkas, tombol utama dibuat lebih besar, warna diubah agar sesuai dengan merek, atau kartu layanan disusun dalam tiga kolom. Proses ini menghadirkan pengalaman pembuatan website serupa seperti berdiskusi dengan asisten desain.

Namun, penting bagi pengguna untuk tetap meninjau setiap elemen secara manual. Pastikan bahwa tombol bekerja dengan baik, teks tidak terpotong, tampilan pada perangkat seluler tetap nyaman, dan semua informasi telah benar. Meskipun AI dapat mempercepat tugas awal, verifikasi manusia tetap diperlukan sebelum hasil tersebut dipublikasikan kepada khalayak.

Aplikasi Sederhana Dapat Dibangun Tanpa Menyusun Kode Secara Manual

Canva Code 2. 0 juga dapat dimanfaatkan untuk menciptakan aplikasi sederhana yang berfungsi melalui halaman interaktif. Pengguna bisa meminta untuk membuat kalkulator anggaran, penghitung harga, kuis belajar, formulir rekomendasi, permainan mencocokkan gambar, atau alat perencana kegiatan. Pengalaman ini lebih dari sekadar desain statis, karena tombol, pilihan, dan perhitungan dapat merespons tindakan pengguna secara dinamis.
Sebagai contoh, seorang pengajar dapat menggunakan Canva untuk membuat kuis pilihan ganda lengkap dengan skor akhir.
Pemilik bisnis bisa menghasilkan kalkulator harga berdasarkan jumlah item dan pilihan layanan tertentu. Para pembuat konten dapat merancang kuis yang membantu pengunjung menemukan gaya desain atau produk yang paling cocok untuk mereka. Pengguna hanya perlu memberikan penjelasan mengenai aturan dasar dan hasil akhir yang ingin ditampilkan.

Fitur ini mendukung individu yang memiliki ide tetapi belum familiar dengan pemrograman. Mereka dapat mengevaluasi sebuah konsep sebelum berinvestasi dalam pengembangan yang lebih besar. Prototipe ini juga bermanfaat untuk menggambarkan alur aplikasi kepada rekan tim, klien, atau calon pengembang.

Walaupun disebut mampu menghasilkan aplikasi, Canva Code 2. 0 lebih cocok untuk menciptakan pengalaman web interaktif dan alat-alat sederhana. Aplikasi yang memerlukan akun pengguna, sinkronisasi data besar-besaran, pemberitahuan pada perangkat, transaksi finansial, pengelolaan data sensitif, serta sistem backend khusus masih membutuhkan teknologi tambahan. Pengguna sebaiknya tidak menganggap setiap hasil dari kecerdasan buatan sudah siap digunakan untuk layanan yang krusial. Penting untuk memeriksa fungsi, keamanan, privasi, dan penyimpanan data sebelum suatu pengalaman digunakan secara luas.

Hasil dari AI Dapat Disesuaikan seperti Desain di Canva Code 2.0

Keunikan utama Canva Code 2. 0 dibandingkan dengan alat pembuat kode berbasis AI lainnya terletak pada proses penyuntingannya. Hasil yang dihasilkan tidak hanya berupa kumpulan kode yang mungkin sulit dipahami oleh pengguna baru. Canva menggabungkan hasil interaktif ini dengan fitur desain visualnya. Pengguna dapat menyesuaikan warna, teks, gambar, dan elemen merek tanpa harus memulai dari nol.

Canva memberikan kesempatan bagi penggunanya untuk mengubah warna merek, jenis huruf, gambar, serta elemen visual lainnya dengan kemampuan mendesain yang sudah familiar di platform tersebut. Canva Code terintegrasi dengan perpustakaan konten yang memiliki lebih dari 120 juta aset dan lebih dari 50 template guna membantu pengguna memulai proyek mereka.

Fitur ini sangat penting bagi pemilik usaha, tim pemasaran, pengajar, dan kreator yang ingin menjaga konsistensi identitas visual. Sebuah situs web dapat disesuaikan dengan logo, warna perusahaan, gaya ilustrasi, dan foto produk. Pengguna tidak perlu menerima setiap hasil yang dihasilkan oleh AI secara mentah. Mereka dapat mengganti elemen agar tampilan lebih personal dan tidak terkesan seperti template yang umum.

Saat menyunting, konsistensi tetap harus diperhatikan. Gunakan palet warna yang terbatas, ukuran font yang mudah dibaca, tombol yang jelas, serta ruang yang cukup antara bagian-bagian. Hindari menambahkan terlalu banyak animasi hanya karena fitur itu tersedia. Situs yang baik bukan hanya menarik perhatian, tetapi juga membantu pengunjung memahami informasi dan menemukan tindakan utama dengan cepat.

