Connect with us

Teknologi

7 Game Multiplayer Mobile Terbaik untuk Android Kentang

Published

on

7 Game Multiplayer Mobile Terbaik untuk Android Kentang

7 Game Multiplayer Android Kentang Tetap Bisa Mabar Tanpa Lagi

7 Pilihan game multiplayer android kentang semakin banyak dan tetap menyajikan pengalaman bermain bersama yang menyenangkan. Tidak semua permainan memerlukan spesifikasi tinggi untuk bisa dinikmati dengan teman-teman. Istilah game android kentang menjadi penting karena masih banyak orang yang menggunakan ponsel dengan RAM kecil atau chipset yang sudah tua. Game yang ringan biasanya memiliki ukuran file kecil, tampilan grafis yang sederhana, dan pengoptimalan yang baik sehingga bisa dimainkan dengan lancar. Selain itu, permainan yang cepat dan tidak terlalu berat sangat cocok untuk sesi mabar yang santai. Beberapa game bahkan memiliki komunitas besar meskipun tidak memerlukan spesifikasi tinggi. Ini menunjukkan bahwa keseruan tidak selalu bergantung pada grafik yang canggih. Berikut adalah rekomendasi game multiplayer terbaik yang pas untuk ponsel kentang.

Among Us, Game Multiplayer Santai Tapi Seru

Among Us merupakan game android kentang yang sangat terkenal dan mudah untuk dimainkan. Cara bermainnya sederhana namun penuh strategi karena pemain harus mencari impostor di antara anggota kru. Permainan ini dapat dimainkan bersama teman atau dengan banyak pemain sekaligus. Ukurannya kecil dan tidak memerlukan spesifikasi tinggi. Sangat sesuai untuk mabar yang santai sambil ngobrol.

Standoff 2, FPS Ringan untuk Mabar Kompetitif

Standoff 2 adalah game android kentang dengan genre FPS yang tetap menantang. Game ini memiliki beberapa mode permainan seperti defuse dan team deathmatch. Dengan ukuran yang ringan dan grafis yang tidak terlalu berat, game ini pas untuk ponsel dengan spek rendah. Bahkan, cara bermainnya mirip dengan Counter-Strike sehingga menawarkan pengalaman yang seru.

Mini Militia, Game Multiplayer Klasik yang Tetap Seru

Mini Militia – Doodle Army 2 adalah game android kentang legendaris yang masih banyak dimainkan. Gameplay-nya dalam 2D membuatnya sangat ringan. Bisa dimainkan secara online maupun offline melalui LAN. Sempurna untuk mabar bersama teman dalam satu jaringan.

Clash Royale, Multiplayer Strategi Ringan

Clash Royale adalah game android kentang yang mengombinasikan unsur strategi dan kartu. Pertandingannya berlangsung cepat dan mengasyikkan. Game ini sangat ringan dan cocok untuk berbagai jenis ponsel. Sistem klan juga menambah keseruan saat mabar.

Free Fire, Battle Royale Paling Ramah HP Kentang

Garena Free Fire dikenal sebagai game android kentang yang paling terkenal dalam genre battle royale. Game ini dioptimalkan untuk perangkat dengan spesifikasi rendah. Pertandingan yang cepat dan ukuran peta yang lebih kecil membuatnya mudah dimainkan. Sangat cocok untuk mabar dengan squad tanpa lag.

BombSquad, Game Multiplayer Chaos yang Kocak

BombSquad adalah game android kentang dengan gameplay yang sangat lucu dan penuh kekacauan. Pemain saling melempar bom dalam berbagai mode permainan. Game ini ringan dan bisa dimainkan oleh banyak orang secara bersamaan. Cocok untuk mabar santai.

