Connect with us

Teknologi

Bentuk Fisik Playstation Berakhir 2028, Tradisi Tiga Dekade Ini Bakal Tinggal Kenangan

Published

on

Bentuk Fisik

Dunia gaming kembali dihadapkan pada perubahan besar. Tradisi membeli game dalam Bentuk Fisik yang telah menemani pengguna PlayStation selama puluhan tahun mulai berada di ujung perjalanan. Perkembangan distribusi digital dan perubahan kebiasaan pemain membuat keberadaan game fisik semakin terdesak.

Jika tren tersebut terus berlanjut, tahun 2028 berpotensi menjadi salah satu titik penting dalam sejarah PlayStation. Bentuk Fisik yang selama ini identik dengan konsol Sony bisa semakin sulit ditemukan dan perlahan berubah menjadi bagian dari nostalgia.

Bagi sebagian pemain, perubahan ini bukan sekadar soal cara membeli game. Kepingan Blu-ray, kotak game, sampul dengan desain menarik, hingga aktivitas memasukkan disc ke konsol merupakan bagian dari pengalaman bermain yang telah berlangsung selama lebih dari tiga dekade.

Era Game Fisik PlayStation Perlahan Berakhir

Sejak era PlayStation pertama, game fisik menjadi salah satu bagian penting dari ekosistem konsol Sony.

Pemain terbiasa pergi ke toko, memilih game dari rak, melihat desain sampul, kemudian membawa pulang kotak game tersebut. Koleksi fisik bahkan menjadi kebanggaan tersendiri bagi sebagian gamer.

Tradisi tersebut terus bertahan melewati berbagai generasi konsol.

PlayStation 2, PlayStation 3, PlayStation 4, hingga PlayStation 5 masih menyediakan pilihan game fisik. Namun, perkembangan teknologi secara perlahan mengubah kebiasaan konsumen.

Kini, membeli game digital jauh lebih praktis. Pemain tidak perlu pergi ke toko dan tidak perlu menunggu pengiriman. Game dapat dibeli, diunduh, dan dimainkan langsung dari rumah.

Kemudahan tersebut menjadi salah satu faktor utama yang membuat distribusi digital semakin dominan.

Game Digital Menawarkan Banyak Kemudahan

Popularitas game digital bukan tanpa alasan.

Pemain dapat membeli game kapan saja selama tersedia di toko digital. Tidak ada kebutuhan untuk menyimpan kepingan disc dan tidak perlu mengganti media fisik ketika ingin berpindah permainan.

Selain itu, berbagai promosi digital juga membuat pemain terbiasa menunggu diskon sebelum membeli sebuah game.

Model ini mengubah perilaku konsumen secara signifikan.

Jika dahulu pemain menganggap game sebagai produk fisik yang bisa dikoleksi, kini sebagian pemain melihatnya sebagai produk digital yang dapat langsung diakses melalui akun mereka.

Perubahan tersebut membuat produsen dan penerbit game semakin memiliki alasan untuk mengutamakan distribusi digital.

Tradisi Tiga Dekade PlayStation

Bagi gamer generasi lama, game fisik memiliki nilai emosional yang sulit digantikan.

Membeli sebuah game bukan hanya tentang mendapatkan perangkat lunak. Ada pengalaman ketika membuka plastik pembungkus, melihat cover, membaca buku panduan, dan memasukkan disc untuk pertama kalinya ke dalam konsol.

Hal-hal kecil tersebut menjadi bagian dari kenangan masa lalu.

Pada era PlayStation pertama, game fisik menggunakan CD. Kemudian format berubah seiring perkembangan teknologi hingga akhirnya Blu-ray menjadi media utama pada generasi PlayStation modern.

Lebih dari 30 tahun, format fisik terus beradaptasi.

Karena itu, kemungkinan berakhirnya dominasi game fisik akan menjadi perubahan besar dalam sejarah PlayStation.

PlayStation Makin Mengarah ke Ekosistem Digital

Sony sendiri telah memperlihatkan bahwa distribusi digital semakin penting dalam strategi bisnis PlayStation.

Kehadiran PlayStation Store membuat pemain dapat membeli game tanpa harus menggunakan disc. Selain itu, model berlangganan juga membuat akses terhadap berbagai judul game menjadi semakin fleksibel.

Perubahan tersebut menciptakan ekosistem yang jauh berbeda dibandingkan era PlayStation generasi pertama.

Konsol pun semakin terhubung dengan layanan online. Pembaruan game, konten tambahan, multiplayer, hingga penyimpanan data kini menjadi bagian dari pengalaman bermain modern.

Dalam kondisi seperti ini, game fisik memang menghadapi tantangan besar.

Bukan Berarti Game Fisik Langsung Hilang

Meski masa depan game fisik terlihat semakin berat, bukan berarti seluruh game fisik otomatis menghilang dalam waktu singkat.

Masih terdapat kelompok gamer yang memilih membeli game dalam bentuk disc karena alasan koleksi, kepemilikan, atau sekadar menyukai pengalaman tradisional.

Kolektor bahkan rela membayar lebih untuk edisi khusus, limited edition, atau game lama yang sudah tidak mudah ditemukan.