Canva Code 2. 0 Memfasilitasi Impor Berkas HTML

Canva Code 2. 0 menawarkan kemampuan untuk menciptakan pengalaman inovatif dari arahan yang diberikan oleh AI. Selain itu, para pengguna dapat mengunggah berkas HTML atau pengalaman yang telah diciptakan sebelumnya menggunakan alat AI lainnya ke dalam platform Canva. Fitur untuk mengimpor HTML ini memberi pengguna kemampuan untuk memasukkan konten yang sudah ada dan melanjutkan pengeditan dalam ekosistem Canva tanpa perlu memulai desain dari awal.

Fitur ini sangat bermanfaat bagi individu yang sudah memiliki halaman arahan, prototipe, atau konten interaktif yang dibuat di platform lain. Mereka dapat mentransfer konten tersebut, menyesuaikan elemen merek, mengganti gambar, atau memperbaiki teks menggunakan alat yang tersedia di Canva. Tim desain juga dapat memanfaatkan kemampuan ini ketika mendapatkan proposal awal dari para pengembang atau alat pembuat kode lainnya.

Meskipun fitur impor ini berguna, penting untuk diingat bahwa hasil yang diimpor tidak selalu berfungsi dengan baik. Struktur HTML yang rumit, ketergantungan pada pustaka luar, sistem backend, atau fungsi yang memerlukan server tertentu mungkin tidak berjalan dengan baik setelah diimpor. Oleh karena itu, pengguna harus melakukan pengujian terhadap setiap tombol, formulir, navigasi, dan animasi pasca proses impor.

Sebelum mengunggah berkas, penting untuk memastikan bahwa konten tersebut aman dan tidak mengandung kode mencurigakan. Hindari untuk melakukan impor dari sumber yang tidak terjamin keandalannya. Proyek yang melibatkan data pengguna juga perlu diperhatikan dari sudut pandang privasi. Walaupun fitur ini meningkatkan fleksibilitas pengguna, tanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan tetap ada pada pembuatnya. Gunakan fitur impor untuk mempermudah proses kerja dan bukan sebagai alasan untuk mengabaikan tahapan pengujian dan keamanan.

Ideal untuk Usaha Kecil, Pengajar, Pembuat Konten, dan Tim Pemasaran

Canva Code 2. 0 dapat diakses oleh berbagai kelompok yang sebelumnya menggunakan halaman statis. Pemilik usaha kecil bisa menciptakan katalog interaktif, kalkulator harga, formulir pendaftaran, atau halaman promosi. Mereka memungkinkan untuk memperbarui teks dan gambar sendiri tanpa perlu selalu meminta bantuan pengembang untuk setiap perubahan kecil.

Pendidik dapat merancang aktivitas pendidikan, kuis, simulasi sederhana, kartu interaktif, atau halaman materi yang lebih dinamis. Siswa tidak hanya membaca informasi; mereka dapat mengklik tombol, memilih jawaban, dan mendapatkan umpan balik langsung. Pengalaman interaktif ini dapat menjadikan pembelajaran lebih mengasyikkan, selama konten dan mekanisme yang digunakan sesuai dengan tujuan pendidikan.

Para pembuat konten dapat memanfaatkan fitur ini untuk menghasilkan kuis kepribadian, halaman rekomendasi, permainan mini, atau media interaktif yang mendukung kampanye mereka. Tim pemasaran dapat menciptakan halaman arahan, penghitung penawaran, katalog produk, dan pengalaman promosi yang disesuaikan dengan ciri khas merek.

Walaupun mudah digunakan, setiap pengguna tetap diharapkan untuk memahami audiens yang dituju. Jangan hanya menciptakan pengalaman interaktif karena tampil menarik. Tentukan terlebih dahulu tujuan utama dari halaman yang dibuat. Apakah tujuannya adalah untuk mengumpulkan prospek, menjelaskan produk, menguji pengetahuan, atau meningkatkan interaksi? Tujuan ini akan menentukan desain dan fungsi yang dibutuhkan.

Canva Code 2. 0 sangat berguna untuk mempercepat proses dari ide menjadi prototipe atau pengalaman yang siap untuk dibagikan. Dalam proyek penting, melibatkan individu yang paham tentang desain pengalaman pengguna, aksesibilitas, keamanan, dan pengembangan perangkat lunak sangat dianjurkan.

