Tips Belanja Baju lewat e-commerce praktis. Tinggal buka aplikasi, cari model yang disukai, pilih ukuran, lalu tunggu barang sampai di rumah. Namun, ada satu masalah yang cukup sering terjadi, yaitu membeli baju yang ternyata juga dipakai banyak orang.
Bagi sebagian orang, tampil dengan pakaian yang berbeda bisa menjadi bagian dari gaya personal. Sayangnya, popularitas e-commerce membuat satu model pakaian dapat terjual hingga ribuan atau bahkan puluhan ribu potong. Akibatnya, kemungkinan bertemu orang dengan baju yang sama menjadi semakin besar.
Meski begitu, bukan berarti kamu harus berhenti belanja online. Ada beberapa Tips Belanja Baju sederhana yang bisa dilakukan agar pilihan pakaian lebih unik dan tidak terlalu pasaran.
1. Jangan Hanya Mengandalkan Produk Terlaris
Produk dengan label “terlaris” memang biasanya menarik perhatian. Harga murah, foto produknya bagus, dan jumlah ulasannya sangat banyak.
Namun, justru produk seperti ini memiliki kemungkinan paling besar digunakan oleh banyak orang.
Jika tujuanmu mencari pakaian yang lebih unik, jangan selalu menjadikan jumlah penjualan sebagai patokan utama. Cobalah melihat produk dengan penjualan yang masih tergolong sedikit tetapi memiliki desain menarik dan ulasan yang positif.
Produk yang belum terlalu viral biasanya mempunyai peluang lebih kecil untuk kamu temui pada orang lain.
2. Cari dengan Kata Kunci yang Lebih Spesifik
Kesalahan yang sering dilakukan saat mencari baju di e-commerce adalah menggunakan kata kunci terlalu umum.
Misalnya, daripada hanya mengetik “kaos pria”, cobalah menggunakan kata kunci yang lebih spesifik seperti “kaos oversized washed”, “kaos grafis vintage”, atau “kemeja linen relaxed fit”.
Semakin spesifik pencarian, semakin besar kemungkinan kamu menemukan model yang tidak muncul di halaman rekomendasi utama.
Kamu juga bisa mengombinasikan kata kunci berdasarkan warna, bahan, potongan, hingga gaya yang diinginkan.
3. Cek Jumlah Produk yang Sudah Terjual
Sebelum membeli, perhatikan jumlah produk yang sudah terjual.
Bukan berarti produk dengan penjualan tinggi pasti buruk. Namun, jika kamu benar-benar ingin menghindari pakaian yang terlalu pasaran, angka penjualan bisa menjadi salah satu pertimbangan.
Misalnya, ada dua baju dengan desain hampir sama. Salah satunya sudah terjual lebih dari 50 ribu pcs, sementara produk lainnya baru terjual beberapa ratus pcs.
Jika prioritasmu adalah tampil lebih unik, produk dengan jumlah penjualan lebih rendah bisa menjadi pilihan.
4. Jangan Terpaku pada Rekomendasi Beranda
Algoritma e-commerce biasanya akan menampilkan produk yang dianggap sesuai dengan kebiasaan belanja dan pencarianmu.
Masalahnya, produk yang sering muncul di beranda juga biasanya merupakan produk yang sedang populer.
Sesekali, cobalah keluar dari rekomendasi tersebut dan melakukan pencarian secara manual. Jelajahi beberapa toko sekaligus dan bandingkan koleksi mereka.
Cara ini memang membutuhkan waktu sedikit lebih lama, tetapi hasilnya bisa membuat pilihan pakaianmu lebih beragam.
5. Cari Toko yang Fokus pada Produk Niche
Salah satu cara paling efektif untuk menemukan pakaian yang tidak terlalu pasaran adalah mencari toko dengan konsep yang jelas.
Misalnya, ada toko yang khusus menjual pakaian bergaya vintage, streetwear, minimalis, workwear, atau pakaian dengan desain artistik.
Toko dengan konsep niche biasanya memiliki koleksi yang lebih spesifik dibandingkan toko yang menjual hampir semua jenis pakaian.
Kamu juga bisa mencari brand lokal kecil yang produksinya tidak sebanyak merek besar. Selain mendapatkan pakaian yang lebih unik, membeli dari brand kecil juga bisa menjadi cara mendukung bisnis lokal.
6. Perhatikan Foto dari Pembeli
Jangan hanya melihat foto katalog dari penjual.
Foto pembeli bisa memberikan informasi yang jauh lebih realistis mengenai bentuk pakaian ketika digunakan. Selain itu, kamu juga dapat melihat apakah model tersebut ternyata sudah sangat umum digunakan.
Jika kolom ulasan dipenuhi foto pembeli dengan gaya dan pakaian yang sama, pertimbangkan kembali jika tujuanmu adalah mencari outfit yang berbeda.
Sebaliknya, apabila hanya ada sedikit pembeli yang mengunggah foto, kamu bisa mendapatkan gambaran bahwa produk tersebut belum terlalu populer.
7. Hindari Desain yang Sedang Viral
Tren fashion memang menarik untuk diikuti, tetapi pakaian yang sedang viral biasanya akan digunakan oleh banyak orang dalam waktu yang bersamaan.
Contohnya adalah desain kaos tertentu yang mendadak populer setelah digunakan oleh influencer atau muncul berkali-kali di media sosial.
Tidak ada salahnya mengikuti tren, tetapi kamu bisa memilih versi yang sedikit berbeda. Misalnya, memilih warna yang jarang digunakan, potongan berbeda, atau memadukannya dengan item fashion lainnya.
Dengan begitu, pakaian tetap terlihat kekinian tanpa terlalu terlihat seperti mengikuti tren secara mentah-mentah.