Pasar tersebut kemungkinan masih akan bertahan.

Namun, tantangannya adalah ketersediaan. Jika jumlah pemain yang membeli game fisik terus menurun, penerbit bisa mengurangi produksi disc karena biaya manufaktur dan distribusinya tidak lagi dianggap sebanding dengan permintaan.

Pada akhirnya, game fisik dapat berubah dari produk utama menjadi produk khusus untuk segmen kolektor.

Tahun 2028 Bisa Menjadi Titik Balik

Jika prediksi mengenai berakhirnya game fisik PlayStation pada 2028 benar-benar terwujud, tahun tersebut akan menjadi momen penting bagi industri gaming.

Generasi gamer baru mungkin tidak lagi memiliki pengalaman yang sama dengan gamer yang tumbuh bersama PlayStation 1 hingga PlayStation 5.

Rak-rak toko game yang dahulu dipenuhi kotak PlayStation bisa semakin jarang ditemui. Sebaliknya, toko digital akan menjadi pusat utama distribusi game.

Perubahan ini sebenarnya sudah berlangsung secara bertahap.

Tahun 2028 hanya berpotensi menjadi simbol bahwa era tersebut benar-benar telah berubah.

Kolektor Akan Menjadi Penjaga Tradisi

Jika game fisik semakin langka, kolektor akan mempunyai peran penting dalam menjaga sejarahnya.

Koleksi PlayStation generasi lama dapat menjadi benda bernilai nostalgia. Game tertentu bahkan berpotensi menjadi barang buruan karena jumlah produksinya terbatas.

Bagi kolektor, sebuah disc bukan sekadar media untuk memainkan game.

Ada nilai sejarah di dalamnya.

Sebuah kotak game PlayStation 1, misalnya, bisa mengingatkan seseorang pada masa ketika bermain game berarti pergi ke toko, memilih judul yang diinginkan, lalu membawa pulang sebuah kotak yang menjadi teman selama berjam-jam.

Nilai emosional seperti ini tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh file digital.

Apakah Gamer Harus Khawatir?

Peralihan menuju digital memberikan sejumlah keuntungan, tetapi juga memunculkan pertanyaan mengenai kepemilikan game.

Ketika membeli disc, pemain memiliki media fisik yang bisa disimpan dan digunakan kembali selama perangkat mendukungnya. Sementara itu, ekosistem digital sangat bergantung pada akun, layanan online, serta kebijakan platform.

Inilah salah satu alasan mengapa sebagian gamer masih mempertahankan game fisik.

Mereka ingin memiliki sesuatu yang bisa disimpan secara langsung dan tidak sepenuhnya bergantung pada layanan digital.

Di sisi lain, game modern juga semakin kompleks. Banyak judul membutuhkan pembaruan dan koneksi internet meskipun tersedia dalam bentuk fisik.

Batas antara game fisik dan digital pun akhirnya semakin kabur.

Era Baru PlayStation Segera Dimulai

Berakhirnya Bentuk Fisik bukan berarti dunia gaming menjadi lebih buruk. Ini merupakan perubahan teknologi dan kebiasaan konsumen.

Game digital memberikan kecepatan dan kenyamanan yang sulit ditandingi. Pemain dapat mengakses berbagai judul tanpa harus memenuhi rak dengan kotak game.

Namun, bagi mereka yang tumbuh bersama PlayStation selama tiga dekade, perubahan tersebut tetap terasa emosional.

Jika 2028 benar-benar menjadi titik berakhirnya era game fisik PlayStation, maka sebuah tradisi panjang akan resmi memasuki babak baru.

Generasi berikutnya mungkin mengenal PlayStation bukan dari suara disc yang berputar di dalam konsol, melainkan dari ikon game yang muncul di layar setelah proses pengunduhan selesai.

Bagi sebagian orang, itu adalah kemajuan. Bagi sebagian lainnya, itu adalah tanda bahwa salah satu bagian paling ikonik dari budaya gaming perlahan menjadi kenangan.

Teknologi

Game Mendaki Gunung yang Sangat Seru Dimainkan

Published

on

Game Mendaki

Game Mendaki gunung menjadi pilihan menarik bagi pemain yang menyukai petualangan, eksplorasi, dan tantangan alam. Tidak hanya menawarkan pemandangan yang indah, beberapa game dengan tema pendakian juga mampu memberikan pengalaman yang menegangkan karena pemain harus memperhitungkan stamina, cuaca, medan, hingga keputusan yang diambil selama perjalanan.

Menariknya, Game Mendaki gunung hadir dengan konsep yang cukup beragam. Ada yang berfokus pada simulasi pendakian secara realistis, ada pula yang menjadikan perjalanan menuju puncak sebagai bagian dari petualangan penuh cerita.

Bagi yang sedang mencari game mendaki gunung yang seru dimainkan, berikut beberapa judul yang bisa masuk daftar pilihan.

1. A Difficult Game About Climbing

A Difficult Game About Climbing menjadi salah satu game yang cocok bagi pemain yang menyukai tantangan.