Langkah-Langkah untuk Membuat Website Menggunakan Canva Code 2. 0

Pengguna dapat membuka Canva AI atau bagian Canva Code yang terdapat di akun mereka. Setelah fitur tersebut tersedia, tuliskan deskripsi untuk pengalaman yang ingin diciptakan. Instruksi awal sebaiknya mencakup tujuan, audiens yang ditargetkan, struktur halaman, palet warna, gaya, dan fungsi utama. Sebagai contoh, pengguna bisa meminta halaman arahan untuk kursus memasak yang mencakup bagian pembuka, daftar kelas, kalkulator harga, kesaksian, dan tombol untuk mendaftar.
Canva AI akan mengembangkan sketsa awal berdasarkan permintaan yang diberikan.
Setelah hasil tersebut tersedia, penting untuk memeriksa struktur dan fungsi masing-masing elemen. Pengguna memiliki opsi untuk memberikan arahan tambahan demi meningkatkan hasil tersebut. Misalnya, mengubah skema warna menjadi hijau gelap dan krem, menambahkan opsi bagi jumlah peserta, atau memastikan tombol pendaftaran tetap terlihat di layar ponsel.

Selanjutnya, ubah teks contoh dengan data yang akurat. Sertakan gambar yang memiliki izin penggunaan, dan pastikan untuk memeriksa harga, alamat, jadwal, serta informasi kontak. Hindari menerbitkan hasil dari AI jika masih ada informasi contoh yang belum diperbaiki. Juga, tinjau tata cara penulisan, grammar, dan konsistensi nama produk.

Lakukan pengujian pada tampilan desktop dan mobile. Klik semua tombol, isi formulir, coba hitungan, dan pastikan bahwa navigasi halaman terasa mudah. Minta seseorang yang lain untuk mencobanya, karena pembuat sering kali melewatkan hal yang jelas terlihat bagi pengguna baru.

Setelah hasil dinilai sesuai, Anda dapat mengeluarkan atau membagikannya melalui Canva. Cara penggunaan dan beberapa fitur mungkin berbeda tergantung pada jenis akun, lokasi, dan pembaruan yang diterima oleh pengguna.

AI Masih Memerlukan Pemeriksaan dan Panduan dari Manusia

Canva Code 2. 0 memfasilitasi proses pembuatan, tetapi tidak menjamin hasil dari AI selalu akurat. Sistem ini dapat menghasilkan teks yang keliru, fungsi yang tidak sesuai, desain yang tidak nyaman, atau tombol yang tidak berfungsi dengan baik. Pengguna perlu menguji hasil sebelum meneruskannya kepada pelanggan, siswa, atau publik.

Pemeriksaan juga penting untuk memastikan aksesibilitas. Verifikasi bahwa warna teks memiliki kontras yang memadai, tombol mudah dikenali, dan ukuran huruf tetap terbaca di perangkat seluler. Gambar sebaiknya dilengkapi dengan deskripsi alternatif jika dukungan platform tersedia. Jangan hanya mengandalkan warna sebagai satu-satunya indikator untuk menandai kesalahan atau keberhasilan.

Aspek keamanan perlu diutamakan ketika pengalaman meminta informasi pengguna. Jangan mengumpulkan kata sandi, nomor kartu kredit, dokumen pribadi, atau data sensitif melalui halaman yang belum dilindungi dengan baik. Website sederhana dan prototipe tidak secara otomatis memiliki tingkat keamanan yang sama seperti sistem enterprise.

Perhatikan juga hak cipta. Pengguna bertanggung jawab untuk memastikan bahwa gambar, logo, musik, dan materi yang digunakan telah dilisensikan sesuai kebutuhan. Aset dari perpustakaan Canva memiliki ketentuan lisensi yang harus dipahami sebelum digunakan untuk proyek berorientasi komersial.

AI sebaiknya dipandang sebagai alat untuk mempercepat proses berpikir, bukan sebagai pengganti untuk seluruh tahap desain dan pengembangan. Keputusan akhir terkait konten, pengalaman pengguna, keamanan, dan kualitas tetap memerlukan pertimbangan dari manusia.

Canva Code 2.0 Memperluas Fungsi Platform Desain

Peluncuran Canva Code 2.0 menunjukkan bahwa batas antara desain visual dan pengembangan pengalaman digital semakin tipis. Pengguna yang sebelumnya hanya membuat poster, presentasi, atau konten media sosial kini dapat membangun halaman serta alat interaktif melalui platform yang sama. Canva telah lama menyediakan Canva Websites untuk membuat halaman tanpa kode, sedangkan Canva Code membawa kemampuan tersebut menuju interaksi yang lebih kompleks. Canva menyebut lebih dari 89 juta website telah dibuat melalui fitur Canva Websites sejak diluncurkan pada 2022.

Perubahan ini dapat membantu lebih banyak orang menguji ide tanpa harus memulai dari proses teknis yang rumit. Seorang pemilik usaha dapat membuat prototipe promosi dalam waktu singkat. Guru dapat membangun aktivitas pembelajaran. Desainer dapat menunjukkan konsep aplikasi kepada klien sebelum pengembangan penuh dimulai.