Mobile Legends, MOBA Ringan dengan Komunitas Besar

Mobile Legends: Bang Bang menjadi game android kentang yang disukai banyak orang karena pengoptimalkannya yang baik. Dengan pertandingan yang cepat dan komunitas yang besar, game ini cocok untuk mabar kapan saja. Selain itu, pembaruan rutin membuat cara bermain tetap menarik.

7 Game Multiplayer 

Game android kentang tidak kalah menarik dibandingkan game yang lebih berat. Terdapat banyak pilihan multiplayer yang dapat dimainkan dengan lancar pada ponsel dengan spesifikasi rendah. Dari FPS seperti Standoff 2 hingga game party seperti BombSquad, semuanya bisa jadi pilihan saat mabar. Jadi, tidak perlu memiliki ponsel mahal untuk menikmati game seru bersama teman.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Teknologi

WhatsApp Hadirkan Restricted Chat, Ini 4 Batasan yang Perlu Diketahui

Published

on

WhatsApp Hadirkan Restricted Chat, Ini 4 Batasan yang Perlu Diketahui

WhatsApp Hadirkan Restricted Chat, Ini 4 Batasan yang Perlu Diketahui

Restricted Chat WhatsApp menawarkan pendekatan yang lebih ketat untuk menjaga percakapan tertentu agar tidak mudah diakses pihak lain. Fitur privasi seperti ini berguna bagi pengguna yang sering meminjamkan ponsel kepada keluarga atau teman. Percakapan yang mendapat perlindungan tambahan dapat dipisahkan dari daftar chat biasa, sehingga orang lain tidak langsung melihatnya ketika membuka aplikasi. Namun, peningkatan privasi biasanya membawa sejumlah batasan. Pengguna perlu memahami konsekuensinya sebelum mengaktifkan perlindungan pada percakapan penting. Dengan mengenali fungsi setiap pengaturan, pengguna bisa menentukan chat mana yang memang membutuhkan lapisan keamanan tambahan dan mana yang cukup menggunakan perlindungan standar.

1. Akses Percakapan Menjadi Lebih Ketat

Salah satu perubahan paling terasa adalah proses membuka percakapan. Pengguna mungkin harus melewati autentikasi tambahan sebelum dapat melihat chat yang dilindungi. Mekanisme tersebut memang menambah beberapa langkah, tetapi tujuannya mencegah orang lain membuka pesan ketika ponsel sedang tidak berada di tangan pemilik. Pengguna sebaiknya memastikan metode autentikasi perangkat selalu berfungsi dengan baik. Jangan sampai perlindungan tambahan justru menyulitkan pemilik ketika membutuhkan informasi penting dengan cepat.

2. Isi Notifikasi Bisa Lebih Terbatas

Privasi yang lebih tinggi juga dapat memengaruhi informasi yang muncul melalui notifikasi. Sistem dapat menyembunyikan detail tertentu agar pesan sensitif tidak terbaca langsung dari layar kunci. Pendekatan ini sangat berguna ketika ponsel berada di meja kerja atau tempat yang mudah terlihat orang lain. Namun, pengguna mungkin harus membuka aplikasi terlebih dahulu untuk mengetahui isi pesan secara lengkap. Batasan tersebut menjadi kompromi antara kenyamanan dan keamanan percakapan.

3. Interaksi Cepat Tidak Selalu Seleluasa Chat Biasa

Percakapan yang memperoleh perlindungan khusus dapat membuat beberapa aktivitas terasa kurang praktis dibanding chat biasa. Pengguna yang terbiasa membaca atau merespons pesan dengan cepat mungkin memerlukan langkah tambahan sebelum berinteraksi. Karena itu, perlindungan ekstra lebih cocok digunakan untuk percakapan yang benar-benar membutuhkan privasi tinggi. Untuk obrolan sehari-hari yang tidak menyimpan informasi sensitif, pengaturan standar biasanya menawarkan pengalaman yang lebih sederhana.