Konsep permainannya sederhana, tetapi tingkat kesulitannya dapat membuat pemain frustrasi sekaligus penasaran. Pemain harus mengendalikan karakter untuk memanjat dan melewati berbagai rintangan hingga mencapai tempat yang lebih tinggi.

Kesalahan kecil dapat membuat perjalanan kembali berantakan. Karena itu, game ini menuntut kesabaran, ketelitian, dan koordinasi yang baik.

2. PEAK

PEAK menawarkan pengalaman mendaki yang berbeda karena dapat dimainkan bersama teman.

Game ini menggabungkan unsur pendakian dengan survival dan kerja sama. Pemain harus bekerja sama untuk melewati medan yang berbahaya sambil berusaha mencapai puncak.

Justru karena dimainkan bersama, perjalanan bisa berubah menjadi pengalaman yang penuh kejutan. Kesalahan satu pemain dapat memengaruhi pemain lainnya.

Bagi yang ingin memainkan game mendaki gunung sambil bercanda dan berkomunikasi dengan teman, PEAK menjadi pilihan menarik.

3. Jusant

Jusant merupakan game petualangan yang sangat mengandalkan aktivitas memanjat.

Game ini membawa pemain ke dunia yang mengalami perubahan lingkungan besar. Pemain harus mendaki struktur dan tebing tinggi sambil mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya.

Jusant menawarkan atmosfer yang tenang dan visual yang menarik. Permainan tidak hanya berfokus pada tantangan, tetapi juga eksplorasi dan perjalanan emosional karakter.

Game ini cocok bagi pemain yang ingin menikmati pendakian dengan suasana lebih santai.

4. Insurmountable

Insurmountable menghadirkan konsep pendakian gunung dengan pendekatan yang lebih strategis.

Pemain harus membawa pendaki melewati gunung yang terbentuk secara prosedural. Berbagai kondisi dapat memengaruhi perjalanan, termasuk stamina, perlengkapan, dan kondisi lingkungan.

Setiap keputusan harus dipikirkan dengan matang. Memaksakan perjalanan ketika kondisi tidak memungkinkan dapat membuat pendakian berakhir buruk.

Game ini cocok untuk pemain yang menikmati tantangan strategi sekaligus tema survival.

5. The Climb

The Climb menawarkan pengalaman memanjat menggunakan teknologi virtual reality.

Pemain dapat merasakan sensasi memanjat tebing dengan sudut pandang orang pertama. Lingkungan yang ditampilkan juga memberikan kesan seolah-olah pemain benar-benar berada di ketinggian.

Game ini sangat menarik bagi pemain yang ingin merasakan pengalaman climbing tanpa harus benar-benar berada di gunung.

Dengan perangkat VR yang sesuai, pengalaman bermain dapat terasa semakin imersif.

6. The Climb 2

Bagi pemain yang menyukai game pertama, The Climb 2 menawarkan pengalaman pendakian yang lebih luas.

Pemain dapat menjelajahi berbagai lingkungan dengan jalur pendakian yang menantang. Ada tebing, gedung, hingga lokasi dengan ketinggian yang dapat membuat pemain merasa tegang.

Karena menggunakan VR, gerakan tangan menjadi bagian penting dari gameplay. Pemain harus memperhatikan pegangan dan menentukan jalur terbaik untuk mencapai tujuan.

7. Lonely Mountains: Downhill

Lonely Mountains: Downhill memang tidak menghadirkan pendakian gunung secara langsung. Namun, game ini tetap menawarkan pengalaman menjelajahi lingkungan pegunungan yang menarik.

Pemain mengendarai sepeda melewati jalur pegunungan dengan berbagai tingkat kesulitan.

Kecepatan dan ketepatan menjadi faktor penting. Salah mengambil jalur dapat membuat pemain jatuh atau kehilangan waktu.

Game ini cocok untuk pemain yang menyukai suasana alam pegunungan tetapi ingin pengalaman gameplay yang lebih cepat.

8. SnowRunner

SnowRunner memberikan pengalaman menjelajahi medan ekstrem menggunakan berbagai kendaraan.

Pegunungan, salju, lumpur, dan jalan yang sulit dilewati menjadi bagian dari tantangan. Pemain harus memilih kendaraan dan rute yang tepat untuk menyelesaikan berbagai misi.

Walaupun bukan game pendakian dalam arti tradisional, SnowRunner menawarkan sensasi menaklukkan medan pegunungan yang sangat kuat.

Game ini cocok bagi pemain yang menikmati simulasi dan eksplorasi medan berat.

Apa yang Membuat Game Mendaki Gunung Menarik?

Game dengan tema pendakian memiliki daya tarik tersendiri karena pemain tidak hanya dituntut mencapai tujuan.

Proses perjalanan justru menjadi bagian paling menarik.

Pemain harus mempelajari medan, menentukan jalur, mengatur stamina, dan terkadang mengambil risiko. Dalam beberapa game, keputusan sederhana dapat menentukan apakah karakter berhasil mencapai puncak atau harus mengulang perjalanan.

Elemen tersebut membuat game mendaki gunung terasa berbeda dibandingkan game petualangan biasa.

Pilih Game Sesuai Gaya Bermain

Jika menginginkan tantangan yang sulit, game seperti A Difficult Game About Climbing dapat menjadi pilihan.