Namun, kemudahan tersebut tidak menghilangkan kebutuhan terhadap pengembang. Justru, prototipe dari Canva Code dapat menjadi titik awal komunikasi yang lebih jelas. Pengguna dapat menunjukkan bentuk, alur, serta fungsi yang diinginkan kepada tim teknis. Pengembang kemudian membangun versi yang lebih kuat, aman, dan terhubung dengan sistem lain.

Canva Code 2.0 paling menarik karena membuat ide interaktif lebih mudah diwujudkan. Keberhasilannya tetap bergantung pada kemampuan pengguna memberikan instruksi yang jelas, menyunting hasil secara kritis, dan memahami batas alat yang digunakan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Teknologi

WhatsApp Hadirkan Restricted Chat, Ini 4 Batasan yang Perlu Diketahui

Published

on

WhatsApp Hadirkan Restricted Chat, Ini 4 Batasan yang Perlu Diketahui

WhatsApp Hadirkan Restricted Chat, Ini 4 Batasan yang Perlu Diketahui

Restricted Chat WhatsApp menawarkan pendekatan yang lebih ketat untuk menjaga percakapan tertentu agar tidak mudah diakses pihak lain. Fitur privasi seperti ini berguna bagi pengguna yang sering meminjamkan ponsel kepada keluarga atau teman. Percakapan yang mendapat perlindungan tambahan dapat dipisahkan dari daftar chat biasa, sehingga orang lain tidak langsung melihatnya ketika membuka aplikasi. Namun, peningkatan privasi biasanya membawa sejumlah batasan. Pengguna perlu memahami konsekuensinya sebelum mengaktifkan perlindungan pada percakapan penting. Dengan mengenali fungsi setiap pengaturan, pengguna bisa menentukan chat mana yang memang membutuhkan lapisan keamanan tambahan dan mana yang cukup menggunakan perlindungan standar.

1. Akses Percakapan Menjadi Lebih Ketat

Salah satu perubahan paling terasa adalah proses membuka percakapan. Pengguna mungkin harus melewati autentikasi tambahan sebelum dapat melihat chat yang dilindungi. Mekanisme tersebut memang menambah beberapa langkah, tetapi tujuannya mencegah orang lain membuka pesan ketika ponsel sedang tidak berada di tangan pemilik. Pengguna sebaiknya memastikan metode autentikasi perangkat selalu berfungsi dengan baik. Jangan sampai perlindungan tambahan justru menyulitkan pemilik ketika membutuhkan informasi penting dengan cepat.

2. Isi Notifikasi Bisa Lebih Terbatas

Privasi yang lebih tinggi juga dapat memengaruhi informasi yang muncul melalui notifikasi. Sistem dapat menyembunyikan detail tertentu agar pesan sensitif tidak terbaca langsung dari layar kunci. Pendekatan ini sangat berguna ketika ponsel berada di meja kerja atau tempat yang mudah terlihat orang lain. Namun, pengguna mungkin harus membuka aplikasi terlebih dahulu untuk mengetahui isi pesan secara lengkap. Batasan tersebut menjadi kompromi antara kenyamanan dan keamanan percakapan.

3. Interaksi Cepat Tidak Selalu Seleluasa Chat Biasa

Percakapan yang memperoleh perlindungan khusus dapat membuat beberapa aktivitas terasa kurang praktis dibanding chat biasa. Pengguna yang terbiasa membaca atau merespons pesan dengan cepat mungkin memerlukan langkah tambahan sebelum berinteraksi. Karena itu, perlindungan ekstra lebih cocok digunakan untuk percakapan yang benar-benar membutuhkan privasi tinggi. Untuk obrolan sehari-hari yang tidak menyimpan informasi sensitif, pengaturan standar biasanya menawarkan pengalaman yang lebih sederhana.

4. Perlindungan Tidak Menggantikan Keamanan Akun

Fitur pembatasan percakapan bukan benteng tunggal untuk melindungi akun. Pengguna tetap perlu mengaktifkan verifikasi dua langkah, menggunakan kunci layar yang kuat, dan berhati-hati terhadap permintaan kode verifikasi. Jangan memberikan PIN atau kode OTP kepada siapa pun. Pengguna juga perlu memeriksa perangkat yang terhubung secara berkala. Kombinasi beberapa lapisan keamanan memberikan perlindungan yang jauh lebih efektif dibanding hanya mengandalkan satu fitur privasi.