4. Perlindungan Tidak Menggantikan Keamanan Akun

Fitur pembatasan percakapan bukan benteng tunggal untuk melindungi akun. Pengguna tetap perlu mengaktifkan verifikasi dua langkah, menggunakan kunci layar yang kuat, dan berhati-hati terhadap permintaan kode verifikasi. Jangan memberikan PIN atau kode OTP kepada siapa pun. Pengguna juga perlu memeriksa perangkat yang terhubung secara berkala. Kombinasi beberapa lapisan keamanan memberikan perlindungan yang jauh lebih efektif dibanding hanya mengandalkan satu fitur privasi.

Privasi Lebih Tinggi Membutuhkan Penyesuaian

Fitur privasi tambahan menawarkan manfaat besar bagi pengguna yang menyimpan percakapan penting. Namun, semakin ketat perlindungannya, semakin banyak pula langkah yang mungkin diperlukan untuk mengakses pesan. Pengguna perlu menyeimbangkan kebutuhan keamanan dengan kenyamanan penggunaan sehari-hari. Pilih percakapan yang memang membutuhkan perlindungan ekstra dan tetap gunakan pengaturan keamanan akun lainnya. Dengan strategi tersebut, pengguna dapat menjaga pesan tetap privat tanpa membuat pengalaman menggunakan aplikasi terasa terlalu rumit.

Continue Reading

Teknologi

6 Pengaturan WhatsApp yang Perlu Diaktifkan agar Akun Lebih Aman

Published

on

6 Pengaturan WhatsApp yang Perlu Diaktifkan agar Akun Lebih Aman

6 Pengaturan WhatsApp yang Perlu Diaktifkan agar Akun Lebih Aman

Keamanan akun WhatsApp penting diperhatikan karena aplikasi ini menyimpan banyak percakapan dan informasi pribadi. Pengguna sering memakai WhatsApp untuk berkomunikasi dengan keluarga, teman, hingga rekan kerja. Karena itu, akses yang jatuh ke tangan orang lain dapat menimbulkan masalah serius. Selain berhati-hati terhadap tautan mencurigakan dan permintaan kode verifikasi, pengguna juga dapat memanfaatkan sejumlah fitur keamanan bawaan. Beberapa pengaturan sederhana mampu memberikan lapisan perlindungan tambahan tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari.

1. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah

Verifikasi dua langkah memberikan perlindungan tambahan melalui PIN yang dibuat pengguna. Fitur ini membantu mencegah pihak lain mengambil alih akun hanya dengan bermodalkan kode verifikasi nomor telepon. Pilih PIN yang tidak mudah ditebak dan hindari kombinasi sederhana seperti tanggal lahir. Pengguna juga sebaiknya menambahkan alamat email pemulihan yang dapat diakses. Dengan begitu, proses pemulihan menjadi lebih mudah jika suatu saat pengguna lupa PIN.

2. Gunakan Passkey untuk Perlindungan Tambahan

Passkey menawarkan metode masuk yang memanfaatkan sistem keamanan perangkat, seperti sidik jari, pengenalan wajah, atau kode layar. Pengguna tidak perlu terlalu bergantung pada kata sandi yang mudah terlupakan atau ditebak. Sistem ini juga membantu mengurangi risiko dari sejumlah modus pencurian kredensial. Namun, pengguna tetap perlu menjaga keamanan perangkat karena ponsel menjadi salah satu kunci utama untuk mengakses akun.

3. Kunci WhatsApp dengan Biometrik

Pengguna dapat mengaktifkan kunci aplikasi untuk memperkuat privasi percakapan. Setelah fitur tersebut aktif, WhatsApp meminta autentikasi biometrik sesuai kemampuan perangkat. Perlindungan ini sangat berguna ketika pengguna sering meminjamkan ponsel kepada orang lain. Seseorang mungkin berhasil membuka perangkat, tetapi lapisan keamanan tambahan tetap membatasi akses ke percakapan. Pengguna juga dapat memanfaatkan fitur penguncian percakapan tertentu ketika membutuhkan privasi tambahan.