Untuk bermain bersama teman, PEAK menawarkan pengalaman yang lebih seru karena mengandalkan kerja sama.

Sementara itu, Jusant cocok bagi pemain yang menginginkan eksplorasi dengan atmosfer tenang. Bagi penggemar strategi dan survival, Insurmountable bisa menjadi pilihan yang menarik.

Penggemar virtual reality juga dapat mencoba seri The Climb untuk mendapatkan pengalaman climbing yang lebih imersif.

Pendakian Virtual yang Tidak Kalah Seru

Game Mendaki gunung membuktikan bahwa pengalaman menaklukkan alam tidak harus dilakukan di dunia nyata. Melalui game, pemain dapat merasakan bagaimana sulitnya mencapai puncak, menghadapi medan ekstrem, hingga menentukan keputusan ketika berada dalam kondisi berbahaya.

Setiap judul menawarkan pendekatan berbeda. Ada yang menonjolkan kesulitan, eksplorasi, kerja sama, strategi, hingga simulasi.

Karena itu, pilihan terbaik sebenarnya bergantung pada gaya bermain masing-masing.

Jika sedang mencari game dengan tema gunung yang memberikan tantangan sekaligus pengalaman berbeda, judul-judul tersebut layak masuk daftar untuk dicoba.

Continue Reading

Teknologi

KLEVV CRAS V RGB dan URBANE V RGB Dongkrak Performa Gaming

Published

on

KLEVV CRAS V

Performa PC gaming tidak hanya ditentukan oleh prosesor dan kartu grafis. KLEVV CRAS V Memori RAM juga memiliki peran penting dalam menjaga sistem tetap responsif, terutama ketika pengguna menjalankan game modern, melakukan multitasking, streaming, hingga aktivitas pembuatan konten.

Melihat kebutuhan tersebut, KLEVV menghadirkan dua lini memori DDR5 Gaming/OC yang menarik perhatian, yakni CRAS V RGB dan URBANE V RGB. Keduanya menawarkan kecepatan tinggi, dukungan overclocking, serta desain RGB yang ditujukan untuk membangun PC gaming modern.

KLEVV mencatat kedua lini tersebut mampu mencapai kecepatan hingga 8400 MT/s, dengan dukungan Intel XMP 3.0 dan AMD EXPO. Namun, masing-masing memiliki karakter desain dan pilihan spesifikasi yang sedikit berbeda.

DDR5 untuk Gaming Generasi Baru

Peralihan ke DDR5 memberikan ruang yang lebih besar bagi produsen memori untuk menawarkan kecepatan transfer data yang tinggi.

CRAS V RGB dan URBANE V RGB sama-sama menggunakan format 288-pin DDR5 Unbuffered DIMM. Keduanya juga dirancang untuk pengguna yang membutuhkan performa tinggi, baik untuk gaming maupun pekerjaan yang membutuhkan kemampuan multitasking.

Dukungan Intel XMP 3.0 dan AMD EXPO membuat pengguna dapat mengaktifkan profil performa melalui BIOS tanpa harus melakukan konfigurasi overclocking secara manual.

Namun, KLEVV mengingatkan bahwa kecepatan yang dapat dicapai tetap bergantung pada kompatibilitas dan kemampuan prosesor serta motherboard yang digunakan.

KLEVV RGB Tawarkan Performa Tinggi

CRAS V RGB merupakan salah satu lini DDR5 gaming/overclocking KLEVV yang mengutamakan kombinasi performa dan estetika.

Produk ini tersedia dalam pilihan warna Obsidian Black dan Brilliant White. Kecepatan yang ditawarkan mulai dari 6000 MT/s hingga 8400 MT/s, tergantung varian yang dipilih.

Untuk kapasitas, CRAS V RGB tersedia dalam konfigurasi hingga 64GB x2 pada beberapa varian kecepatan, meskipun pilihan kapasitas berbeda-beda berdasarkan SKU dan kecepatan memori.

KLEVV juga menawarkan beberapa konfigurasi dengan timing rendah. Salah satu varian 6000 MT/s bahkan tersedia dengan timing hingga CL26, sehingga menarik bagi pengguna yang mengejar keseimbangan antara kecepatan dan latency.

RGB Menjadi Bagian dari Identitas

Sesuai namanya, CRAS V RGB membawa sistem pencahayaan RGB yang menjadi bagian penting dari desain.

Lampu RGB dapat dikustomisasi melalui software pencahayaan dari sejumlah produsen motherboard besar. KLEVV menyebut sistem tersebut mendukung sinkronisasi dengan ekosistem RGB motherboard sehingga pengguna dapat menyamakan pencahayaan RAM dengan komponen PC lainnya.

Bagi gamer yang membangun PC dengan panel kaca atau menggunakan casing showcase, fitur tersebut bisa menjadi nilai tambah.

RAM bukan lagi sekadar komponen yang tersembunyi di dalam casing, tetapi juga dapat menjadi bagian dari tampilan keseluruhan sistem.

URBANE V RGB Lebih Menonjolkan Desain Minimalis

Jika CRAS V RGB tampil lebih agresif, URBANE V RGB membawa pendekatan desain yang lebih modern dan minimalis.