Privasi Lebih Tinggi Membutuhkan Penyesuaian

Fitur privasi tambahan menawarkan manfaat besar bagi pengguna yang menyimpan percakapan penting. Namun, semakin ketat perlindungannya, semakin banyak pula langkah yang mungkin diperlukan untuk mengakses pesan. Pengguna perlu menyeimbangkan kebutuhan keamanan dengan kenyamanan penggunaan sehari-hari. Pilih percakapan yang memang membutuhkan perlindungan ekstra dan tetap gunakan pengaturan keamanan akun lainnya. Dengan strategi tersebut, pengguna dapat menjaga pesan tetap privat tanpa membuat pengalaman menggunakan aplikasi terasa terlalu rumit.

Continue Reading

Teknologi

6 Pengaturan WhatsApp yang Perlu Diaktifkan agar Akun Lebih Aman

Published

on

6 Pengaturan WhatsApp yang Perlu Diaktifkan agar Akun Lebih Aman

6 Pengaturan WhatsApp yang Perlu Diaktifkan agar Akun Lebih Aman

Keamanan akun WhatsApp penting diperhatikan karena aplikasi ini menyimpan banyak percakapan dan informasi pribadi. Pengguna sering memakai WhatsApp untuk berkomunikasi dengan keluarga, teman, hingga rekan kerja. Karena itu, akses yang jatuh ke tangan orang lain dapat menimbulkan masalah serius. Selain berhati-hati terhadap tautan mencurigakan dan permintaan kode verifikasi, pengguna juga dapat memanfaatkan sejumlah fitur keamanan bawaan. Beberapa pengaturan sederhana mampu memberikan lapisan perlindungan tambahan tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari.

1. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah

Verifikasi dua langkah memberikan perlindungan tambahan melalui PIN yang dibuat pengguna. Fitur ini membantu mencegah pihak lain mengambil alih akun hanya dengan bermodalkan kode verifikasi nomor telepon. Pilih PIN yang tidak mudah ditebak dan hindari kombinasi sederhana seperti tanggal lahir. Pengguna juga sebaiknya menambahkan alamat email pemulihan yang dapat diakses. Dengan begitu, proses pemulihan menjadi lebih mudah jika suatu saat pengguna lupa PIN.

2. Gunakan Passkey untuk Perlindungan Tambahan

Passkey menawarkan metode masuk yang memanfaatkan sistem keamanan perangkat, seperti sidik jari, pengenalan wajah, atau kode layar. Pengguna tidak perlu terlalu bergantung pada kata sandi yang mudah terlupakan atau ditebak. Sistem ini juga membantu mengurangi risiko dari sejumlah modus pencurian kredensial. Namun, pengguna tetap perlu menjaga keamanan perangkat karena ponsel menjadi salah satu kunci utama untuk mengakses akun.

3. Kunci WhatsApp dengan Biometrik

Pengguna dapat mengaktifkan kunci aplikasi untuk memperkuat privasi percakapan. Setelah fitur tersebut aktif, WhatsApp meminta autentikasi biometrik sesuai kemampuan perangkat. Perlindungan ini sangat berguna ketika pengguna sering meminjamkan ponsel kepada orang lain. Seseorang mungkin berhasil membuka perangkat, tetapi lapisan keamanan tambahan tetap membatasi akses ke percakapan. Pengguna juga dapat memanfaatkan fitur penguncian percakapan tertentu ketika membutuhkan privasi tambahan.

4. Periksa Perangkat yang Terhubung

Fitur perangkat tertaut memungkinkan satu akun digunakan pada beberapa perangkat. Kemudahan tersebut juga berarti pengguna perlu memeriksa daftar perangkat secara berkala. Segera keluarkan perangkat yang tidak dikenali atau sudah tidak digunakan. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mencegah orang lain mempertahankan akses tanpa disadari. Pemeriksaan menjadi semakin penting setelah pengguna pernah masuk ke WhatsApp Web atau komputer yang digunakan bersama.

5. Atur Privasi Informasi Pribadi

Pengaturan privasi membantu pengguna menentukan siapa yang dapat melihat foto profil, informasi akun, status, dan waktu terakhir terlihat. Membatasi informasi tersebut dapat mengurangi jumlah data pribadi yang tersedia bagi orang asing. Pengguna juga dapat mengatur siapa yang boleh memasukkan mereka ke grup. Dengan pengaturan yang lebih selektif, privasi WhatsApp menjadi lebih terkendali tanpa harus menutup seluruh aktivitas akun dari kontak yang dikenal.