4. Periksa Perangkat yang Terhubung

Fitur perangkat tertaut memungkinkan satu akun digunakan pada beberapa perangkat. Kemudahan tersebut juga berarti pengguna perlu memeriksa daftar perangkat secara berkala. Segera keluarkan perangkat yang tidak dikenali atau sudah tidak digunakan. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mencegah orang lain mempertahankan akses tanpa disadari. Pemeriksaan menjadi semakin penting setelah pengguna pernah masuk ke WhatsApp Web atau komputer yang digunakan bersama.

5. Atur Privasi Informasi Pribadi

Pengaturan privasi membantu pengguna menentukan siapa yang dapat melihat foto profil, informasi akun, status, dan waktu terakhir terlihat. Membatasi informasi tersebut dapat mengurangi jumlah data pribadi yang tersedia bagi orang asing. Pengguna juga dapat mengatur siapa yang boleh memasukkan mereka ke grup. Dengan pengaturan yang lebih selektif, privasi WhatsApp menjadi lebih terkendali tanpa harus menutup seluruh aktivitas akun dari kontak yang dikenal.

6. Lindungi Panggilan dan Waspadai Nomor Asing

Panggilan dari nomor tidak dikenal dapat mengganggu sekaligus membuka ruang bagi berbagai modus manipulasi. Pengguna dapat memanfaatkan fitur pembungkaman panggilan dari nomor asing apabila tersedia pada aplikasinya. Selain itu, jangan pernah memberikan kode verifikasi, PIN, atau informasi sensitif kepada orang yang menghubungi melalui telepon maupun pesan. Pihak yang mencoba mengambil alih akun sering mengandalkan kepanikan pengguna, bukan kelemahan teknis aplikasi.

Kebiasaan Pengguna Tetap Menjadi Pertahanan Utama

Berbagai fitur tersebut dapat meningkatkan keamanan akun WhatsApp, tetapi perilaku pengguna tetap menentukan efektivitasnya. Jangan membagikan kode OTP atau PIN kepada siapa pun. Hindari membuka tautan mencurigakan dan selalu periksa identitas pengirim sebelum mengikuti instruksi yang berkaitan dengan akun. Pengguna juga perlu memperbarui WhatsApp secara rutin agar memperoleh peningkatan keamanan terbaru. Kombinasi pengaturan yang tepat dan kebiasaan digital yang disiplin memberikan perlindungan jauh lebih kuat daripada mengandalkan satu fitur saja.

Continue Reading

Teknologi

Huawei Mate 90 Pro Resmi, Debut Kirin 9035 dan Kamera Aperture Variabel

Published

on

Huawei Mate 90 Pro Resmi dengan Kirin 9035

Huawei Mate 90 Pro Resmi, Debut Kirin 9035 dan Kamera Aperture Variabel

Huawei Mate 90 Pro resmi meluncur di China sebagai salah satu anggota terbaru keluarga Mate 90. Smartphone flagship ini menjadi model pertama yang menggunakan chipset Kirin 9035. Posisi chipset tersebut berada di antara Kirin 9030 pada Mate 90 standar dan keluarga Kirin yang lebih bertenaga pada model Pro Max. Huawei mengklaim Kirin 9035 membawa peningkatan kinerja CPU sebesar 11 persen dibandingkan Kirin 9030. Performa GPU diklaim meningkat sekitar 10 persen, sedangkan kemampuan NPU mengalami peningkatan jauh lebih besar hingga 51 persen. Dalam pengujian aplikasi internal Huawei pada HarmonyOS, performa keseluruhan chipset disebut meningkat sekitar 10 persen.

