Teknologi

4 Game Besar yang Resmi Dimatikan pada 2026, Kenapa?

Published

on

4 Game Besar yang Resmi Dimatikan pada 2026, Kenapa?

4 Game Besar yang dihentikan pada 2026 menjadi perbincangan hangat karena beberapa judul populer secara resmi kehilangan layanan daring. Untuk game live-service atau yang hanya bisa dimainkan online, penutupan server bukan hanya berarti akhir dari update dukungan. Dalam banyak situasi, pemain benar-benar tidak dapat lagi masuk dan memainkan game tersebut. Kejadian ini membuat banyak gamer merasa kecewa. Mereka telah membeli game, meluangkan waktu, dan bahkan melakukan pembelian dalam game. Namun, saat server dimatikan, akses ke konten tersebut juga hilang. Inilah yang menyebabkan gerakan seperti Stop Killing Games semakin dikenal. The Guardian melaporkan bahwa gerakan ini menyoroti kebijakan penerbit yang menghentikan game online sehingga tidak bisa dimainkan lagi.

1. Anthem

Anthem menjadi salah satu game besar yang resmi dihentikan pada tahun 2026. EA dan BioWare mengumumkan bahwa server Anthem akan ditutup pada 12 Januari 2026. Begitu tanggal itu tiba, game tidak bisa lagi dimainkan karena dari awal memang dirancang sebagai judul yang hanya bisa dimainkan secara online. Alasan utama penutupan Anthem terkait dengan durasi layanan dan performa jangka panjang game. Anthem dirilis pada tahun 2019 dengan harapan tinggi, namun menuai banyak kritik karena konten akhir permainan yang kurang menarik, desain misi yang berulang, dan arah pengembangan yang tidak jelas. Rencana untuk melakukan perombakan besar yang dinamakan Anthem 2. 0 pun akhirnya dibatalkan oleh EA pada tahun 2021.

Penutupan ini sangat dirasakan oleh komunitas kecil yang masih ada. Banyak pemain sebenarnya menyukai mekanik terbang dan bertarung menggunakan Javelin. Namun, karena game sepenuhnya bergantung pada server online, tidak ada mode offline yang bisa menyelamatkan Anthem setelah layanan resmi berakhir.

2. The Sims Mobile

The Sims Mobile juga resmi dihentikan pada tahun 2026. EA mengumumkan bahwa game ini tidak lagi dapat dimainkan mulai 20 Januari 2026 pukul 1. 59 PM UTC. Dalam pernyataan resminya, EA menyebut The Sims Mobile telah beroperasi selama tujuh tahun dan mengalami lebih dari 50 pembaruan sebelum memasuki pembaruan terakhir. Alasan penutupannya lebih terkait dengan akhir dari siklus layanan. Game mobile seperti The Sims Mobile memerlukan acara, server, pembaruan konten, dan sistem ekonomi yang selalu dijaga. Ketika penerbit memutuskan untuk tidak melanjutkan layanan, game yang bergantung pada server akan berakhir secara otomatis. EA juga menjelaskan bahwa kemajuan pemain tersimpan di server. Oleh karena itu, setelah server dihentikan, data permainan tidak lagi tersedia dan game tidak bisa dimainkan dalam cara apapun. Keputusan ini membuat banyak pemain merasa kecewa karena rumah, karakter, dan cerita yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun ikut hilang.

3. Call of Duty: Warzone Mobile

Call of Duty: Warzone Mobile menjadi salah satu penutupan yang paling mengejutkan. Activision mengumumkan server Warzone Mobile akan dinonaktifkan pada 17 April 2026. Setelah tanggal itu, game tidak lagi dapat diakses untuk dimainkan. Activision menyatakan bahwa Warzone Mobile sebelumnya sudah mengalami banyak perubahan layanan sejak tahun 2025. Game tersebut dihapus dari toko aplikasi, tidak lagi mendapatkan konten musiman baru, fitur sosial dihentikan, dan pembelian uang nyata juga dihentikan. Keputusan akhir pada tahun 2026 menjadi langkah terakhir setelah game dianggap tidak memenuhi harapan di kalangan pemain ponsel.

Kasus ini menarik karena nama Warzone sangat terkenal di PC dan konsol. Namun, kesuksesan di platform utama tidak memastikan bahwa versi mobile akan bertahan. Pasar mobile memiliki kebiasaan bermain, standar optimasi, dan persaingan yang berbeda. Warzone Mobile akhirnya mengalami kesulitan dalam mempertahankan basis pemain yang cukup kuat.

4. Destruction AllStars

Destruction AllStars juga termasuk dalam daftar permainan besar yang layanan utamanya dihentikan pada tahun 2026. PlayStation mengumumkan bahwa permainan ini dan uang virtualnya akan dihapus dari PlayStation Store mulai 26 Mei 2026. Dukungan server untuk Destruction AllStars kemudian direncanakan akan ditutup pada 25 November 2026 pukul 15. 00 UTC. Game eksklusif PS5 ini awalnya dipromosikan sebagai arena pertarungan kendaraan yang seru. Namun, dari awal, Destruction AllStars kesulitan dalam menarik minat pemain. Layanan multiplayer bahkan disebut masih offline karena masalah teknis yang terus terjadi dan tidak bisa diakses lagi.

Setelah server ditutup, sebagian tantangan dalam mode Arcade untuk pemain tunggal masih dapat dimainkan oleh pengguna lama. Namun, PlayStation memberikan catatan bahwa fungsi dan pengalaman bermain bisa terpengaruh karena penutupan server. Ini berarti, game ini tidak sepenuhnya lenyap seperti Anthem, tetapi layanan utamanya harus berakhir.

Apa Penyebab 4 Game Besar ini Dihentikan?

Ada beberapa alasan umum mengapa permainan besar pada akhirnya dihentikan. Pertama, jumlah pemain yang aktif bisa menurun terlalu drastis. Game online memerlukan komunitas yang aktif agar pengaturan pertandingan, acara, dan ekonomi dalam game tetap berjalan. Kedua, biaya untuk server dan pengembangan tidak selalu sebanding dengan pendapatan. Jika penjualan dalam game menurun, penerbit biasanya memilih untuk menghentikan layanan daripada terus mendanai operasional. Ketiga, game yang hanya bisa dimainkan online sangat bergantung pada server. Jika tidak ada mode offline, game akan langsung mati ketika server ditutup. Ini menjadi kritik besar dari komunitas yang peduli pada pelestarian game.

4 Game Besar yang Dimatikan 2026 Jadi Sorotan Gamer

Penutupan game di tahun 2026 menunjukkan risiko besar dari model layanan langsung dan game yang hanya bisa dimainkan secara online. Anthem dihentikan karena servernya ditutup dan tidak memiliki mode offline. The Sims Mobile berakhir setelah tujuh tahun beroperasi. Call of Duty: Warzone Mobile ditutup karena tidak memenuhi harapan di pasar mobile. Destruction AllStars menghentikan layanan server setelah mengalami masalah teknis dan multiplayer yang sudah tidak tersedia. Kasus-kasus ini menjadi pengingat bahwa game modern tidak selalu bisa bertahan meskipun sudah dibeli oleh pemain. Jika server adalah satu-satunya cara untuk mengakses, maka ketika server ditutup, pengalaman bermain juga akan hilang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Exit mobile version