KLEVV menggunakan heatsink aluminium setebal 2 mm dengan lekukan dan garis presisi. Modul ini juga memiliki tinggi sekitar 42,5 mm, sehingga relatif rendah untuk sebuah RAM gaming dengan RGB.

Desain low-profile tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi pengguna yang menggunakan CPU cooler berukuran besar dan membutuhkan ruang lebih lega di sekitar slot RAM.

URBANE V RGB tersedia dalam pilihan Jet Black dan Brilliant White, sehingga lebih mudah disesuaikan dengan tema build.

Kecepatan URBANE V RGB Mencapai 8400 MT/s

Dari sisi performa, URBANE V RGB juga tidak kalah menarik.

KLEVV menyediakan pilihan kecepatan mulai dari 6000 MT/s hingga 8400 MT/s. Kapasitas yang tersedia mencakup konfigurasi dual-channel 32GB, 48GB, dan 64GB pada sejumlah varian.

KLEVV juga menawarkan timing yang cukup agresif pada beberapa varian.

Untuk pengguna gaming, kecepatan tinggi dan latency rendah dapat membantu meningkatkan responsivitas sistem, terutama pada aplikasi yang sensitif terhadap bandwidth dan latency memori.

Namun, peningkatan performa aktual tetap bergantung pada game, prosesor, GPU, motherboard, serta konfigurasi sistem secara keseluruhan.

Dibekali PCB 10-Layer

Salah satu aspek teknis yang menarik dari URBANE V RGB adalah penggunaan PCB 10-layer.

KLEVV menyebut konstruksi tersebut dirancang untuk membantu menjaga integritas sinyal dan stabilitas ketika memori beroperasi pada kecepatan tinggi. Modul ini juga menggunakan on-die ECC dan PMIC sebagai bagian dari desain memorinya.

Fitur tersebut menjadi semakin relevan ketika pengguna memilih varian berkecepatan tinggi.

RAM dengan spesifikasi tinggi membutuhkan platform yang mampu mendukung konfigurasi tersebut secara stabil. Karena itu, kompatibilitas motherboard dan CPU tetap menjadi faktor penting.

CRAS 5 RGB vs URBANE

Secara umum, kedua produk memiliki banyak kesamaan.

Keduanya merupakan DDR5 Gaming/OC, mendukung Intel XMP 3.0 dan AMD EXPO, serta menawarkan kecepatan hingga 8400 MT/s.

Perbedaan yang paling terlihat justru berada pada desain dan pilihan build.

CRAS V RGB memiliki karakter lebih mencolok dengan desain RGB yang menjadi salah satu daya tarik utamanya. Sementara itu, URBANE V RGB tampil lebih minimalis dengan heatsink yang memiliki profil relatif rendah.

Bagi pengguna yang mengutamakan tampilan gaming yang agresif, CRAS V RGB bisa menjadi pilihan menarik.

Sementara bagi pengguna yang ingin PC terlihat elegan dan tetap memiliki RGB, URBANE V RGB menawarkan pendekatan yang lebih understated.

Cocok untuk Gaming dan Content Creation

RAM berkecepatan tinggi tidak hanya bermanfaat untuk bermain game.

PC dengan RAM berkapasitas besar juga lebih nyaman digunakan untuk multitasking. Pengguna dapat menjalankan game sambil membuka browser, aplikasi komunikasi, software streaming, atau aplikasi kreatif.

KLEVV sendiri memosisikan URBANE V RGB untuk gaming sekaligus advanced content creation dan penggunaan profesional.

Untuk content creator, kapasitas RAM juga menjadi pertimbangan penting.

Jika sering mengedit video beresolusi tinggi atau menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan, kapasitas lebih besar dapat memberikan ruang kerja yang lebih lega dibandingkan sekadar mengejar frekuensi tertinggi.

Jangan Hanya Mengejar Angka MT/s

Kecepatan RAM memang menarik untuk dilihat, tetapi bukan satu-satunya faktor.

Pengguna juga harus memperhatikan latency, kapasitas, kompatibilitas motherboard, kemampuan CPU memory controller, serta kebutuhan aplikasi.

KLEVV sendiri menyatakan bahwa kecepatan overclocking yang berhasil dicapai dapat berbeda tergantung motherboard dan kemampuan CPU. RAM juga akan berjalan pada kecepatan SPD standar sebelum profil XMP atau EXPO diaktifkan.

Artinya, membeli RAM 8400 MT/s tidak otomatis berarti PC akan langsung berjalan pada angka tersebut.

Pengguna harus memastikan motherboard dan prosesor mendukung konfigurasi yang dipilih.

XMP dan EXPO Mempermudah Pengaturan

Salah satu keuntungan RAM modern adalah keberadaan profil performa.

CRAS V RGB dan URBANE V RGB mendukung Intel XMP 3.0 dan AMD EXPO. Dengan profil tersebut, pengguna dapat mengaktifkan konfigurasi performa yang sudah diuji melalui BIOS.

Hal ini jauh lebih praktis dibandingkan melakukan pengaturan frekuensi, timing, dan voltase secara manual sejak awal.