Kirin 9035 juga membawa dukungan hardware ray tracing untuk meningkatkan kualitas grafis ketika menjalankan konten yang kompatibel. Kehadiran chipset baru menjadi bagian penting dalam strategi Huawei untuk semakin mengandalkan teknologi semikonduktor yang dikembangkan di dalam negeri. Mate 90 Pro sendiri menjalankan HarmonyOS 7 dan tersedia dengan RAM 12 GB atau 16 GB. Kapasitas penyimpanan yang ditawarkan mulai dari 256 GB hingga 1 TB. Selain peningkatan performa, Huawei memberikan perhatian besar terhadap layar, kamera, baterai, kecerdasan buatan, dan kemampuan komunikasi satelit. Kombinasi tersebut membuat Mate 90 Pro ditempatkan sebagai salah satu perangkat utama Huawei untuk menghadapi persaingan smartphone flagship generasi terbaru pada 2026.

Kamera Utama Punya Aperture F1.4 hingga F4.0

Salah satu daya tarik terbesar Huawei Mate 90 Pro berada pada kamera utama 50 MP dengan sensor RYYB, optical image stabilization, dan aperture fisik yang dapat berubah dari F1.4 hingga F4.0. Mekanisme tersebut memberikan pengguna kemampuan mengontrol jumlah cahaya yang masuk melalui lensa. Bukaan besar F1.4 dapat membantu kamera mendapatkan lebih banyak cahaya sekaligus menghasilkan kedalaman bidang yang lebih tipis. Kondisi tersebut berguna ketika mengambil portrait atau memotret dalam lingkungan minim cahaya. Sementara itu, aperture F4.0 menghasilkan kedalaman bidang lebih luas sehingga lebih banyak bagian objek dapat berada dalam fokus.

Konsep kamera dengan aperture yang dapat disesuaikan membuat sistem fotografi Mate 90 Pro berbeda dari kebanyakan smartphone yang menggunakan bukaan tetap. Pendekatan serupa terhadap kontrol aperture juga menjadi salah satu teknologi yang mendapat perhatian pada generasi smartphone premium terbaru, sehingga desain kamera Huawei kerap dibandingkan dengan pendekatan kamera flagship pesaing seperti iPhone 18 Pro. Namun, implementasi setiap produsen tentu tidak identik. Huawei telah menggunakan teknologi variable aperture pada beberapa generasi Mate sebelumnya dan kini mengembangkannya kembali pada Mate 90 Pro. Kemampuan tersebut juga berguna ketika merekam video karena kamera dapat menyesuaikan jumlah cahaya ketika pengguna berpindah antara lingkungan terang dan gelap. Huawei kemudian menggabungkan hardware tersebut dengan sistem XMAGE untuk menghasilkan karakter fotografi yang menjadi identitas smartphone flagship perusahaan.

Tiga Kamera Belakang dengan Telefoto 50 MP

Sistem fotografi Huawei Mate 90 Pro tidak berhenti pada kamera utama dengan aperture variabel. Huawei melengkapinya dengan tiga kamera belakang yang dirancang untuk memberikan rentang pengambilan gambar luas. Kamera utama menggunakan sensor RYYB 50 MP dengan OIS dan aperture F1.4 hingga F4.0. Kamera kedua merupakan ultrawide 40 MP dengan sensor RYYB dan aperture F2.2. Selanjutnya Kamera tersebut digunakan untuk menangkap bidang pandang lebih luas ketika memotret lanskap, arsitektur, atau kelompok orang. Kamera ketiga berupa telefoto makro 50 MP dengan sensor RYYB, aperture F2.1, serta OIS. Huawei menawarkan kemampuan optical zoom sekitar 4x dan optical-quality zoom hingga 8x.