8. Pilih Warna yang Tidak Terlalu Umum
Warna juga bisa membuat pakaian terlihat lebih unik.
Hitam, putih, abu-abu, dan navy memang mudah dipadukan dengan berbagai outfit. Namun, warna-warna tersebut juga sangat populer.
Jika ingin tampil sedikit berbeda, pertimbangkan warna seperti olive, burgundy, cream, mustard, dusty blue, atau warna lain yang sesuai dengan gaya pribadi.
Tidak perlu memilih warna yang terlalu mencolok. Warna yang tidak terlalu umum tetapi tetap mudah dipadukan justru bisa menjadi pilihan terbaik.
9. Cari Produk dari Brand Kecil
Brand kecil sering kali memiliki jumlah produksi yang lebih terbatas.
Berbeda dengan produk massal yang bisa diproduksi dalam jumlah sangat besar, beberapa brand independen memilih membuat koleksi dalam jumlah terbatas atau menggunakan sistem pre-order.
Hal tersebut membuat kemungkinan bertemu orang lain dengan pakaian yang sama menjadi lebih kecil.
Sebelum membeli, kamu bisa melihat media sosial brand tersebut untuk mengetahui konsep, jumlah koleksi, serta gaya desain yang mereka tawarkan.
10. Jangan Takut Membeli Produk yang Sedikit Lebih Mahal
Harga murah memang menjadi salah satu daya tarik utama e-commerce. Namun, jika semua orang mencari produk dengan harga termurah, produk tersebut justru berpotensi menjadi sangat umum.
Sesekali, pertimbangkan pakaian dengan harga sedikit lebih tinggi jika desain, bahan, dan kualitasnya memang lebih baik.
Harga yang lebih tinggi tidak otomatis berarti lebih unik. Karena itu, tetap lakukan riset sebelum membeli dan jangan menjadikan harga sebagai satu-satunya indikator.
11. Perhatikan Detail Kecil pada Pakaian
Keunikan tidak selalu berasal dari desain yang sangat mencolok.
Detail kecil seperti jenis kerah, bentuk kancing, tekstur kain, bordir, jahitan, saku, potongan lengan, atau model oversized bisa membuat pakaian terlihat berbeda.
Saat mencari baju di e-commerce, perbesar foto produk dan perhatikan detail-detail tersebut.
Terkadang ada dua pakaian yang sekilas terlihat sama, tetapi mempunyai detail yang membuat salah satunya terlihat jauh lebih menarik.
12. Manfaatkan Fitur Pencarian dengan Gambar
Beberapa platform e-commerce menyediakan fitur pencarian menggunakan gambar.
Fitur ini dapat digunakan untuk mencari produk yang memiliki tampilan serupa dengan pakaian yang kamu lihat di media sosial atau tempat lain.
Namun, jangan hanya membeli hasil pencarian pertama. Gunakan fitur tersebut untuk menemukan berbagai toko dan kemudian bandingkan desain, harga, ulasan, serta jumlah penjualan.
Cara ini juga membantu menemukan produk dari toko yang tidak muncul dalam pencarian biasa.
13. Jangan Membeli Hanya Karena Sedang Viral
Sebelum checkout, coba tanyakan kepada diri sendiri: apakah saya benar-benar suka pakaian ini atau hanya tertarik karena sedang ramai?
Pertanyaan sederhana tersebut dapat membantu mengurangi pembelian impulsif.
Tren bisa berubah dalam waktu singkat. Pakaian yang hari ini terlihat sangat populer belum tentu tetap menarik beberapa bulan kemudian.
Memilih berdasarkan selera pribadi akan membuat koleksi pakaian terasa lebih personal dan tidak terlalu mengikuti tren.
14. Gabungkan dengan Item yang Berbeda
Bahkan jika kamu akhirnya membeli pakaian yang cukup populer, bukan berarti penampilanmu otomatis terlihat sama dengan orang lain.
Kuncinya ada pada cara memadukannya.
Misalnya, kaos yang sama bisa terlihat sangat berbeda jika dipadukan dengan celana wide leg, jeans, cargo pants, jaket, sneakers, atau aksesori yang berbeda.
Karena itu, jangan hanya fokus pada satu pakaian. Perhatikan juga keseluruhan outfit.
15. Buat Gaya Pribadi Sendiri
Cara terbaik agar tidak terlihat seperti orang lain sebenarnya bukan sekadar mencari produk yang langka, tetapi membangun gaya personal.
Kamu bisa memilih jenis pakaian, warna, potongan, dan aksesori yang menjadi ciri khas sendiri.
Dengan gaya yang konsisten, pakaian yang sebenarnya cukup umum pun bisa terlihat berbeda ketika kamu memakainya.
Kesimpulan
Tips Belanja Baju di e-commerce tanpa terlihat pasaran bukanlah hal yang sulit. Kuncinya adalah jangan hanya mengikuti produk terlaris dan tren yang sedang viral.
Tips Belanja Baju di e-commerce Cobalah mencari menggunakan kata kunci yang lebih spesifik, mengecek jumlah penjualan, menjelajahi toko kecil, memperhatikan foto pembeli, serta memilih detail dan warna yang tidak terlalu umum.
Yang paling penting, jangan lupa bahwa gaya berpakaian bukan hanya tentang merek atau seberapa langka sebuah pakaian. Cara memadukan outfit dan membangun gaya personal justru menjadi faktor yang membuat penampilan terlihat lebih unik.
Dengan sedikit riset sebelum checkout, kamu tetap bisa menikmati kemudahan belanja online sekaligus mengurangi kemungkinan memakai baju yang sama dengan banyak orang.