Meski demikian, pengguna tetap perlu memastikan profil yang dipilih sesuai dengan platform yang digunakan.

Pilihan untuk Build AMD dan Intel

Dukungan terhadap Intel dan AMD membuat kedua lini tersebut fleksibel untuk berbagai konfigurasi PC.

KLEVV juga memperluas lini DDR5-nya dengan varian yang dioptimalkan untuk AMD. Pengguna dapat memeriksa SKU dan label produk untuk memastikan varian yang digunakan sesuai dengan platform.

Hal ini penting karena karakteristik memory controller dan dukungan motherboard dapat memengaruhi kemampuan RAM dalam mencapai kecepatan tertentu.

Jadi, sebelum membeli, sebaiknya periksa daftar kompatibilitas motherboard atau QVL.

Mana yang Lebih Cocok untuk Gamer?

Jika fokus utama adalah membangun PC gaming dengan tampilan RGB yang mencolok, KLEVV CRAS V menjadi opsi yang menarik.

Desainnya lebih berkarakter dan pilihan kecepatannya juga sangat luas hingga 8400 MT/s.

Sementara itu, URBANE V RGB lebih cocok bagi pengguna yang menginginkan kombinasi performa tinggi dan desain yang lebih minimalis.

Profil 42,5 mm juga menjadi nilai tambah bagi build yang memiliki keterbatasan ruang di sekitar CPU cooler.

Keduanya sama-sama menawarkan kemampuan tinggi, sehingga keputusan akhir lebih banyak bergantung pada desain build, kapasitas yang dibutuhkan, serta kompatibilitas platform.

Performa Tinggi Harus Diimbangi Sistem yang Tepat

RAM cepat tidak bisa bekerja maksimal jika komponen lain menjadi penghambat.

Motherboard harus mampu mendukung frekuensi yang dipilih. Prosesor juga harus memiliki memory controller yang memadai.

Selain itu, BIOS motherboard sebaiknya menggunakan versi yang mendukung modul dan profil memori tersebut.

Karena itu, pengguna yang ingin memaksimalkan RAM DDR5 berkecepatan tinggi sebaiknya melakukan pengecekan kompatibilitas sebelum membeli.

Kesimpulan

KLEVV CRAS V RGB dan URBANE V RGB menjadi dua pilihan menarik bagi pengguna yang ingin meningkatkan kemampuan PC gaming dengan memori DDR5 berkecepatan tinggi.

Keduanya menawarkan kecepatan hingga 8400 MT/s, dukungan Intel XMP 3.0 dan AMD EXPO, serta berbagai pilihan kapasitas dan timing.

KLEVV CRAS V RGB lebih menonjolkan desain gaming dengan RGB yang atraktif, sedangkan URBANE V RGB menawarkan desain lebih minimalis dengan heatsink aluminium dan profil sekitar 42,5 mm.

Bagi gamer, keduanya dapat menjadi fondasi menarik untuk membangun PC modern. Namun, pemilihan varian sebaiknya tetap disesuaikan dengan prosesor, motherboard, kapasitas RAM yang dibutuhkan, serta target kecepatan.

Dengan konfigurasi yang tepat, RAM DDR5 berkecepatan tinggi bukan hanya mempercantik build, tetapi juga membantu menciptakan sistem yang lebih responsif untuk gaming, multitasking, dan pekerjaan kreatif.

Continue Reading

Teknologi

Huawei HarmonyOS Jadi Sistem Operasi Mobile Terbesar Ketiga Dunia

Published

on

Huawei HarmonyOS

Huawei HarmonyOS mencatat perkembangan penting di tengah persaingan sistem operasi mobile dunia. Pada Agustus 2026, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China atau MIIT menyebut HarmonyOS telah menjadi sistem operasi mobile terbesar ketiga di dunia, setelah Android dan iOS.

Pencapaian tersebut menunjukkan semakin kuatnya posisi Huawei dalam membangun ekosistem perangkat lunak sendiri. HarmonyOS dikembangkan Huawei sebagai alternatif terhadap dominasi Android dan iOS, terutama setelah perusahaan menghadapi berbagai pembatasan akses terhadap teknologi Amerika Serikat.

Data terbaru Counterpoint Research juga memperlihatkan bahwa HarmonyOS memang berada di posisi ketiga dalam pangsa penjualan smartphone global. Pada kuartal II 2026, HarmonyOS mencatat pangsa 5%, sedangkan Android berada di angka 75% dan iOS 20%.

HarmonyOS Tembus Posisi Ketiga Dunia

Pernyataan mengenai posisi HarmonyOS sebagai sistem operasi mobile terbesar ketiga disampaikan pejabat MIIT dalam konferensi pers pada 26 Agustus 2026.

Menurut laporan mengenai konferensi tersebut, pemerintah China menyebut HarmonyOS telah menempati posisi ketiga secara global. Namun, MIIT tidak menjelaskan secara rinci apakah peringkat tersebut didasarkan pada jumlah perangkat aktif, pengiriman smartphone, penjualan, atau indikator lainnya.

Karena itu, data dari lembaga riset independen menjadi penting untuk memberikan gambaran yang lebih jelas.