Sistem kamera juga menyediakan digital zoom hingga 100x. Menariknya, kamera telefoto dapat digunakan untuk fotografi makro dengan jarak fokus minimum sekitar lima sentimeter. Pengguna dengan demikian dapat mengambil gambar detail objek kecil tanpa harus menggunakan kamera makro khusus beresolusi rendah. Huawei turut memasang teknologi Red Maple generasi ketiga untuk membantu reproduksi warna. Perusahaan mengklaim teknologi tersebut meningkatkan akurasi warna global hingga 37 persen. Sistem XMAGE juga menawarkan sejumlah fitur berbasis kecerdasan buatan, termasuk rekomendasi pose dan bantuan komposisi. Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa Huawei tidak hanya mengejar peningkatan resolusi kamera, tetapi juga berusaha menggabungkan hardware optik dengan pemrosesan komputasional.

Layar OLED Dua Lapis Tembus Klaim 12.000 Nit

Bagian depan Huawei Mate 90 Pro menggunakan layar berukuran 6,75 inci dengan teknologi OLED dua lapis. Huawei menyebut panel tersebut sebagai Linglong Display generasi kedua. Struktur dua lapis dirancang untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mempertahankan kemampuan menghasilkan tingkat kecerahan tinggi. Huawei mengklaim layar Mate 90 Pro dapat mencapai peak brightness hingga 12.000 nit dalam kondisi khusus pada satu persen APL. Angka tersebut bukan berarti seluruh permukaan layar akan terus beroperasi pada tingkat 12.000 nit dalam penggunaan normal. Nilai puncak tersebut hanya berlaku ketika sebagian sangat kecil layar menampilkan konten terang dalam kondisi tertentu.

Meski demikian, peningkatan tersebut tetap menunjukkan perkembangan dibandingkan Mate 80 Pro yang memiliki klaim peak brightness 8.000 nit. Huawei juga menggunakan chip layar Zhuque yang dikembangkan sendiri. Sistem berbasis kecerdasan buatan bekerja pada tingkat piksel untuk membantu menjaga keseragaman tampilan. Perusahaan mengklaim generasi panel baru memberikan peningkatan pada masa pakai, kemampuan mempertahankan tingkat kecerahan tinggi, dan keseragaman layar. Spesifikasi tersebut membuat panel menjadi salah satu bagian penting dari Mate 90 Pro, terutama ketika smartphone digunakan di lingkungan luar ruangan. Layar flagship modern bukan hanya dituntut menghasilkan warna yang menarik. Efisiensi, keterbacaan di bawah sinar matahari, ketahanan panel, dan kemampuan mempertahankan kualitas dalam penggunaan panjang juga menjadi faktor penting bagi perangkat premium.

Baterai 6.600 mAh dengan Fast Charging 100W

Untuk mendukung seluruh kemampuan tersebut, Huawei Mate 90 Pro dibekali baterai berkapasitas 6.600 mAh. Kapasitas ini cukup besar untuk smartphone flagship dan dirancang untuk mendukung layar terang, chipset baru, kamera, serta berbagai fitur kecerdasan buatan. Huawei memasangkan baterai tersebut dengan teknologi pengisian cepat melalui kabel hingga 100 watt. Pengisian nirkabel tersedia dengan daya maksimum 50 watt. Menariknya, kemampuan wireless charging tersebut justru lebih rendah dibandingkan Mate 80 Pro yang sebelumnya mendukung pengisian nirkabel hingga 80 watt. Perubahan tersebut menunjukkan Huawei melakukan penyesuaian pada sistem daya generasi baru.

Kapasitas baterai besar menjadi semakin penting karena smartphone modern digunakan untuk aktivitas yang jauh lebih berat dibandingkan beberapa tahun lalu. Pengguna dapat menjalankan permainan, navigasi, perekaman video resolusi tinggi, pemrosesan AI, hingga komunikasi sepanjang hari dari satu perangkat.Kirin 9035 juga dikembangkan dengan fokus pada keseimbangan performa dan konsumsi daya. Kombinasi chipset dan baterai besar diharapkan memberikan daya tahan yang memadai tanpa harus mengurangi performa secara signifikan. Kecepatan pengisian 100 watt memberikan keuntungan bagi pengguna yang tidak memiliki banyak waktu untuk mengisi baterai. Meski demikian, daya tahan sebenarnya tetap akan bergantung pada pola penggunaan, tingkat kecerahan layar, kualitas jaringan, penggunaan kamera, serta aplikasi yang dijalankan sepanjang hari.