6. Lindungi Panggilan dan Waspadai Nomor Asing

Panggilan dari nomor tidak dikenal dapat mengganggu sekaligus membuka ruang bagi berbagai modus manipulasi. Pengguna dapat memanfaatkan fitur pembungkaman panggilan dari nomor asing apabila tersedia pada aplikasinya. Selain itu, jangan pernah memberikan kode verifikasi, PIN, atau informasi sensitif kepada orang yang menghubungi melalui telepon maupun pesan. Pihak yang mencoba mengambil alih akun sering mengandalkan kepanikan pengguna, bukan kelemahan teknis aplikasi.

Kebiasaan Pengguna Tetap Menjadi Pertahanan Utama

Berbagai fitur tersebut dapat meningkatkan keamanan akun WhatsApp, tetapi perilaku pengguna tetap menentukan efektivitasnya. Jangan membagikan kode OTP atau PIN kepada siapa pun. Hindari membuka tautan mencurigakan dan selalu periksa identitas pengirim sebelum mengikuti instruksi yang berkaitan dengan akun. Pengguna juga perlu memperbarui WhatsApp secara rutin agar memperoleh peningkatan keamanan terbaru. Kombinasi pengaturan yang tepat dan kebiasaan digital yang disiplin memberikan perlindungan jauh lebih kuat daripada mengandalkan satu fitur saja.

Continue Reading

Teknologi

Huawei Mate 90 Pro Resmi, Debut Kirin 9035 dan Kamera Aperture Variabel

Published

on

Huawei Mate 90 Pro Resmi dengan Kirin 9035

Huawei Mate 90 Pro Resmi, Debut Kirin 9035 dan Kamera Aperture Variabel

Huawei Mate 90 Pro resmi meluncur di China sebagai salah satu anggota terbaru keluarga Mate 90. Smartphone flagship ini menjadi model pertama yang menggunakan chipset Kirin 9035. Posisi chipset tersebut berada di antara Kirin 9030 pada Mate 90 standar dan keluarga Kirin yang lebih bertenaga pada model Pro Max. Huawei mengklaim Kirin 9035 membawa peningkatan kinerja CPU sebesar 11 persen dibandingkan Kirin 9030. Performa GPU diklaim meningkat sekitar 10 persen, sedangkan kemampuan NPU mengalami peningkatan jauh lebih besar hingga 51 persen. Dalam pengujian aplikasi internal Huawei pada HarmonyOS, performa keseluruhan chipset disebut meningkat sekitar 10 persen.

Kirin 9035 juga membawa dukungan hardware ray tracing untuk meningkatkan kualitas grafis ketika menjalankan konten yang kompatibel. Kehadiran chipset baru menjadi bagian penting dalam strategi Huawei untuk semakin mengandalkan teknologi semikonduktor yang dikembangkan di dalam negeri. Mate 90 Pro sendiri menjalankan HarmonyOS 7 dan tersedia dengan RAM 12 GB atau 16 GB. Kapasitas penyimpanan yang ditawarkan mulai dari 256 GB hingga 1 TB. Selain peningkatan performa, Huawei memberikan perhatian besar terhadap layar, kamera, baterai, kecerdasan buatan, dan kemampuan komunikasi satelit. Kombinasi tersebut membuat Mate 90 Pro ditempatkan sebagai salah satu perangkat utama Huawei untuk menghadapi persaingan smartphone flagship generasi terbaru pada 2026.

Kamera Utama Punya Aperture F1.4 hingga F4.0

Salah satu daya tarik terbesar Huawei Mate 90 Pro berada pada kamera utama 50 MP dengan sensor RYYB, optical image stabilization, dan aperture fisik yang dapat berubah dari F1.4 hingga F4.0. Mekanisme tersebut memberikan pengguna kemampuan mengontrol jumlah cahaya yang masuk melalui lensa. Bukaan besar F1.4 dapat membantu kamera mendapatkan lebih banyak cahaya sekaligus menghasilkan kedalaman bidang yang lebih tipis. Kondisi tersebut berguna ketika mengambil portrait atau memotret dalam lingkungan minim cahaya. Sementara itu, aperture F4.0 menghasilkan kedalaman bidang lebih luas sehingga lebih banyak bagian objek dapat berada dalam fokus.

Konsep kamera dengan aperture yang dapat disesuaikan membuat sistem fotografi Mate 90 Pro berbeda dari kebanyakan smartphone yang menggunakan bukaan tetap. Pendekatan serupa terhadap kontrol aperture juga menjadi salah satu teknologi yang mendapat perhatian pada generasi smartphone premium terbaru, sehingga desain kamera Huawei kerap dibandingkan dengan pendekatan kamera flagship pesaing seperti iPhone 18 Pro. Namun, implementasi setiap produsen tentu tidak identik. Huawei telah menggunakan teknologi variable aperture pada beberapa generasi Mate sebelumnya dan kini mengembangkannya kembali pada Mate 90 Pro. Kemampuan tersebut juga berguna ketika merekam video karena kamera dapat menyesuaikan jumlah cahaya ketika pengguna berpindah antara lingkungan terang dan gelap. Huawei kemudian menggabungkan hardware tersebut dengan sistem XMAGE untuk menghasilkan karakter fotografi yang menjadi identitas smartphone flagship perusahaan.