Counterpoint Research mencatat HarmonyOS menguasai 5% penjualan smartphone global pada kuartal II 2026. Angka tersebut menempatkannya di belakang Android dan iOS.

Dengan demikian, klaim bahwa HarmonyOS merupakan sistem operasi smartphone terbesar ketiga dunia memiliki dasar yang kuat jika yang digunakan adalah pangsa penjualan smartphone.

Android Masih Mendominasi

Meski HarmonyOS berhasil masuk tiga besar, jarak dengan Android dan iOS masih sangat besar.

Android tetap menjadi sistem operasi paling dominan di dunia. Pada kuartal II 2026, sistem operasi Google tersebut menguasai sekitar 75% penjualan smartphone global.

Sementara itu, iOS berada di posisi kedua dengan pangsa sekitar 20%.

HarmonyOS berada di urutan ketiga dengan 5%.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa HarmonyOS masih menghadapi pekerjaan besar jika ingin benar-benar mengejar dua pemain utama.

Namun, posisi ketiga tetap menjadi pencapaian penting mengingat ekosistem HarmonyOS jauh lebih muda dibandingkan Android dan iOS.

China Menjadi Mesin Utama Pertumbuhan

Salah satu faktor terbesar di balik perkembangan HarmonyOS adalah pasar China.

Di negara asal Huawei tersebut, HarmonyOS sudah memiliki posisi yang jauh lebih kuat dibandingkan pangsa globalnya.

Pada kuartal II 2026, HarmonyOS menguasai 24% penjualan smartphone di China, naik dari 19% pada kuartal sebelumnya. Angka tersebut bahkan membuat HarmonyOS berada di atas iOS yang mencatat 18%. Android masih menjadi pemimpin dengan 58%.

Dengan kata lain, hampir seperempat smartphone yang terjual di China pada periode tersebut menggunakan HarmonyOS.

Kondisi ini menjadi fondasi penting bagi Huawei untuk terus mengembangkan sistem operasinya.

Huawei Tidak Lagi Hanya Mengandalkan Hardware

Perkembangan HarmonyOS juga menunjukkan perubahan strategi Huawei.

Perusahaan tidak hanya ingin bersaing melalui smartphone, tablet, wearable, atau perangkat elektronik lainnya. Huawei juga berusaha membangun ekosistem perangkat lunak yang dapat menghubungkan berbagai perangkat tersebut.

Strategi ini penting karena sistem operasi dapat menjadi salah satu aset terbesar sebuah perusahaan teknologi.

Apple memiliki iOS dan ekosistem perangkatnya. Google memiliki Android serta berbagai layanan pendukung. Huawei mencoba membangun ekosistem dengan HarmonyOS sebagai salah satu pusatnya.

Jika strategi tersebut berhasil, Huawei akan memiliki kontrol lebih besar terhadap pengalaman pengguna dan pengembangan aplikasi.

Ekosistem OpenHarmony Tembus 1,35 Miliar Perangkat

Selain perkembangan HarmonyOS, MIIT juga mengungkap bahwa ekosistem OpenHarmony telah mencapai lebih dari 1,35 miliar perangkat secara kumulatif.

Namun, angka ini perlu dibaca secara hati-hati.

OpenHarmony merupakan ekosistem open-source yang cakupannya lebih luas daripada smartphone. Perangkat yang menggunakan basis OpenHarmony mencakup berbagai kategori seperti kendaraan, peralatan rumah tangga, serta sistem industri.

Jadi, angka 1,35 miliar tersebut tidak dapat dianggap sebagai jumlah pengguna smartphone HarmonyOS.

Perbedaan antara HarmonyOS pada smartphone dan ekosistem OpenHarmony penting agar pencapaian Huawei tidak disalahartikan.

HarmonyOS 6 Terus Berkembang

Huawei juga terus mendorong penggunaan generasi terbaru sistem operasinya.

Menurut laporan terbaru, lebih dari 80 juta perangkat telah menjalankan HarmonyOS 6 hingga 20 Agustus 2026. Huawei sebelumnya menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 100 juta perangkat pada akhir 2026.

Angka tersebut menunjukkan bahwa Huawei masih agresif memperluas basis pengguna HarmonyOS generasi terbaru.

Selain jumlah perangkat, perkembangan aplikasi juga menjadi faktor penting.

Huawei menyebut lebih dari 100.000 aplikasi native HarmonyOS telah dikembangkan, sementara jumlah aplikasi yang dapat diakses pada smartphone HarmonyOS telah melampaui 400.000.

Tantangan Terbesar Ada di Ekosistem Aplikasi

Meskipun pertumbuhannya cukup kuat di China, HarmonyOS masih memiliki tantangan besar untuk berkembang secara global.

Salah satu masalah utama adalah ekosistem aplikasi.

Android dan iOS sudah memiliki basis developer yang sangat besar. Pengguna juga terbiasa mendapatkan aplikasi dari kedua platform tersebut.

Ketika Huawei mengembangkan HarmonyOS yang semakin mandiri dari Android, pengembang harus memastikan aplikasi mereka dapat berjalan secara native di platform Huawei.

Hal ini membutuhkan investasi waktu dan sumber daya.