Komunikasi Satelit Kini Bisa Mengirim Gambar

Fitur menarik lainnya pada Huawei Mate 90 Pro adalah peningkatan kemampuan komunikasi satelit BeiDou. Huawei sebelumnya telah menawarkan kemampuan mengirim pesan ketika pengguna berada di lokasi tanpa jaringan seluler. Pada generasi terbaru, sistem tersebut dikembangkan sehingga tidak hanya dapat mengirimkan teks. Pengguna di China juga dapat mengirim gambar melalui koneksi satelit dalam kondisi yang didukung. Fitur ini dapat menjadi penting ketika seseorang berada di daerah terpencil, pegunungan, atau wilayah lain yang tidak mendapatkan sinyal jaringan seluler biasa. Namun, terdapat sejumlah persyaratan teknis sebelum komunikasi dapat digunakan. Perangkat membutuhkan pandangan yang cukup terbuka menuju langit agar dapat membangun koneksi dengan satelit.

Gambar yang dikirim juga harus mengalami kompresi cukup besar karena bandwidth komunikasi satelit jauh lebih terbatas dibandingkan jaringan seluler. Huawei masih membatasi layanan tersebut untuk pengguna di China dan pengaktifannya terkait dengan layanan serta operator yang kompatibel. Selain komunikasi satelit, HarmonyOS 7 membawa berbagai fungsi berbasis kecerdasan buatan. Sistem dapat mengenali konteks tertentu dan memberikan rekomendasi aplikasi atau tindakan yang relevan. Huawei juga menghadirkan kemampuan foto dinamis 3D yang dapat mengubah foto biasa menjadi klip pendek dengan efek kedalaman. Berbagai fitur tersebut menunjukkan bagaimana Huawei mencoba menggabungkan kemampuan hardware dan software menjadi pengalaman yang lebih terintegrasi.

Harga Huawei Mate 90 Pro Mulai Sekitar Rp18 Jutaan

Huawei Mate 90 Pro tersedia di China dalam empat pilihan warna, yakni Emerald Green, Amber Orange, Crystal White, dan Obsidian Black. Varian dasar dengan RAM 12 GB dan penyimpanan 256 GB dibanderol 6.999 yuan. Jika dikonversikan secara kasar, nilainya berada di kisaran Rp18 jutaan, tergantung nilai tukar. Varian RAM 12 GB dengan penyimpanan 512 GB dipasarkan seharga 7.999 yuan. Huawei juga menyediakan model RAM 16 GB dan penyimpanan 512 GB dengan harga 8.499 yuan. Pilihan tertinggi Mate 90 Pro menawarkan RAM 16 GB dan penyimpanan internal 1 TB dengan harga 9.999 yuan.

Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan generasi Mate 80 Pro ketika pertama kali diluncurkan. Huawei tidak hanya menjual peningkatan spesifikasi mentah melalui generasi baru ini. Kirin 9035, kamera variable aperture, panel OLED dua lapis, sistem Red Maple generasi ketiga, komunikasi satelit, dan HarmonyOS 7 menjadi paket teknologi yang digunakan untuk memperkuat posisi Mate 90 Pro di kelas flagship. Perangkat juga membawa sertifikasi IP68 dan IP69 serta sistem perlindungan Kunlun generasi terbaru. Untuk saat ini, ketersediaan dan harga di luar China dapat berbeda dan perlu menunggu pengumuman resmi masing-masing pasar. Dengan spesifikasi tersebut, Mate 90 Pro menjadi salah satu smartphone Huawei paling ambisius untuk menghadapi kompetisi flagship 2026.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2026 Lintas Kompas