Tiga Kamera Belakang dengan Telefoto 50 MP

Sistem fotografi Huawei Mate 90 Pro tidak berhenti pada kamera utama dengan aperture variabel. Huawei melengkapinya dengan tiga kamera belakang yang dirancang untuk memberikan rentang pengambilan gambar luas. Kamera utama menggunakan sensor RYYB 50 MP dengan OIS dan aperture F1.4 hingga F4.0. Kamera kedua merupakan ultrawide 40 MP dengan sensor RYYB dan aperture F2.2. Selanjutnya Kamera tersebut digunakan untuk menangkap bidang pandang lebih luas ketika memotret lanskap, arsitektur, atau kelompok orang. Kamera ketiga berupa telefoto makro 50 MP dengan sensor RYYB, aperture F2.1, serta OIS. Huawei menawarkan kemampuan optical zoom sekitar 4x dan optical-quality zoom hingga 8x.

Sistem kamera juga menyediakan digital zoom hingga 100x. Menariknya, kamera telefoto dapat digunakan untuk fotografi makro dengan jarak fokus minimum sekitar lima sentimeter. Pengguna dengan demikian dapat mengambil gambar detail objek kecil tanpa harus menggunakan kamera makro khusus beresolusi rendah. Huawei turut memasang teknologi Red Maple generasi ketiga untuk membantu reproduksi warna. Perusahaan mengklaim teknologi tersebut meningkatkan akurasi warna global hingga 37 persen. Sistem XMAGE juga menawarkan sejumlah fitur berbasis kecerdasan buatan, termasuk rekomendasi pose dan bantuan komposisi. Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa Huawei tidak hanya mengejar peningkatan resolusi kamera, tetapi juga berusaha menggabungkan hardware optik dengan pemrosesan komputasional.

Layar OLED Dua Lapis Tembus Klaim 12.000 Nit

Bagian depan Huawei Mate 90 Pro menggunakan layar berukuran 6,75 inci dengan teknologi OLED dua lapis. Huawei menyebut panel tersebut sebagai Linglong Display generasi kedua. Struktur dua lapis dirancang untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mempertahankan kemampuan menghasilkan tingkat kecerahan tinggi. Huawei mengklaim layar Mate 90 Pro dapat mencapai peak brightness hingga 12.000 nit dalam kondisi khusus pada satu persen APL. Angka tersebut bukan berarti seluruh permukaan layar akan terus beroperasi pada tingkat 12.000 nit dalam penggunaan normal. Nilai puncak tersebut hanya berlaku ketika sebagian sangat kecil layar menampilkan konten terang dalam kondisi tertentu.

Meski demikian, peningkatan tersebut tetap menunjukkan perkembangan dibandingkan Mate 80 Pro yang memiliki klaim peak brightness 8.000 nit. Huawei juga menggunakan chip layar Zhuque yang dikembangkan sendiri. Sistem berbasis kecerdasan buatan bekerja pada tingkat piksel untuk membantu menjaga keseragaman tampilan. Perusahaan mengklaim generasi panel baru memberikan peningkatan pada masa pakai, kemampuan mempertahankan tingkat kecerahan tinggi, dan keseragaman layar. Spesifikasi tersebut membuat panel menjadi salah satu bagian penting dari Mate 90 Pro, terutama ketika smartphone digunakan di lingkungan luar ruangan. Layar flagship modern bukan hanya dituntut menghasilkan warna yang menarik. Efisiensi, keterbacaan di bawah sinar matahari, ketahanan panel, dan kemampuan mempertahankan kualitas dalam penggunaan panjang juga menjadi faktor penting bagi perangkat premium.

Baterai 6.600 mAh dengan Fast Charging 100W

Untuk mendukung seluruh kemampuan tersebut, Huawei Mate 90 Pro dibekali baterai berkapasitas 6.600 mAh. Kapasitas ini cukup besar untuk smartphone flagship dan dirancang untuk mendukung layar terang, chipset baru, kamera, serta berbagai fitur kecerdasan buatan. Huawei memasangkan baterai tersebut dengan teknologi pengisian cepat melalui kabel hingga 100 watt. Pengisian nirkabel tersedia dengan daya maksimum 50 watt. Menariknya, kemampuan wireless charging tersebut justru lebih rendah dibandingkan Mate 80 Pro yang sebelumnya mendukung pengisian nirkabel hingga 80 watt. Perubahan tersebut menunjukkan Huawei melakukan penyesuaian pada sistem daya generasi baru.