Karena itu, jumlah aplikasi dan dukungan developer akan menjadi faktor penting jika Huawei ingin membawa HarmonyOS ke pasar internasional secara lebih luas.

Huawei Mulai Mengincar Pasar Internasional

Huawei tidak berhenti di China.

Dalam konferensi ekosistem HarmonyOS pada akhir Agustus 2026, Huawei mengungkap rencana melakukan uji coba HarmonyOS di sejumlah pasar luar negeri sebelum memutuskan ekspansi konsumen yang lebih luas.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa Huawei mulai melihat peluang untuk menjadikan HarmonyOS sebagai platform global.

Namun, ekspansi internasional tentu tidak mudah.

Huawei harus membangun ekosistem aplikasi, menjalin hubungan dengan developer, memperluas layanan digital, serta meyakinkan konsumen agar bersedia menggunakan platform yang berbeda dari Android dan iOS.

Posisi Huawei di Luar China Masih Berbeda

Ada satu hal penting yang perlu diperhatikan ketika membahas kesuksesan HarmonyOS.

Tidak semua smartphone Huawei yang dijual di luar China menggunakan HarmonyOS versi terbaru.

Laporan terbaru menyebut perangkat flagship Huawei di pasar internasional masih menggunakan EMUI, yang berbasis Android open-source, sementara perangkat di China menggunakan HarmonyOS.

Artinya, kekuatan HarmonyOS saat ini masih sangat terkonsentrasi di pasar China.

Hal tersebut menjadi salah satu tantangan terbesar Huawei jika ingin menjadikan HarmonyOS sebagai pesaing global yang benar-benar seimbang dengan Android dan iOS.

Potensi Mengubah Persaingan Sistem Operasi

Kemunculan HarmonyOS sebagai pemain ketiga memiliki arti penting bagi industri teknologi.

Selama bertahun-tahun, pasar smartphone global praktis didominasi oleh Android dan iOS.

Kini, Huawei memiliki platform yang semakin matang dan memiliki basis pengguna besar di China.

Jika Huawei berhasil membawa HarmonyOS ke lebih banyak negara dan mendapatkan dukungan developer internasional, persaingan sistem operasi mobile dapat menjadi lebih menarik.

Pengguna juga berpotensi mendapatkan lebih banyak pilihan di luar dua ekosistem utama yang selama ini mendominasi pasar.

Huawei Harus Menjaga Momentum

Tantangan berikutnya bagi Huawei adalah mempertahankan pertumbuhan.

Data Counterpoint menunjukkan HarmonyOS berada di angka 5% dari penjualan smartphone global pada kuartal I dan kuartal II 2026. Pada kuartal II, Android berada di 75% dan iOS 20%.

Angka tersebut menunjukkan HarmonyOS sudah memiliki posisi yang relatif stabil, tetapi belum mengalami lonjakan besar secara global.

Huawei harus terus meningkatkan kualitas sistem operasi, jumlah aplikasi, layanan digital, serta daya tarik perangkat kerasnya.

Semakin banyak pengguna yang masuk ke ekosistem HarmonyOS, semakin besar pula daya tarik platform tersebut bagi developer.

Masa Depan HarmonyOS

Perjalanan HarmonyOS masih cukup panjang.

Pencapaian sebagai sistem operasi mobile terbesar ketiga merupakan langkah penting, tetapi mempertahankan posisi tersebut sekaligus memperluas pangsa pasar akan menjadi tantangan berikutnya.

China kemungkinan tetap menjadi pasar utama Huawei dalam waktu dekat. Namun, rencana melakukan pilot di sejumlah negara menunjukkan Huawei mulai mempersiapkan babak baru untuk HarmonyOS.

Jika ekspansi tersebut berhasil, HarmonyOS berpotensi menjadi salah satu sistem operasi mobile global yang benar-benar diperhitungkan.

Sebaliknya, jika dukungan aplikasi dan layanan di luar China tidak berkembang cukup cepat, HarmonyOS kemungkinan akan tetap menjadi kekuatan besar di China tetapi memiliki pengaruh yang lebih terbatas di pasar internasional.

Kesimpulan

HarmonyOS kini berada di posisi ketiga dalam persaingan sistem operasi smartphone global. MIIT China menyebut HarmonyOS sebagai sistem operasi mobile terbesar ketiga dunia, sementara data Counterpoint Research menunjukkan HarmonyOS menguasai sekitar 5% penjualan smartphone global pada kuartal II 2026.

Di China, posisinya bahkan jauh lebih kuat dengan pangsa 24% pada periode yang sama, berada di belakang Android tetapi sudah melampaui iOS.

Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa Huawei berhasil membangun alternatif yang semakin serius terhadap Android dan iOS.

Namun, perjalanan menuju pasar global masih panjang. Huawei harus memperkuat ekosistem aplikasi, memperluas dukungan developer, serta memastikan HarmonyOS tersedia di lebih banyak perangkat dan negara.

Jika berhasil melewati tantangan tersebut, persaingan sistem operasi mobile dunia bisa memasuki era baru dengan tiga pemain besar, bukan lagi hanya Android dan iOS.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2026 Lintas Kompas