Kapasitas baterai besar menjadi semakin penting karena smartphone modern digunakan untuk aktivitas yang jauh lebih berat dibandingkan beberapa tahun lalu. Pengguna dapat menjalankan permainan, navigasi, perekaman video resolusi tinggi, pemrosesan AI, hingga komunikasi sepanjang hari dari satu perangkat.Kirin 9035 juga dikembangkan dengan fokus pada keseimbangan performa dan konsumsi daya. Kombinasi chipset dan baterai besar diharapkan memberikan daya tahan yang memadai tanpa harus mengurangi performa secara signifikan. Kecepatan pengisian 100 watt memberikan keuntungan bagi pengguna yang tidak memiliki banyak waktu untuk mengisi baterai. Meski demikian, daya tahan sebenarnya tetap akan bergantung pada pola penggunaan, tingkat kecerahan layar, kualitas jaringan, penggunaan kamera, serta aplikasi yang dijalankan sepanjang hari.

Komunikasi Satelit Kini Bisa Mengirim Gambar

Fitur menarik lainnya pada Huawei Mate 90 Pro adalah peningkatan kemampuan komunikasi satelit BeiDou. Huawei sebelumnya telah menawarkan kemampuan mengirim pesan ketika pengguna berada di lokasi tanpa jaringan seluler. Pada generasi terbaru, sistem tersebut dikembangkan sehingga tidak hanya dapat mengirimkan teks. Pengguna di China juga dapat mengirim gambar melalui koneksi satelit dalam kondisi yang didukung. Fitur ini dapat menjadi penting ketika seseorang berada di daerah terpencil, pegunungan, atau wilayah lain yang tidak mendapatkan sinyal jaringan seluler biasa. Namun, terdapat sejumlah persyaratan teknis sebelum komunikasi dapat digunakan. Perangkat membutuhkan pandangan yang cukup terbuka menuju langit agar dapat membangun koneksi dengan satelit.

Gambar yang dikirim juga harus mengalami kompresi cukup besar karena bandwidth komunikasi satelit jauh lebih terbatas dibandingkan jaringan seluler. Huawei masih membatasi layanan tersebut untuk pengguna di China dan pengaktifannya terkait dengan layanan serta operator yang kompatibel. Selain komunikasi satelit, HarmonyOS 7 membawa berbagai fungsi berbasis kecerdasan buatan. Sistem dapat mengenali konteks tertentu dan memberikan rekomendasi aplikasi atau tindakan yang relevan. Huawei juga menghadirkan kemampuan foto dinamis 3D yang dapat mengubah foto biasa menjadi klip pendek dengan efek kedalaman. Berbagai fitur tersebut menunjukkan bagaimana Huawei mencoba menggabungkan kemampuan hardware dan software menjadi pengalaman yang lebih terintegrasi.

Harga Huawei Mate 90 Pro Mulai Sekitar Rp18 Jutaan

Huawei Mate 90 Pro tersedia di China dalam empat pilihan warna, yakni Emerald Green, Amber Orange, Crystal White, dan Obsidian Black. Varian dasar dengan RAM 12 GB dan penyimpanan 256 GB dibanderol 6.999 yuan. Jika dikonversikan secara kasar, nilainya berada di kisaran Rp18 jutaan, tergantung nilai tukar. Varian RAM 12 GB dengan penyimpanan 512 GB dipasarkan seharga 7.999 yuan. Huawei juga menyediakan model RAM 16 GB dan penyimpanan 512 GB dengan harga 8.499 yuan. Pilihan tertinggi Mate 90 Pro menawarkan RAM 16 GB dan penyimpanan internal 1 TB dengan harga 9.999 yuan.

Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan generasi Mate 80 Pro ketika pertama kali diluncurkan. Huawei tidak hanya menjual peningkatan spesifikasi mentah melalui generasi baru ini. Kirin 9035, kamera variable aperture, panel OLED dua lapis, sistem Red Maple generasi ketiga, komunikasi satelit, dan HarmonyOS 7 menjadi paket teknologi yang digunakan untuk memperkuat posisi Mate 90 Pro di kelas flagship. Perangkat juga membawa sertifikasi IP68 dan IP69 serta sistem perlindungan Kunlun generasi terbaru. Untuk saat ini, ketersediaan dan harga di luar China dapat berbeda dan perlu menunggu pengumuman resmi masing-masing pasar. Dengan spesifikasi tersebut, Mate 90 Pro menjadi salah satu smartphone Huawei paling ambisius untuk menghadapi kompetisi flagship 2026.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2026 Lintas Kompas